TNI Perkuat Sinergi Lintas Sektor Cegah Karhutla di Sambas
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
- print Cetak

Sambas – Mabes TNI memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, melalui penyuluhan dan sinergi lintas sektor.
Upaya tersebut menyasar lima kecamatan, yakni Pemangkat, Semparuk, Salatiga, Selakau, dan Selakau Timur.
TNI menggelar penyuluhan, komunikasi sosial, pemeriksaan peralatan pemadam, hingga dukungan kesehatan bagi masyarakat terdampak kabut asap.
Brigjen TNI Dr. Budi Santoso, S.I.P., M.H. memimpin kegiatan penyuluhan pencegahan Karhutla pada Senin (14/9/2026).
Budi bertugas sebagai Koordinator Penyuluhan Pencegahan Karhutla Mabes TNI dalam kegiatan tersebut.
Penyuluhan berlangsung di Saung Pak Ramadi, tokoh masyarakat di Jalan Badak Putih, Desa Lonam, Kecamatan Pemangkat.
Dalam kegiatan itu, Budi menyampaikan materi pencegahan Karhutla sekaligus komunikasi sosial kepada masyarakat.
Ia juga menyerahkan bantuan sosial dari Panglima TNI kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap warga di wilayah tersebut.
Kegiatan tersebut memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan kebakaran sejak dini.
Selain itu, komunikasi sosial membuka ruang koordinasi antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi risiko Karhutla.
Sehari kemudian, Selasa (15/9/2026), TNI memperkuat koordinasi dengan berbagai unsur di Kecamatan Selakau.
Sinergi Diperkuat dari Deteksi hingga Respons
Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Polsek Selakau, Desa Sungai Nyirih, Kecamatan Selakau.
TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan unsur terkait membahas penguatan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla.
Koordinasi tersebut mencakup deteksi dini, patroli terpadu, penyampaian informasi secara cepat, serta respons terkoordinasi.
Langkah tersebut bertujuan mempercepat penanganan apabila petugas menemukan titik api atau indikasi awal kebakaran.
Selain koordinasi, petugas melakukan inspeksi dan pengecekan langsung terhadap peralatan pemadaman Karhutla.
Pengecekan mencakup kondisi, kelengkapan, dan kesiapan sarana yang akan digunakan ketika petugas menghadapi kebakaran.
Kesiapan peralatan menjadi bagian penting karena respons awal menentukan kemampuan petugas mengendalikan api di lapangan.
Pada kesempatan yang sama, petugas juga memberikan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.
Petugas melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan membagikan masker kepada masyarakat untuk mengurangi risiko paparan asap.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya melindungi masyarakat ketika kualitas udara menurun akibat kebakaran.
Rangkaian kegiatan di Sambas menunjukkan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai unsur secara bersamaan.
TNI memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, masyarakat, dan unsur terkait untuk membangun kesiapsiagaan bersama.
Selain mengandalkan kemampuan personel, sinergi tersebut juga membutuhkan kesiapan peralatan dan kecepatan pertukaran informasi.
Karena itu, penyuluhan kepada masyarakat berjalan beriringan dengan patroli, pemeriksaan sarana, dan penguatan respons lapangan.
TNI juga menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak tahap awal.
Informasi dari masyarakat dapat mempercepat koordinasi ketika muncul indikasi kebakaran di wilayah rawan.
Dengan pola tersebut, pencegahan tidak hanya berlangsung ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi dimulai dari peningkatan kesadaran masyarakat.
Mabes TNI menyatakan akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam menghadapi Karhutla.
Upaya tersebut mencakup pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan, serta perlindungan masyarakat yang terdampak kabut asap.
Melalui kolaborasi lintas sektor, TNI turut mendukung upaya menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Sambas.
Pendekatan terpadu tersebut diharapkan memperkuat kemampuan daerah menghadapi ancaman Karhutla secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

