Wapang TNI Tandyo Budi Tekankan Militansi dan Integritas kepada Pasis Seskoad
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 38 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung – Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. menekankan pentingnya militansi, totalitas pengabdian, keberanian, dan visi strategis dalam membentuk kepemimpinan perwira TNI.
Pesan tersebut ia sampaikan saat memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-68 Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Bandung, Senin (12/10/2026).
Melalui kegiatan itu, Tandyo berbagi pengalaman penugasan sekaligus memberikan pembekalan kepemimpinan kepada para perwira yang mengikuti pendidikan di Seskoad.
Pembekalan tersebut menyoroti pentingnya karakter pemimpin dalam menghadapi dinamika tugas militer yang terus berkembang.
Bagi calon pemimpin TNI, kemampuan menjalankan tugas tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan dan keterampilan teknis.
Sebaliknya, setiap perwira juga perlu membangun keteguhan sikap, keberanian mengambil tanggung jawab, serta kemampuan membaca tantangan strategis.
Militansi dan Totalitas Pengabdian Jadi Bekal Pemimpin
Dalam kuliah umum tersebut, Tandyo menempatkan militansi dan totalitas pengabdian sebagai nilai penting yang perlu melekat pada setiap pemimpin TNI.
Militansi mencerminkan keteguhan dalam menjalankan tugas, sedangkan totalitas pengabdian menuntut komitmen terhadap tanggung jawab yang melekat pada jabatan.
Kedua nilai itu menjadi bagian dari karakter kepemimpinan yang perlu perwira kembangkan selama pendidikan maupun ketika menjalankan penugasan.
Selain itu, Tandyo menekankan keberanian sebagai unsur penting dalam kepemimpinan.
Seorang pemimpin perlu mengambil keputusan secara bertanggung jawab, terutama ketika menghadapi situasi yang menuntut ketegasan dan pertimbangan matang.
Namun, keberanian tetap harus berjalan bersama penilaian yang cermat terhadap kondisi, risiko, dan konsekuensi setiap keputusan.
Dengan demikian, kepemimpinan tidak sekadar berkaitan dengan kewenangan, tetapi juga kemampuan mengarahkan personel serta mempertanggungjawabkan keputusan.
Tandyo juga menyoroti pentingnya visi strategis bagi para perwira yang kelak mengemban tanggung jawab kepemimpinan.
Visi strategis membantu pemimpin memahami perubahan situasi, mengenali tantangan, dan menentukan langkah sesuai kebutuhan organisasi.
Terlebih lagi, perkembangan lingkungan strategis menuntut para perwira untuk terus meningkatkan kemampuan analisis dan menyesuaikan pendekatan terhadap tantangan yang muncul.
Melalui pembekalan tersebut, para peserta pendidikan diharapkan mampu menghubungkan pengalaman tugas dengan pemahaman kepemimpinan yang lebih luas.
Seskoad Siapkan Perwira Menghadapi Tantangan
Pendidikan Reguler ke-68 Seskoad menjadi konteks penting bagi pembekalan kepemimpinan yang disampaikan Wakil Panglima TNI.
Dalam kegiatan itu, Tandyo memberikan penekanan pada nilai-nilai yang perlu para perwira kembangkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab.
Pembentukan karakter kepemimpinan juga berkaitan dengan profesionalisme dan integritas dalam menjalankan amanah organisasi.
Profesionalisme menuntut perwira memahami tanggung jawab serta menjalankan tugas sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, integritas mengharuskan pemimpin menjaga konsistensi antara nilai, sikap, dan tindakan ketika menghadapi berbagai situasi.
Kombinasi nilai tersebut penting agar kepemimpinan tidak hanya berorientasi pada pencapaian tugas, tetapi juga memperhatikan tanggung jawab dan keteladanan.
Melalui pendidikan dan pembekalan, para perwira diharapkan dapat memperkuat kesiapan menghadapi tantangan sesuai bidang tugas masing-masing.
Meski demikian, keterangan kegiatan ini tidak merinci materi teknis yang dibahas, durasi kuliah umum, maupun tanggapan langsung dari para peserta.
Informasi tersebut dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai proses pembelajaran dan penerapan nilai kepemimpinan dalam pendidikan Seskoad.
Kepemimpinan untuk Menjaga Kedaulatan Negara
Pembekalan Tandyo menempatkan karakter kepemimpinan sebagai salah satu unsur penting dalam menyiapkan calon pemimpin TNI masa depan.
Para perwira diharapkan mampu mengembangkan sikap tangguh, profesional, dan berintegritas dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada negara.
Selain itu, visi strategis dan keberanian mengambil tanggung jawab dapat membantu pemimpin menghadapi perubahan situasi secara terukur.
Nilai-nilai tersebut juga perlu berjalan bersama disiplin, kemampuan menilai keadaan, dan kesadaran terhadap tanggung jawab jabatan.
Pada akhirnya, pembentukan pemimpin militer membutuhkan perpaduan antara kompetensi, karakter, dan komitmen terhadap tugas.
Melalui kuliah umum di Bandung pada Senin (12/10/2026), Wakil Panglima TNI mendorong para peserta Dikreg ke-68 Seskoad memperkuat bekal kepemimpinan untuk menghadapi tantangan mendatang.
Pembekalan itu diharapkan mendukung kesiapan para perwira dalam menjalankan tanggung jawab serta berkontribusi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

