75 Senjata Diserahkan Sukarela, TNI Perkuat Pendekatan Humanis
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Ternate – Sebanyak 75 pucuk senjata api diserahkan secara sukarela masyarakat kepada TNI melalui jajaran Korem 152/Baabullah di Ternate, Maluku Utara.
Penyerahan tersebut berlangsung Jumat (2/10/2026) dan diterima langsung Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han.
Persenjataan yang diserahkan terdiri atas 15 pucuk senjata standar dan 60 pucuk senjata rakitan.
Dari 60 pucuk senjata rakitan tersebut, sebanyak 41 pucuk berupa laras panjang dan 19 pucuk berupa pistol.
Selain senjata api, kegiatan tersebut juga mencatat adanya penyerahan munisi dan bahan peledak kepada aparat.
TNI menyebut persenjataan tersebut berkaitan dengan peninggalan konflik sosial 1999–2000 dan senjata organik warisan keluarga yang masuk dari Filipina.
Penyerahan secara sukarela itu menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara aparat kewilayahan dan masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, TNI berupaya mendorong masyarakat mengambil langkah yang mendukung terciptanya kondisi keamanan yang kondusif.
75 Senjata Diserahkan Masyarakat
Pangdam XV/Pattimura hadir dalam kegiatan tersebut bersama Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin.
Sejumlah pejabat Kodam XV/Pattimura serta tamu undangan turut menghadiri kegiatan penyerahan tersebut.
Data yang disampaikan Puspen TNI menunjukkan komposisi senjata rakitan lebih banyak dibandingkan senjata standar.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian persenjataan yang berada di tengah masyarakat berasal dari kepemilikan dan sejarah yang berbeda.
TNI menyebut sebagian persenjataan berkaitan dengan konflik sosial yang terjadi pada periode 1999–2000.
Selain itu, terdapat senjata organik warisan keluarga yang disebut masuk dari Filipina.
Namun, bahan yang disampaikan Puspen TNI tidak merinci identitas masyarakat yang menyerahkan senjata maupun lokasi spesifik setiap penemuan.
Karena itu, informasi mengenai proses penyerahan perlu dipahami berdasarkan data resmi yang disampaikan TNI.
Pendekatan tersebut penting untuk menjaga akurasi sekaligus menghindari kesimpulan di luar keterangan resmi.
TNI Tekankan Komunikasi dan Pendekatan Persuasif
Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menilai penyerahan secara sukarela menunjukkan pentingnya komunikasi dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Sabtu (3/10/2026), sehari setelah kegiatan penyerahan senjata di Ternate.
“Penyerahan senjata secara sukarela ini menunjukkan bahwa pendekatan humanis dan komunikasi yang baik mampu membangun kepercayaan masyarakat,” ujar Muhammad Nas.
Menurut dia, pendekatan persuasif menjadi salah satu cara TNI membangun hubungan dengan masyarakat dalam menjaga kondisi keamanan.
“TNI akan terus mengedepankan upaya persuasif dan sinergi bersama masyarakat untuk menciptakan kondisi yang aman dan kondusif,” katanya.
Pernyataan Kapuspen TNI tersebut menempatkan komunikasi masyarakat sebagai bagian dari pendekatan yang digunakan TNI.
Dalam konteks kewilayahan, komunikasi langsung dapat membantu aparat memahami kondisi masyarakat sekaligus menyampaikan pentingnya keamanan lingkungan.
Selain itu, pendekatan persuasif membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga kondisi wilayah.
Karena itu, keberhasilan penyerahan sukarela tidak hanya berkaitan dengan jumlah senjata yang diterima.
Proses tersebut juga berkaitan dengan hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat dalam membangun kepercayaan.
35 Personel Korem 152/Baabullah Terima Penghargaan
Atas keberhasilan tersebut, Pangdam XV/Pattimura memberikan penghargaan kepada 35 personel Korem 152/Baabullah.
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas peran personel dalam mendukung proses penyerahan persenjataan secara sukarela.
Korem 152/Baabullah memiliki peran kewilayahan di Maluku Utara, termasuk dalam pembinaan teritorial dan komunikasi dengan masyarakat.
Dalam pelaksanaan tugas kewilayahan, hubungan dengan masyarakat menjadi salah satu bagian penting untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan.
Karena itu, keterlibatan personel di lapangan tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan.
Komunikasi yang terbangun juga menjadi ruang untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan yang aman dan kondusif.
Pada saat yang sama, masyarakat memiliki peran dalam menyampaikan informasi serta mengambil langkah yang mendukung keamanan bersama.
Penyerahan secara sukarela dalam kegiatan tersebut memperlihatkan adanya partisipasi masyarakat melalui mekanisme komunikasi dengan aparat.
Pendekatan Humanis Jadi Bagian Strategi Keamanan
Keberadaan persenjataan peninggalan konflik memiliki konteks sejarah yang berkaitan dengan perjalanan keamanan di wilayah Maluku Utara.
Dalam bahan resmi TNI, senjata yang diserahkan antara lain disebut berasal dari peninggalan konflik sosial 1999–2000.
Selain itu, TNI menyebut terdapat senjata organik warisan keluarga yang masuk dari Filipina.
Informasi tersebut memberikan konteks mengenai asal-usul persenjataan yang masih berada di tengah masyarakat.
Namun, Puspen TNI tidak merinci kapan masing-masing senjata masuk ke wilayah tersebut atau siapa pemilik sebelumnya.
Dengan demikian, fakta yang tersedia hanya mencakup kategori persenjataan dan keterangan umum mengenai asal-usulnya.
Pendekatan berbasis komunikasi menjadi penting karena penyerahan berlangsung secara sukarela.
Selanjutnya, TNI menyatakan akan terus mengedepankan upaya persuasif dan sinergi bersama masyarakat.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di wilayah jajaran Korem 152/Baabullah.
Bagi masyarakat, keamanan lingkungan membutuhkan partisipasi bersama, termasuk melalui komunikasi dengan aparat ketika menemukan persoalan terkait persenjataan.
Sementara itu, bagi aparat kewilayahan, hubungan yang baik dengan masyarakat dapat mendukung pelaksanaan tugas pembinaan secara lebih efektif.
Penyerahan 75 pucuk senjata tersebut sekaligus menjadi catatan penting mengenai peran komunikasi dalam mendorong partisipasi masyarakat.
Dengan demikian, langkah persuasif menjadi salah satu pendekatan yang digunakan TNI untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendukung keamanan wilayah.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

