Jumat, 6 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Ekonomi » Korea Selatan Siapkan 130,000 Kuota Untuk Pekerja Asing

Korea Selatan Siapkan 130,000 Kuota Untuk Pekerja Asing

  • account_circle Gensa Media Indonesia
  • calendar_month Minggu, 29 Des 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ekonomi – Korea Selatan mengambil langkah besar untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja yang semakin akut di berbagai sektor industri. Pada 20 Desember 2024, Kementerian Ketenagakerjaan dan Tenaga Kerja mengumumkan rencana mengizinkan 130,000 pekerja asing masuk ke negara tersebut pada tahun 2025.

Langkah ini merupakan bagian dari program yang telah berjalan sejak 2004, dirancang untuk membantu majikan lokal yang kesulitan mencari tenaga kerja di sektor-sektor tertentu.

Program ini melibatkan kolaborasi antara Korea Selatan dan 17 negara mitra. Mulai tahun depan, Tajikistan juga akan bergabung sebagai mitra baru dalam program ini.

Para pekerja asing yang datang akan mendapatkan akses ke beberapa jenis visa kerja, seperti visa E-9, E-8, dan E-10, masing-masing disesuaikan dengan kebutuhan spesifik sektor tertentu.

Kuota pekerja asing yang ditetapkan untuk tahun 2025 adalah 130,000, sedikit lebih rendah dibandingkan kuota tahun ini yang mencapai 165,000.

Namun, angka ini tetap mencerminkan upaya serius pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar tenaga kerja. Berikut rincian distribusi kuota pekerja asing :

  • Manufaktur: hingga 72,000 pekerja
  • Pertanian dan peternakan: maksimum 10,000 pekerja
  • Layanan: 3,000 pekerja
  • Pembangunan kapal: 2,500 pekerja
  • Konstruksi: 2,000 pekerja

Sisa kuota sebanyak 32,000 akan dialokasikan berdasarkan permintaan tambahan dari berbagai industri. Selain itu, pemerintah berencana menerbitkan 75,000 visa E-8 untuk pekerja musiman, naik dari 68,000 pada tahun ini.

Visa E-8 memungkinkan pekerja asing bekerja selama periode sibuk hingga delapan bulan. Untuk visa E-10, yang khusus bagi kru kapal, kuotanya diperkirakan mencapai 2,100 pekerja.

Para pekerja asing akan ditempatkan di sektor-sektor yang paling membutuhkan tenaga kerja. Visa E-9 memberi kesempatan kepada pekerja asing untuk bekerja di berbagai industri seperti manufaktur, pertanian, dan layanan.

Baca juga :  As a Muslim woman in the fashion industry, Hana Tajima has faced her fair share of challenges.

Sementara itu, visa E-8 dirancang khusus untuk kebutuhan musiman, seperti masa panen di sektor pertanian. Alokasi kuota untuk setiap sektor dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan industri dan permintaan pasar.

Kekurangan tenaga kerja telah menjadi salah satu tantangan utama bagi Korea Selatan, terutama di sektor manufaktur, pertanian, dan layanan. Dengan populasi yang menua dan tingkat kelahiran yang rendah, negara ini menghadapi kesenjangan tenaga kerja yang signifikan.

Pemerintah berharap kebijakan ini tidak hanya membantu menstabilkan ekonomi, tetapi juga mendukung majikan dalam mempertahankan produktivitas.

Penurunan kuota pekerja asing dibandingkan tahun lalu dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor ekonomi, termasuk potensi resesi global.

Namun, langkah ini tetap memberikan peluang besar bagi pekerja asing untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Korea Selatan, sekaligus membuka pintu bagi hubungan kerja sama internasional yang lebih erat.

Dengan kebijakan ini, Korea Selatan menunjukkan komitmennya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan solusi nyata bagi krisis tenaga kerja yang selama ini membayangi berbagai sektor industri.

Selain itu, kebijakan ini menciptakan peluang kerja bagi pekerja asing yang ingin mencari penghidupan lebih baik, sambil membantu memperkuat hubungan bilateral antara Korea Selatan dan negara-negara mitra.

Namun, tantangan tetap ada. Pemerintah Korea Selatan perlu memastikan bahwa masuknya pekerja asing ini tidak memengaruhi kesempatan kerja tenaga kerja lokal.

Selain itu, perlindungan hak-hak pekerja asing juga harus menjadi prioritas utama untuk menghindari potensi eksploitasi.

Keputusan Korea Selatan untuk membuka pintu bagi 130,000 pekerja asing pada tahun 2025 adalah langkah strategis yang berani. Dengan kebijakan ini, negara tersebut tidak hanya berupaya mengatasi tantangan internal tetapi juga mempererat hubungan internasional dengan negara-negara mitra.

Baca juga :  Lakukan Langkah Ini Sebelum Mobil Ditarik Oleh Debt Collector Leasing Atau Bank

Apakah langkah ini akan berhasil mengatasi krisis tenaga kerja di Korea Selatan? Waktu yang akan membuktikan.

Dalam dunia yang semakin terhubung, kebijakan seperti ini menunjukkan bagaimana kerja sama internasional dapat menjadi solusi bagi masalah domestik.

Langkah ini sekaligus membuka peluang bagi pekerja asing untuk berkontribusi dalam ekonomi global, menciptakan masa depan yang lebih cerah untuk semua pihak yang terlibat.

(Red)

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Interesting

  • Kodam Iskandar Muda Kerahkan PRCPB di 9 Kabupaten/Kota Aceh

    Kodam Iskandar Muda Kerahkan PRCPB di 9 Kabupaten/Kota Aceh

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Banda Aceh – Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., memastikan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) Kodam Iskandar Muda siaga penuh menghadapi banjir yang melanda sembilan kabupaten/kota di Aceh. Pasukan dari Batalyon Komposit PRCPB disiapkan untuk bergerak cepat dan terkoordinasi, memastikan bantuan dapat tersalurkan ke wilayah terdampak paling parah. Dalam keterangannya pada […]

  • Bento, Warga Jatibening Baru Laksanakan Kurban Mandiri

    Bento, Warga Jatibening Baru Laksanakan Kurban Mandiri

    • calendar_month Senin, 17 Jun 2024
    • account_circle Gensa Media Indonesia
    • 0Komentar

    Ini adalah cara kami untuk tetap menjaga tradisi dan memastikan bahwa semua orang bisa merasakan kebahagiaan Idul Adha

  • Perkuat Sinergitas, Dankodaeral I Jalin Silaturahmi dengan Kajati Sumut

    Perkuat Sinergitas, Dankodaeral I Jalin Silaturahmi dengan Kajati Sumut

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kedua pimpinan sepakat bahwa kerjasama erat antara TNI AL dan Kejati bukan hanya menjaga kedaulatan negara

  • Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle Gensa Media Indonesia
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • Jembatan Garuda Hampir Rampung, Akses Warga Panunggangan Segera Terbuka

    Jembatan Garuda Hampir Rampung, Akses Warga Panunggangan Segera Terbuka

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang, 21 April 2026 – Pembangunan Jembatan Garuda di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, mencapai 97,5 persen. Infrastruktur ini segera membuka akses vital bagi ratusan warga. Proyek ini menghubungkan Kelurahan Panunggangan Utara dan Panunggangan Timur. Sekitar 500 kepala keluarga akan merasakan manfaat langsung dari kehadiran jembatan tersebut. Jembatan beton sepanjang 8 meter dan lebar 2 meter […]

  • Narkoba Picu Pencurian Sawit Terorganisir di Sumut, Petani dan Perusahaan Terdampak

    Narkoba Picu Pencurian Sawit Terorganisir di Sumut, Petani dan Perusahaan Terdampak

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Medan, 19 Juni 2026 – Lonjakan pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Utara memicu kekhawatiran serius. Peredaran narkoba diduga kuat menjadi pemicu utama kejahatan terorganisir tersebut. Aksi pencurian tidak hanya menyasar perkebunan besar, tetapi juga menghantam petani kecil. Dampaknya langsung terasa pada ekonomi keluarga yang bergantung pada hasil panen. Selain itu, pelaku […]

expand_less