Ketua AWI Mentawai Temui PLN Tuapejat, Soroti Gangguan Listrik akibat Hama

Kunjungan AWI ke PLN ULP Tuapejat diharapkan menjadi awal sinergi antara insan pers dan penyedia layanan publik dalam mencari solusi

Ketua AWI Mentawai Temui PLN Tuapejat, Soroti Gangguan Listrik akibat Hama – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Mentawai – Gangguan listrik yang berulang di wilayah Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, mendapat sorotan dari kalangan masyarakat dan organisasi profesi wartawan.

Ketua Aliansi Wartawan Indonesia DPC Kabupaten Kepulauan Mentawai, Faisal Ryanggie Fermana, bersama penasihat organisasi M. Syahrul, mendatangi kantor PLN ULP Tuapejat, Senin (18/5/2026), guna meminta penjelasan terkait seringnya pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Kedatangan rombongan AWI diterima langsung oleh Manajer PLN ULP Tuapejat, Fadli Yuliasmar, bersama Team Leader Pelayanan Pelanggan Wawan Kurniawan di kantor PLN Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Pertemuan tersebut membahas keluhan masyarakat terkait gangguan listrik yang dinilai semakin sering terjadi pasca perbaikan jaringan listrik di sejumlah titik wilayah Tuapejat.

Kondisi itu disebut berdampak terhadap aktivitas rumah tangga, pelayanan usaha, hingga pekerjaan masyarakat yang bergantung pada pasokan listrik stabil.

Ketua AWI DPC Kepulauan Mentawai, Faisal Ryanggie Fermana, mengatakan pihaknya menerima berbagai aspirasi dan keluhan warga mengenai pemadaman listrik yang terjadi berulang kali.

Menurutnya, masyarakat berharap adanya langkah konkret dari PLN untuk meminimalisasi gangguan jaringan.

“Keluhan masyarakat cukup banyak. Pemadaman listrik yang berulang tentu mengganggu aktivitas warga, terutama pada malam hari maupun saat masyarakat sedang bekerja,” ujar Faisal usai pertemuan.

Ia menilai keterbukaan informasi dari pihak PLN penting agar masyarakat memahami penyebab gangguan yang terjadi, sekaligus mengetahui langkah penanganan yang sedang dilakukan perusahaan penyedia listrik negara tersebut.

Dalam pertemuan itu, Manajer PLN ULP Tuapejat, Fadli Yuliasmar, menjelaskan bahwa gangguan listrik yang terjadi tidak seluruhnya disebabkan kerusakan teknis internal jaringan.

Menurut dia, terdapat faktor eksternal yang cukup dominan memicu terjadinya gangguan aliran listrik, salah satunya gangguan hewan liar.

Pilihan Editor :  Satgas TNI AD Percepat Pembangunan RTLH di Mentawai, Warga Terlibat Aktif

Fadli mengungkapkan, hewan seperti tupai terbang kerap mengenai jaringan listrik sehingga menyebabkan arus terganggu dan memicu pemadaman di sejumlah wilayah.

“Kami akui gangguan ini cukup sering terjadi. Salah satu penyebabnya adalah hewan seperti tupai terbang yang langsung mengenai jaringan listrik,” kata Fadli.

Ia menjelaskan, karakteristik wilayah Mentawai yang masih memiliki banyak kawasan pepohonan dan habitat satwa liar menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas jaringan distribusi listrik.

Selain itu, kondisi geografis dan cuaca di wilayah kepulauan juga disebut turut mempengaruhi proses pemeliharaan maupun percepatan penanganan gangguan jaringan.

Meski demikian, pihak PLN memastikan akan terus melakukan evaluasi dan langkah antisipasi agar gangguan dapat ditekan seminimal mungkin.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin mempercepat penanganan ketika terjadi gangguan. Kami juga menyiapkan langkah pencegahan, termasuk membuat penghalang atau sistem pengamanan agar hewan tidak bisa masuk dan mengenai jaringan listrik,” ujarnya.

PLN Diminta Tingkatkan Antisipasi Gangguan

Faisal menegaskan, masyarakat pada dasarnya memahami adanya kendala teknis maupun faktor alam dalam distribusi listrik di wilayah kepulauan.

Namun, menurut dia, warga tetap berharap adanya peningkatan kualitas pelayanan serta respons cepat ketika pemadaman terjadi.

Ia juga meminta PLN lebih aktif memberikan informasi kepada masyarakat terkait penyebab gangguan maupun estimasi waktu pemulihan listrik.

Transparansi informasi dinilai penting untuk menghindari keresahan dan spekulasi di tengah masyarakat.

“Yang diharapkan masyarakat sebenarnya bukan hanya listrik cepat menyala kembali, tetapi juga adanya kepastian informasi dan langkah antisipasi supaya gangguan tidak terus berulang,” katanya.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana terbuka dan dialogis.

AWI Mentawai menyatakan akan terus menjalankan fungsi sosial kontrol dengan menyampaikan aspirasi masyarakat secara objektif dan berimbang, termasuk dalam persoalan pelayanan publik.

Pilihan Editor :  Panglima TNI Hadiri Pengarahan Presiden Prabowo kepada Kepala Daerah se-Papua

Sementara itu, pihak PLN menyambut baik masukan dari organisasi wartawan dan masyarakat sebagai bahan evaluasi pelayanan ke depan.

PLN juga memastikan komitmennya menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah Tuapejat dan sekitarnya.

Kunjungan AWI ke PLN ULP Tuapejat diharapkan menjadi awal sinergi antara insan pers dan penyedia layanan publik dalam mencari solusi terhadap persoalan kelistrikan di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Dengan komunikasi yang terbuka, masyarakat diharapkan memperoleh pelayanan listrik yang lebih stabil dan respons penanganan yang lebih cepat ketika gangguan terjadi.**/Red

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *