Minggu, 18 Okt 2026
Beranda » EKONOMI » Pagar Laut Bekasi: Dari Kontroversi Pemilik Hingga Penyegelan Oleh KKP

Pagar Laut Bekasi: Dari Kontroversi Pemilik Hingga Penyegelan Oleh KKP

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bekasi – Setelah kasus pagar laut di Tangerang, perhatian kini tertuju pada pagar laut di Bekasi yang memicu polemik. Pagar ini membentang sepanjang dua kilometer dengan lebar 70 meter di perairan Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Keberadaannya yang kontroversial tidak hanya menyusahkan nelayan, tetapi juga memicu tindakan tegas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Berikut enam fakta penting terkait pagar laut Bekasi;

1. Siapa Pemilik Pagar Laut Bekasi?

Berbeda dengan pagar laut di Tangerang yang masih misterius, pagar laut Bekasi diketahui dimiliki oleh dua perusahaan swasta, yaitu PT Tunas Ruang Pelabuhan Nusantara (TRPN) dan PT Mega Agung Nusantara (MAN).

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Perikanan Muara Ciasem pada DKP Jawa Barat, Ahman Kurniawan, pagar ini dibangun atas kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan kedua perusahaan tersebut sejak 2023.

“Kerja sama ini bertujuan untuk penataan alur Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Paljaya yang sedang dibangun,” ujar Ahman pada Selasa, 14 Januari 2025 seperti dilansir dari tempo.co

Kerja sama ini direncanakan berlangsung hingga 2028. Ahman menambahkan bahwa proyek ini juga mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta untuk mendukung pengelolaan kelautan yang lebih terarah dan terstruktur.

2. Alasan Dibangunnya Pagar Laut

Ahman menjelaskan, pagar laut dibuat untuk memfasilitasi pembangunan alur PPI Paljaya. Proyek ini dirancang agar nelayan memiliki jalur khusus yang memudahkan aktivitas bongkar muat hasil tangkapan ikan.

Alur tersebut direncanakan sepanjang 5 kilometer dengan lebar 70 meter dan kedalaman 5 meter, mencakup total luas sekitar 50 hektare.

Pembangunan ini juga melibatkan sejumlah pihak teknis untuk memastikan bahwa jalur yang dibuat sesuai dengan standar internasional.

Pilihan Editor :  Unleashing Creativity with AI: Microsoft Edge's New Image Generator

Selain itu, kawasan pelabuhan akan dilengkapi dengan tiga jenis fasilitas, yaitu fasilitas pokok (alur pelabuhan, dermaga, dan mercusuar), fasilitas penunjang (perkantoran), dan fasilitas umum (kamar mandi dan masjid).

“Dengan kesepakatan ini, visi DKP Jabar untuk menata kawasan pelabuhan dapat berjalan seiring dengan tujuan bisnis investor,” tambah Ahman.

Ahman juga menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan untuk menciptakan pusat ekonomi baru di wilayah pesisir Bekasi.

Dengan pelabuhan yang tertata, pemerintah berharap aktivitas perikanan menjadi lebih efisien, mendukung pengelolaan hasil laut yang berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.

3. KKP Nyatakan Pagar Laut Tak Berizin

Namun, KKP menegaskan bahwa pagar laut ini tidak memiliki izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto, menyatakan bahwa KKP belum pernah mengeluarkan izin untuk kegiatan pemagaran tersebut.

“Kami belum menerbitkan PKKPRL untuk pagar bambu ini,” kata Doni saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 14 Januari 2025. Menurutnya, proyek ini seharusnya dihentikan hingga izin yang diperlukan terpenuhi.

Pernyataan ini memunculkan pertanyaan terkait koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mengelola proyek-proyek besar yang melibatkan ruang laut.

4. KKP Pernah Meminta Penghentian Pembangunan

KKP telah menyampaikan peringatan resmi pada 19 Desember 2024 agar kegiatan pemagaran dihentikan. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Pung Nugroho Saksono, menjelaskan bahwa pihaknya juga melakukan pengumpulan data lapangan.

Meski demikian, aktivitas di lokasi pagar laut tetap berlanjut hingga akhirnya KKP mengambil langkah tegas.

Pung Nugroho menegaskan bahwa setiap kegiatan yang menggunakan ruang laut harus melalui proses perizinan yang ketat.

Pilihan Editor :  Satgas TMMD Kodim 1807 Kebut Pembangunan Jembatan Beton

Hal ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut dan memastikan bahwa setiap proyek memberikan manfaat nyata tanpa merugikan masyarakat lokal.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya kelautan.

5. Penyegelan Oleh KKP

Pada Rabu, 15 Januari 2025, KKP menyegel pagar laut tersebut. Papan segel dari Direktorat Jenderal PSDKP dipasang di lokasi, dan semua aktivitas dihentikan sejak pukul 12.00 WIB.

Pung Nugroho mengungkapkan, keputusan penyegelan diambil setelah menemukan alat berat masih beroperasi di lokasi meskipun peringatan sudah diberikan.

“Kami sudah peringatkan sejak Desember, tapi kegiatan masih berlangsung. Maka dari itu, kami segel,” tegasnya.

Penyegelan ini diharapkan memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang mengabaikan regulasi terkait pemanfaatan ruang laut.

Langkah ini juga menjadi bukti komitmen KKP dalam menjaga kelestarian sumber daya kelautan Indonesia.

6. Menyulitkan Nelayan Lokal

Keberadaan pagar laut ini menimbulkan dampak besar bagi nelayan setempat. Salah seorang nelayan, Mitun (28), mengaku harus menempuh jalur memutar untuk menuju lokasi penangkapan ikan, yang sebelumnya dapat diakses langsung.

“Jalurnya jadi jauh, biaya bahan bakar pun meningkat. Akhirnya, saya memutuskan berhenti jadi nelayan,” keluhnya. Kini, Mitun beralih profesi menjadi pemandu wisata Sungai Jengkem.

Selain itu, warga sekitar mengaku tidak pernah mendapat sosialisasi terkait pembangunan pagar laut. “Tiba-tiba pagar itu sudah ada. Kami bingung asal-usulnya,” ujar Mitun.

Kondisi ini menunjukkan kurangnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat terkait proyek yang berdampak langsung pada kehidupan mereka.

Dampak lainnya adalah peningkatan biaya operasional nelayan yang masih bertahan. Beberapa dari mereka bahkan terpaksa menjual perahu karena tidak mampu menanggung biaya bahan bakar yang terus meningkat. Situasi ini memicu keresahan di kalangan nelayan yang berharap ada solusi konkret dari pemerintah.

Pilihan Editor :  4 Kunci Menciptakan Kemitraan Di Mana Semua Orang Menang

Kesimpulan

Kasus pagar laut Bekasi menggambarkan kompleksitas pengelolaan ruang laut yang melibatkan banyak pihak. Meski memiliki tujuan positif dalam mendukung pembangunan pelabuhan, kurangnya izin dan minimnya sosialisasi kepada warga setempat menjadi persoalan besar.

Kini, dengan penyegelan oleh KKP, diharapkan ada solusi yang lebih baik untuk mendukung nelayan sekaligus menyelesaikan konflik kepentingan di kawasan tersebut.

Lebih jauh, kasus ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya komunikasi yang transparan, perizinan yang sesuai, dan koordinasi antar lembaga pemerintah.

Pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat lebih bersinergi untuk memastikan setiap proyek besar memberikan manfaat maksimal tanpa mengorbankan hak masyarakat lokal, khususnya nelayan yang sangat bergantung pada sumber daya laut.

(bang tama/red)

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Menarik Dibaca

  • Kodim 0504/Jakarta Selatan Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Sepak Bola

    Kodim 0504/Jakarta Selatan Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Sepak Bola

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Selatan, 10 Juli 2026 – Kodim 0504/Jakarta Selatan bersama seluruh Koramil jajarannya menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola bersama masyarakat pada Jumat dini hari (10/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat komunikasi sosial sekaligus memupuk semangat kebersamaan antara prajurit TNI dan warga di wilayah binaan. Nobar berlangsung serentak di Markas Kodim 0504/Jakarta Selatan dan […]

  • Tim Wasev Tinjau TMMD 125 Kodim 1506/Namlea di Buru Selatan

    Tim Wasev Tinjau TMMD 125 Kodim 1506/Namlea di Buru Selatan

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Buru Selatan, 4 Agustus 2025 — Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-125 Kodim 1506/Namlea turun langsung meninjau pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kabupaten Buru Selatan, Senin (4/8/2025). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat setempat. Dipimpin Kolonel Inf Fajar Ali Nugraha, Tim […]

  • Google Melarang Puluhan Aplikasi Mengandung Perangkat Lunak Pengumpulan Data Ilegal

    Google Melarang Puluhan Aplikasi Mengandung Perangkat Lunak Pengumpulan Data Ilegal

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2022
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Gensa – Google Melarang Puluhan Aplikasi yang Mengandung Perangkat Lunak Pengumpulan Data Ilegal. Segala sesuatu mulai dari aplikasi cuaca hingga doa ditemukan mengandung kode tersembunyi yang dapat mengumpulkan lokasi pengguna, alamat email, nomor telepon, dan banyak lagi. Oleh Madeline Garfinkle  Gensa CLub – Google Melarang Puluhan Aplikasi yang Mengandung Perangkat Lunak Pengumpulan Data Ilegal Lusinan […]

  • Serikat Pemuda Apresiasi Kepemimpinan Irjen Pol Asep, Kinerja Polri Semakin Presisi

    Serikat Pemuda Apresiasi Kepemimpinan Irjen Pol Asep, Kinerja Polri Semakin Presisi

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Polda Metro Jaya memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 yang mencakup bidang lalu lintas, kriminalitas, serta pelayanan publik. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa sepanjang 2025 terdapat 74.013 laporan kejahatan, atau sekitar 16,7 persen dari total laporan polisi nasional. “Sepanjang tahun 2025, Polda Metro Jaya menjadi salah […]

  • Turnamen Layang-Layang Perdana di Surau Anjuang, Meriahkan Bulan Kemerdekaan

    Turnamen Layang-Layang Perdana di Surau Anjuang, Meriahkan Bulan Kemerdekaan

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Kontributor
    • 0Komentar

    Pemuda Surau Anjuang menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kegiatan kreatif yang memberi manfaat bagi kampung.

  • Jembatan Garuda dan Program Gentengisasi Resmi Dibuka

    Jembatan Garuda dan Program Gentengisasi Resmi Dibuka

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang, 8 Mei 2026 – Kodim 0506/Tangerang meresmikan Jembatan Garuda dan program Gentengisasi di Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Jumat pagi. Peresmian berlangsung melalui pemotongan pita simbolis, sehingga masyarakat langsung memanfaatkan jembatan tersebut untuk aktivitas sehari-hari tanpa pembatasan. Kodim 0506/Tangerang menuntaskan pembangunan secara penuh dan menyerahkan hasilnya kepada warga sebagai penerima manfaat utama […]

expand_less