Bansos Beras Jatiasih Disalurkan, 157 KPM Belum Ditemukan
- account_circle Firman Ugm
- calendar_month Senin, 14 Sep 2026
- print Cetak

BEKASI – Penyaluran bantuan sosial beras pemerintah di Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, telah mencapai 1.819 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari total 1.976 KPM yang tercatat dalam data penerima.
Sebanyak 157 KPM lainnya hingga kini belum ditemukan oleh pihak kelurahan.
Kondisi tersebut terjadi di tengah proses penyaluran bantuan beras untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September.
Lurah Jatiasih, Sakum Nugraha, mengatakan penyaluran bantuan telah dilakukan selama beberapa hari dan melibatkan unsur lingkungan untuk membantu menemukan penerima yang alamatnya belum jelas.
Menurut Sakum, dari total 1.976 KPM yang tercatat, sebanyak 1.819 KPM telah menerima bantuan.
“Total yang masuk ke kelurahan kita dapat data 1.976, bisa dibagikan selama beberapa hari kemarin, dari hari Senin sampai hari Jumat, total 1.819,” ujar Sakum.
Bantuan yang diterima setiap KPM berupa tiga karung beras dengan berat masing-masing 10 kilogram.
Dengan demikian, setiap keluarga penerima memperoleh total 30 kilogram beras untuk alokasi bantuan selama tiga bulan.
“Total bantuan yang diterima setiap keluarga mencapai 30 kilogram beras, karena itu untuk alokasi bulan Juli sampai September,” jelasnya.
Sakum menjelaskan, proses penyaluran tidak sepenuhnya berjalan mulus karena terdapat sejumlah data penerima yang mencantumkan alamat kurang jelas.
Selain itu, beberapa data juga disebut belum dilengkapi keterangan RT secara memadai.
Kondisi tersebut membuat petugas kelurahan harus melakukan pencarian dan verifikasi tambahan sebelum bantuan diserahkan kepada penerima.
Menurut Sakum, pihak kelurahan tetap berupaya mencari penerima berdasarkan data yang tersedia.
Petugas juga memanfaatkan bantuan pengurus lingkungan, termasuk unsur RT dan RW, untuk menelusuri keberadaan KPM yang belum ditemukan.
“Walaupun datanya pada alamat yang nggak jelas, tapi kita tetap cari melalui pamor. Ada beberapa yang ketemu, akhirnya kita kasih ke mereka dan kita konfirmasi berdasarkan NIK yang dipegang sama dia,” ungkapnya.
157 KPM Masih Dalam Penelusuran
Dari 1.976 KPM yang tercatat, sebanyak 157 penerima belum ditemukan hingga proses penyaluran berlangsung.
Sakum mengatakan pihak kelurahan masih melakukan konfirmasi untuk mengetahui keberadaan penerima tersebut.
Ia menyebut salah satu kemungkinan adalah adanya penerima yang sudah berpindah tempat tinggal.
Namun, kemungkinan tersebut belum dapat dipastikan sebelum dilakukan verifikasi lebih lanjut.
“Yang 157 ini belum ketemu. Bisa jadi orangnya pindah, jadi kita lagi konfirmasi terus,” kata Sakum.
Untuk mempercepat pencarian, Kelurahan Jatiasih melibatkan pengurus RT dan RW dalam proses penyampaian informasi kepada penerima bantuan.
Pengurus lingkungan diharapkan dapat membantu menemukan warga yang tercantum dalam data tetapi sulit dilacak berdasarkan alamat yang tersedia.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan tidak diberikan kepada pihak yang keliru.
Sakum menegaskan kelurahan tidak memiliki kewenangan penuh untuk menentukan siapa saja yang masuk sebagai penerima bantuan maupun menetapkan jumlah bantuan yang diterima.
Peran kelurahan dalam proses tersebut antara lain menjadi lokasi penyaluran sekaligus membantu proses distribusi dan verifikasi penerima berdasarkan data yang diterima.
“Kelurahan hanya berperan sebagai tempat penyaluran, sementara data penerima dan distribusi bantuan ditetapkan melalui pihak terkait,” paparnya.
Menurut Sakum, data penerima yang diterima kelurahan tetap perlu diperiksa di lapangan.
Verifikasi diperlukan terutama ketika terdapat perbedaan atau ketidakjelasan antara data administrasi dengan kondisi penerima di lingkungan tempat tinggal.
Karena itu, pihak kelurahan diberikan waktu untuk melakukan penelusuran terhadap penerima yang belum ditemukan.
“Makanya kita dikasih waktu seminggu,” jelasnya.
Sakum berharap proses pencarian tersebut dapat menemukan penerima yang masih belum menerima bantuan.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pengurus lingkungan agar persoalan data penerima dapat segera dikonfirmasi.
Berdasarkan data yang disampaikan Kelurahan Jatiasih, jumlah 1.976 KPM penerima bantuan beras tersebut masih berada di bawah 10 persen dari perkiraan total sekitar 12.000 kepala keluarga di wilayah tersebut.
Sakum mengatakan penerima bantuan berasal dari kategori wilayah atau desil yang tercantum dalam data penerima manfaat pemerintah.
Dengan demikian, jumlah penerima tidak ditentukan secara langsung oleh kelurahan.
Hingga proses penyaluran berlangsung, persoalan utama yang masih dihadapi adalah menemukan 157 KPM yang belum menerima bantuan.
Pihak Kelurahan Jatiasih masih melakukan penelusuran dan verifikasi dengan melibatkan unsur RT dan RW.
Proses tersebut menjadi penting agar bantuan beras yang dialokasikan untuk masyarakat dapat diterima oleh warga yang memang tercantum sebagai penerima sesuai data pemerintah.
Di sisi lain, persoalan alamat yang tidak lengkap atau data lingkungan yang belum sesuai menunjukkan pentingnya pemutakhiran data penerima bantuan secara berkala.
Data yang akurat tidak hanya membantu mempercepat distribusi, tetapi juga mengurangi risiko bantuan terlambat, tidak tersalurkan, atau salah sasaran.
Kelurahan Jatiasih kini masih menunggu hasil penelusuran terhadap 157 KPM yang belum ditemukan.
Sementara itu, 1.819 KPM lainnya telah menerima bantuan beras dengan total 30 kilogram per keluarga untuk alokasi Juli hingga September.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Firman Ugm
Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

