Danlanud Sultan Hasanuddin Ikuti FGD Strategi Gerilya Udara
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassar – Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto mengikuti Focus Group Discussion Staf Ahli Kasau Tahun Anggaran 2026 secara daring.
Ia mengikuti forum strategis tersebut dari Ruang Rapat Mako Lanud Sultan Hasanuddin pada Selasa (10/3/2026).
Forum ini mengangkat tema reformulasi gerilya udara dalam menghadapi perang berlarut yang semakin kompleks.
Melalui diskusi tersebut, jajaran TNI Angkatan Udara memperkuat konsep gerilya udara sebagai strategi pertahanan menghadapi dinamika konflik modern.
Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono membuka kegiatan sekaligus menyampaikan arah kebijakan strategis kekuatan udara.
Ia menyoroti perubahan lingkungan strategis global yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi militer.
Menurutnya, perkembangan itu mendorong konflik bersenjata bergerak menuju karakter multi-domain yang melibatkan berbagai dimensi operasi.
“Kondisi ini menuntut kekuatan udara yang tidak hanya memiliki daya tempur tinggi, tetapi juga ketahanan operasi serta fleksibilitas,” tegasnya.
Ia menambahkan, TNI AU perlu memperkuat kemampuan pemulihan cepat agar operasi udara tetap berlanjut dalam berbagai situasi konflik.
Selain itu, ia mendorong reformulasi konsep gerilya udara sebagai pendekatan operasional yang mampu menjaga kesinambungan daya tempur.
Kasau juga menekankan pentingnya penguatan infrastruktur pangkalan dan fleksibilitas pola operasi di berbagai wilayah.
Ia juga menyoroti peran vital ketahanan logistik serta kemampuan pemulihan fasilitas secara cepat saat menghadapi tekanan operasi.
“Sinergi dengan industri pertahanan nasional serta pemanfaatan teknologi modern menjadi kunci meningkatkan daya tahan operasi udara,” ujarnya.
Ia juga menegaskan penggunaan sistem tanpa awak, sensor canggih, komando digital, dan kemampuan peperangan elektronik harus terus dikembangkan.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

