Rabu, 4 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Hukum » Richard Lee Tak Ditahan, Polda Metro Jaya Terapkan Wajib Lapor

Richard Lee Tak Ditahan, Polda Metro Jaya Terapkan Wajib Lapor

  • account_circle Nadya
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Polda Metro Jaya tidak melakukan penahanan terhadap dokter kecantikan Richard Lee meski telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen.

Kepolisian memilih menerapkan kewajiban wajib lapor sembari melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, Sabtu (21/2/2026).

Ia menegaskan, keputusan tidak menahan tersangka diambil berdasarkan pertimbangan hukum dan prosedur yang berlaku.

“Terhadap tersangka DRL tidak dilakukan penahanan dan yang bersangkutan dikenakan wajib lapor,” ujar Budi, seperti dikutip dari keterangan resmi yang disiarkan melalui kanal kepolisian.

Menurut Budi, penyidik tetap melanjutkan proses pemberkasan perkara secara profesional dan proporsional.

Setelah dinyatakan lengkap secara internal, berkas akan diekspose kepada jaksa penuntut umum untuk diteliti lebih lanjut.

“Penyidik akan melengkapi berkas perkara, setelah itu akan melakukan ekspose kepada jaksa penuntut umum. Seluruh proses kami pastikan berjalan sesuai aturan yang berlaku,” kata dia.

Langkah tidak melakukan penahanan terhadap tersangka, lanjut Budi, mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku, termasuk Pasal 100 ayat (5) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP.

Kepolisian menilai, penahanan bukan satu-satunya instrumen dalam proses penyidikan selama tersangka dinilai kooperatif dan tidak memenuhi alasan objektif maupun subjektif untuk ditahan.

Richard Lee ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya pada 15 Desember 2025.

Penetapan itu dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan atas laporan dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen.

Kasus ini bermula dari laporan yang diajukan oleh dokter kecantikan Samira Farahnaz, yang dikenal dengan sebutan Doktif (Dokter Detektif).

Baca juga :  Jericho Mandahari Berhasil Damaikan Pihak Bersengketa di Pengadilan Negeri Depok

Laporan tersebut dilayangkan ke Polda Metro Jaya pada 2 Desember 2025 dengan nomor LP/B/7317/XII/2024/SPKT Polda Metro Jaya.

Dalam laporan tersebut, pelapor menduga adanya pelanggaran terkait praktik atau aktivitas yang masuk dalam ranah regulasi kesehatan dan perlindungan konsumen.

Namun, hingga kini kepolisian belum merinci secara terbuka konstruksi perkara secara detail, termasuk pasal-pasal yang disangkakan selain merujuk pada ketentuan hukum yang berlaku.

Budi menegaskan, publik berhak mengawasi jalannya proses hukum sebagai bagian dari transparansi penegakan hukum.

Ia memastikan penyidik bekerja secara akuntabel dan tidak memihak.

“Kami membuka ruang pengawasan dari masyarakat. Proses penyidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai aturan,” ujarnya.

Proses Hukum Berlanjut Tanpa Penahanan

Keputusan tidak menahan tersangka kerap memicu persepsi publik, terlebih jika perkara menyangkut figur publik.

Namun secara hukum, penahanan bukan kewajiban mutlak dalam setiap perkara pidana.

KUHAP mengatur bahwa penahanan dilakukan apabila terdapat kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi tindak pidana.

Dalam kasus ini, kepolisian belum menyampaikan secara rinci alasan subjektif dan objektif yang menjadi dasar tidak dilakukannya penahanan.

Meski demikian, penerapan wajib lapor menunjukkan bahwa penyidik tetap menerapkan mekanisme kontrol terhadap tersangka selama proses hukum berjalan.

Wajib lapor mengharuskan tersangka hadir secara berkala ke kantor kepolisian sesuai jadwal yang ditentukan penyidik.

Apabila kewajiban tersebut dilanggar, penyidik dapat mempertimbangkan langkah hukum lanjutan, termasuk penahanan.

Secara terpisah, belum ada keterangan resmi dari pihak Richard Lee terkait status tersangka dan keputusan tidak dilakukan penahanan.

Prinsip praduga tak bersalah tetap melekat hingga ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Penanganan perkara ini akan memasuki tahap penelitian berkas oleh jaksa penuntut umum setelah penyidik menyatakan berkas lengkap secara formil dan materil.

Baca juga :  Kejari Kota Bekasi Geledah Kantor PT CIA, Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Olahraga

Jika dinyatakan lengkap (P-21), perkara akan dilimpahkan ke tahap penuntutan di pengadilan.

Kasus yang melibatkan dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen memiliki implikasi luas, terutama menyangkut kepercayaan publik terhadap layanan dan praktik kesehatan.

Karena itu, proses hukum yang transparan dan berbasis bukti menjadi krusial.

Polda Metro Jaya menyatakan berkomitmen menjalankan penyidikan sesuai prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Masyarakat diminta menunggu perkembangan resmi dari aparat penegak hukum serta tidak berspekulasi sebelum proses hukum tuntas.

Dengan status tersangka yang telah ditetapkan dan kewajiban wajib lapor yang diberlakukan, proses hukum terhadap Richard Lee kini bergantung pada kelengkapan berkas dan hasil penelitian jaksa.

Publik akan menilai konsistensi aparat dalam menegakkan hukum secara setara dan tanpa pandang bulu.**/red

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Nadya adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Meriah! Kodaeral I Sambut HUT Ke-80 TNI AL dengan Olahraga, Bakti Sosial, dan Donor Darah

    Meriah! Kodaeral I Sambut HUT Ke-80 TNI AL dengan Olahraga, Bakti Sosial, dan Donor Darah

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Belawan, Sumatera Utara – Suasana penuh semangat dan kebersamaan menyelimuti Komplek TNI AL Barkuda, Tanjung Mulia, Medan, Senin (8/9/2025). Dalam rangka menyambut HUT Ke-80 TNI Angkatan Laut, Kodaeral I menggelar serangkaian kegiatan mulai dari olahraga bersama, bakti sosial, hingga bakti kesehatan. Komandan Kodaeral I, Laksamana Muda TNI Deny Septiana, S.I.P., M.A.P., bersama Ketua Daerah Kodaeral […]

  • Lanal Sabang Gelar Opening Ceremony Patkor Indindo-45rd/25 Secara Virtual: Perkuat Kerja Sama Maritim Indonesia–India

    Lanal Sabang Gelar Opening Ceremony Patkor Indindo-45rd/25 Secara Virtual: Perkuat Kerja Sama Maritim Indonesia–India

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Sabang – Pangkalan TNI AL (Lanal) Sabang menggelar Opening Ceremony Patroli Terkoordinasi (Patkor) Indindo-45rd/25 secara virtual, Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini dipimpin oleh Danguskamla Koarmada I Laksamana Pertama TNI Dedi Komarudin, S.H., M.Tr.Opsla., S.Sos., yang terhubung langsung dengan jajaran Indian Navy di India. Acara terpusat di Aula Teuku Umar, Mako Lanal Sabang, serta dihadiri […]

  • Brimob Batalyon D Pelopor Intensifkan Patroli Rayonisasi di Kabupaten Bekasi

    Brimob Batalyon D Pelopor Intensifkan Patroli Rayonisasi di Kabupaten Bekasi

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kab. Bekasi – Brimob Batalyon D Pelopor meningkatkan patroli rayonisasi untuk menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Bekasi, Senin, 26 Januari 2026. Sebagai langkah awal, perwira pengendali memimpin belasan personel Brimob dengan perlengkapan patroli lengkap guna memperkuat pengamanan wilayah. Selanjutnya, patroli difokuskan pada pencegahan dini gangguan kamtibmas, terutama tawuran remaja dan balap […]

  • Kriminalisasi Perdata dan Arogansi Aparat: Kasus Rini, Cermin Buram Penegakan Hukum

    Kriminalisasi Perdata dan Arogansi Aparat: Kasus Rini, Cermin Buram Penegakan Hukum

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    PPWI menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan membuka seluruh prosesnya ke publik sebagai bentuk perlawanan terhadap dugaan ketidakadilan

  • Kodim 0506/Tangerang Intensifkan Patroli Malam untuk Jaga Kondusivitas Wilayah

    Kodim 0506/Tangerang Intensifkan Patroli Malam untuk Jaga Kondusivitas Wilayah

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang, 5 Juni 2026 – Kodim 0506/Tangerang menggelar patroli malam guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mencegah potensi gangguan kamtibmas di wilayah binaan. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat malam dengan melibatkan personel dari Koramil 04/Ciledug dan Koramil 03/Serpong sebagai unsur pelaksana di lapangan. Kodim mengerahkan patroli sebagai langkah preventif untuk menciptakan situasi wilayah yang […]

  • Branding Halu-Halu, Tiket Naik Kelas Instan yang Membawa Bau Busuk

    Branding Halu-Halu, Tiket Naik Kelas Instan yang Membawa Bau Busuk

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Oleh Novita Sari Yahya, National Director Indonesia 2023-2024 Di negeri Konoha, jalan tercepat untuk “naik kelas” ternyata bukan lewat prestasi atau kerja keras. Cara instan yang paling diminati adalah branding halu-halu: beli sponsor, panggil media, dan pastikan kamera merekam setiap momen. Tidak masalah kalau isi pidato ngawur atau aktivitasnya dipoles setengah hati—yang penting ada visual: […]

expand_less