TNI dan US Army Perdalam Kemampuan Squad LFX di SGS 2026
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 12 menit yang lalu
- print Cetak

Martapura – TNI dan US Army memperdalam kemampuan Squad Live Fire Exercise (LFX) melalui latihan tembak taktis pada Latgabma SGS 2026.
Latihan berlangsung di Lapangan Tembak Puslatpur Kodiklat TNI AD, Martapura, Selasa (8/9/2026), dengan melibatkan prajurit kedua negara.
Latihan tersebut menguji kemampuan menembak taktis menggunakan amunisi tajam dalam skala regu pada skenario operasi yang terintegrasi.
Selain kemampuan menembak, kegiatan ini memperkuat sinkronisasi taktis dan kesiapan personel menghadapi dinamika medan operasi yang kompleks.
Mayor Inf Bayu Adhytia Putra, selaku Liaison Officer (LO) Airborne dan Jungle FTX, menjelaskan keterkaitan materi latihan sejak hari pertama.
“Kegiatan kali ini merupakan rangkaian latihan yang berhubungan dari hari pertama hingga hari ini,” ujar Bayu.
Menurut Bayu, rangkaian tersebut dimulai dengan penerjunan prajurit TNI dan negara sahabat, kemudian berlanjut pada materi Jungle FTX.
Setelah itu, peserta memasuki materi Squad LFX sebagai tahapan latihan tembak taktis secara beregu.
Rangkaian Latihan Terintegrasi
Keterkaitan setiap materi membuat peserta harus mengembangkan kemampuan secara bertahap dalam menghadapi skenario latihan yang semakin kompleks.
Setelah menjalani penerjunan dan Jungle FTX, prajurit menerapkan kemampuan tersebut dalam latihan tembak taktis tingkat regu.
Penggunaan amunisi tajam menuntut setiap prajurit menjaga disiplin, ketepatan prosedur, serta koordinasi selama menjalankan skenario latihan.
Dalam pelaksanaannya, setiap unsur perlu memahami peran masing-masing agar gerakan dan tembakan berjalan secara terkoordinasi.
Karena itu, Squad LFX tidak hanya menguji kemampuan individu, tetapi juga kemampuan regu menjalankan tugas secara terpadu.
Kolaborasi antara TNI dan US Army memberikan ruang bagi kedua pihak untuk menyelaraskan teknik, prosedur, dan komunikasi taktis.
Perkuat Interoperabilitas dan Kesiapan Tempur
Latihan gabungan berskala internasional tersebut menempatkan interoperabilitas sebagai salah satu sasaran penting dalam pelaksanaan kegiatan.
Melalui latihan bersama, prajurit kedua negara dapat membangun pemahaman yang lebih baik mengenai pola kerja dalam operasi gabungan.
Selain itu, sinkronisasi taktis membantu peserta menghadapi berbagai kemungkinan dalam dinamika ancaman modern di medan operasi.
Kemampuan tersebut menjadi penting ketika pasukan harus bergerak dalam lingkungan yang kompleks dan membutuhkan keputusan cepat.
Latihan juga memperkuat kesiapan tempur melalui penerapan kemampuan secara langsung dalam skenario yang menggunakan amunisi tajam.
Selanjutnya, pengalaman bersama dapat memperkuat kepercayaan serta kemampuan kerja sama antarpersonel dari negara peserta SGS 2026.
Rangkaian latihan tersebut menunjukkan bahwa kesiapan operasi membutuhkan kombinasi kemampuan teknis, disiplin, koordinasi, dan komunikasi.
Melalui Squad LFX, TNI dan US Army terus memperkuat kemampuan bekerja bersama dalam menghadapi tantangan operasi modern.
Pada akhirnya, kolaborasi tersebut turut mendukung komitmen negara peserta SGS 2026 dalam memperkuat stabilitas keamanan dan perdamaian kawasan Indo-Pasifik.
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi
