Triton Tertabrak KA Gajayana di Bulak Kapal, Pengemudi Tewas, Perlintasan Jadi Sorotan

BEKASI – Seorang pengemudi mobil pikap Mitsubishi Triton bernama Alfaruq (22) meninggal dunia setelah kendaraannya tertabrak Kereta Api (KA) Gajayana Tambahan Nomor 7002A di perlintasan sebidang Bulak Kapal, Jalan Pahlawan,...

Triton Tertabrak KA Gajayana di Bulak Kapal, Pengemudi Tewas, Perlintasan Jadi Sorotan – Foto/Ilustrasi Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

BEKASI – Seorang pengemudi mobil pikap Mitsubishi Triton bernama Alfaruq (22) meninggal dunia setelah kendaraannya tertabrak Kereta Api (KA) Gajayana Tambahan Nomor 7002A di perlintasan sebidang Bulak Kapal, Jalan Pahlawan, Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/7/2026) sekitar pukul 00.50 WIB.

Peristiwa maut tersebut kembali memunculkan sorotan terhadap aspek keselamatan di perlintasan kereta api yang belum dilengkapi sistem pengamanan otomatis dan tidak memiliki petugas jaga saat kejadian berlangsung.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota Iptu Rojali membenarkan insiden tersebut.

Menurutnya, kecelakaan melibatkan sebuah Mitsubishi Triton bernomor polisi B 9220 FSW dengan KA Gajayana Tambahan yang melintas dari arah barat menuju timur.

“Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara kendaraan Mitsubishi Triton dengan KA Gajayana. Pengemudi mobil meninggal dunia di tempat kejadian,” kata Rojali dalam keterangan resminya.

Benturan keras membuat kendaraan terseret sekitar 30 meter dari titik tabrakan.

Korban dilaporkan terjepit di dalam kabin sehingga meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan bermula ketika dua kendaraan melaju dari arah Jalan HM Joyomartono menuju Jalan Pahlawan untuk melintasi rel kereta api di Bulak Kapal.

Saat itu, kondisi perlintasan masih terbuka.

Mobil pertama berhasil melewati rel tanpa hambatan.

Namun, saat Mitsubishi Triton memasuki lintasan, KA Gajayana Tambahan yang melintas di jalur hulu langsung menghantam bagian kendaraan tersebut.

Akibat kejadian itu, petugas Satlantas Polres Metro Bekasi Kota segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mengevakuasi korban ke RSUD Kota Bekasi.

Pilihan Editor :  Polisi Amankan 58 Diduga Anarko di Indramayu, Ada Bom Molotov hingga Senjata Tajam

Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Rojali mengatakan, penyelidikan masih berlangsung sehingga pihaknya belum menyimpulkan secara final faktor penyebab kecelakaan.

Meski demikian, dari hasil pemeriksaan awal diduga terdapat kurangnya antisipasi pengemudi saat melintasi perlintasan sebidang.

Selain memeriksa seorang warga sipil, penyidik juga telah meminta keterangan dua petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang bertugas pada perjalanan kereta tersebut.

Perlintasan Swadaya Dinilai Rawan, Polisi Dorong Pemasangan Palang Otomatis

Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan ialah tidak adanya petugas yang berjaga di lokasi ketika kecelakaan terjadi.

Menurut Rojali, perlintasan Bulak Kapal selama ini hanya dijaga secara swadaya oleh masyarakat dan bukan petugas resmi yang berjaga sepanjang waktu.

“Itu penjagaannya sifatnya swadaya. Saat kecelakaan tidak ada warga yang berjaga,” ujar Rojali.

Kondisi tersebut juga menyulitkan penyidik dalam merekonstruksi peristiwa secara utuh.

Sebab, saksi yang telah dimintai keterangan bukan merupakan orang yang menyaksikan langsung tabrakan, melainkan datang setelah kecelakaan terjadi.

“Saksi yang kami periksa merupakan saksi yang datang setelah kecelakaan terjadi,” katanya.

Polisi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan setiap kali melintasi perlintasan sebidang, terutama yang belum memiliki sistem pengamanan otomatis.

Pengendara diminta selalu memperhatikan rambu lalu lintas, memastikan tidak ada kereta yang melintas, serta tidak memaksakan diri menerobos rel.

Di sisi lain, kepolisian juga berharap instansi terkait segera meningkatkan standar keselamatan di lokasi tersebut dengan memasang palang pintu otomatis beserta sistem peringatan yang memadai.

“Kami berharap pihak terkait segera memfungsikan palang pintu otomatis seperti yang ada di Ampera, sehingga ketika kereta melintas palang dapat menutup secara otomatis dan dilengkapi rambu peringatan,” kata Rojali.

Pilihan Editor :  Terjerat Pinjaman Online, IRT di Bekasi Temukan Jalan Keluar Lewat Bantuan Hukum

Sementara itu, penjaga perlintasan swadaya, Alfian (21), mengaku telah berupaya memperingatkan pengguna jalan sebelum kereta melintas.

Menurut dia, kereta telah membunyikan klakson sebagai tanda peringatan, sementara dirinya bersama warga juga berteriak agar kendaraan berhenti.

“Kereta sudah membunyikan klakson dan kami juga sudah berteriak, ‘awas kereta’. Tapi mobil itu tetap jalan sampai akhirnya tertabrak,” ujar Alfian.

Ia menjelaskan, sesaat sebelum kecelakaan, satu mobil lain masih sempat melewati rel dengan selamat.

Setelah itu, sebuah sepeda motor sempat berada di depan Mitsubishi Triton sehingga kendaraan pikap tersebut melambat.

Begitu sepeda motor berhasil menghindar, Triton kembali melaju dan langsung berada di jalur lintasan ketika kereta datang.

Alfian mengungkapkan dirinya baru sekitar dua bulan menjadi penjaga swadaya di perlintasan Bulak Kapal.

Selama bertugas, tantangan terbesar justru berasal dari perilaku sebagian pengguna jalan yang kerap mengabaikan arahan petugas.

“Banyak pengendara yang susah diatur. Sudah diarahkan supaya berada di sebelah kiri, mereka malah mengambil jalur kanan. Ada juga yang berhenti tepat di tengah rel,” ujarnya.

Menurutnya, pelanggaran serupa hampir terjadi setiap hari sehingga meningkatkan potensi kecelakaan di lokasi tersebut.

Selain meminta pemasangan palang pintu otomatis, Alfian juga berharap kondisi permukaan jalan di sekitar rel segera diperbaiki karena kerap membuat kendaraan melambat bahkan tersangkut saat melintas.

Hingga kini, Satlantas Polres Metro Bekasi Kota masih melanjutkan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Kepolisian menegaskan seluruh faktor, termasuk kondisi perlintasan, perilaku pengguna jalan, serta aspek teknis lainnya, akan menjadi bagian dari proses investigasi untuk memperoleh kesimpulan yang komprehensif.**/Red

Sumber: Kompas.com

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *