Persiapan Mudik: Jangan Asal Cabut Aki Mobil, Ini Risiko pada Sistem Elektronik Kendaraan
"pemilik kendaraan dapat mendeteksi lebih awal tanda-tanda penurunan performa aki, seperti suara starter yang melemah, lampu indikator redup,.."

Nasional – Menjelang musim mudik Lebaran, pemilik kendaraan diingatkan untuk tidak mengabaikan kondisi aki mobil.
Komponen kelistrikan ini memegang peran vital dalam memastikan kendaraan dapat dihidupkan dan beroperasi dengan normal.
Aki yang melemah berpotensi menyebabkan mobil sulit distarter bahkan mogok di tengah perjalanan, kondisi yang tentu berisiko mengganggu perjalanan mudik yang biasanya ditempuh dalam jarak jauh dan waktu lama.
Pemilik bengkel otomotif Dokter Mobil, Lung Lung, menegaskan bahwa penggantian aki pada mobil modern tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Hal itu karena sebagian besar kendaraan keluaran terbaru telah dilengkapi sistem komputer yang menyimpan berbagai data dan pengaturan penting kendaraan.
“Mobil sekarang punya memori yang tersimpan di sistem komputer. Kalau aki dicabut begitu saja, memori itu bisa hilang dan beberapa sistem di mobil bisa kembali ke setelan awal,” kata Lung Lung dilansir dari laman Kompas.com, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, memori yang tersimpan pada sistem elektronik kendaraan meliputi berbagai pengaturan penting, mulai dari parameter mesin, pengaturan sistem audio, hingga sistem kontrol lainnya.
Ketika sumber listrik dari aki terputus sepenuhnya, sejumlah pengaturan tersebut berpotensi ter-reset secara otomatis.
Dalam beberapa kasus, kata dia, kondisi tersebut dapat memengaruhi performa mesin setelah aki diganti.
Mesin mobil mungkin memerlukan proses adaptasi ulang sebelum kembali bekerja secara optimal.
Salah satu gejala yang sering muncul adalah putaran idle mesin yang menjadi tidak stabil pada awal penggunaan.
Selain itu, beberapa sistem elektronik lain juga dapat membutuhkan waktu untuk kembali menyesuaikan diri dengan kondisi baru setelah suplai listrik terputus.
Situasi ini tidak selalu berbahaya, namun dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengemudi.
Karena itu, Lung Lung menyarankan agar proses penggantian aki dilakukan dengan prosedur yang tepat agar sistem elektronik kendaraan tetap terlindungi.
Cara Aman Mengganti Aki Mobil
Menurut Lung Lung, salah satu cara yang direkomendasikan adalah menjaga agar suplai listrik ke sistem kendaraan tidak benar-benar terputus ketika aki dilepas.
Cara ini dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat penyimpan memori atau memory saver.
Perangkat tersebut biasanya disambungkan melalui soket diagnostik kendaraan atau On Board Diagnostics (OBD).
Dengan bantuan alat ini, sistem komputer mobil tetap mendapatkan pasokan listrik sementara selama aki dilepas dan diganti dengan yang baru.
“Dengan alat itu, memori kendaraan tetap tersimpan sehingga setelah aki baru terpasang, sistem mobil tidak perlu melakukan pengaturan ulang,” ujarnya.
Selain menggunakan alat khusus, terdapat pula metode lain yang kadang diterapkan di bengkel, yakni mengganti aki ketika mesin mobil dalam kondisi menyala.
Cara ini memanfaatkan suplai listrik yang masih dihasilkan oleh alternator kendaraan.
Namun demikian, metode tersebut tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena berisiko menimbulkan gangguan pada sistem kelistrikan mobil jika tidak dilakukan dengan benar.
“Kalau mesin hidup, suplai listrik masih ada dari alternator, jadi memori mobil tetap tersimpan. Tapi saat melakukan penggantian, pastikan semua beban listrik seperti lampu, AC, dan audio dalam kondisi mati,” kata Lung Lung.
Ia menambahkan, kehati-hatian tetap diperlukan karena kesalahan dalam proses penggantian dapat menimbulkan lonjakan listrik atau gangguan pada komponen elektronik kendaraan.
Selain memperhatikan cara penggantian, pemilik mobil juga diimbau untuk tidak menunggu hingga aki benar-benar rusak atau soak sebelum melakukan penggantian.
Pemeriksaan kondisi aki secara berkala sangat penting untuk mengetahui performa dan usia pakai komponen tersebut.
Secara umum, aki mobil memiliki masa pakai rata-rata sekitar dua hingga tiga tahun, tergantung pada jenis aki, kondisi penggunaan kendaraan, serta faktor lingkungan seperti suhu dan kelembapan.
Dengan melakukan pemeriksaan rutin, pemilik kendaraan dapat mendeteksi lebih awal tanda-tanda penurunan performa aki, seperti suara starter yang melemah, lampu indikator redup, atau sistem kelistrikan yang mulai tidak stabil.
Langkah antisipatif ini dinilai penting terutama menjelang musim mudik Lebaran, ketika kendaraan biasanya digunakan untuk perjalanan jarak jauh dalam waktu lama.
“Kondisi aki yang prima tentu memperkecil risiko mobil mogok di perjalanan. Dengan begitu perjalanan mudik bisa berlangsung lebih aman dan nyaman,” ujar Lung Lung.
Perawatan kendaraan yang baik, termasuk memastikan kondisi aki tetap optimal, menjadi salah satu faktor kunci untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan menuju kampung halaman.**/red















