STAFFEX SGS 2026 Masuki Tahap Penyusunan Perintah Operasi Gabungan
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 39 menit yang lalu
- print Cetak

Bandung – TNI dan militer negara sahabat memasuki tahap Operations Order (OPORD) Development dalam STAFFEX Latgabma Multinasional SGS 2026.
Tahapan tersebut berlangsung di Bandung, Selasa (8/9/2026), sebagai kelanjutan proses pemilihan dan persetujuan Course of Action (COA).
Dalam simulasi operasi gabungan itu, Indonesia memimpin proses perencanaan yang melibatkan unsur staf dari berbagai negara peserta.
Setelah komando menyetujui COA, unsur staf mengembangkan keputusan tersebut menjadi rencana operasi yang lebih terperinci dan terkoordinasi.
Proses tersebut menuntut setiap unsur staf memahami tujuan operasi serta peran masing-masing dalam menjalankan rencana yang telah disusun.
Koordinasi dan sinkronisasi antarpersonel menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh komponen rencana bergerak menuju sasaran yang sama.
Terjemahkan Keputusan Komando
Tahap OPORD Development menguji kemampuan staf menerjemahkan keputusan komando menjadi rencana operasi yang dapat dipahami seluruh unsur terkait.
Dalam proses tersebut, setiap unsur staf mengembangkan bagian rencana sesuai fungsi masing-masing melalui koordinasi lintas negara.
Pendekatan itu membantu menyelaraskan berbagai kebutuhan operasi sekaligus menghindari perbedaan pemahaman ketika pasukan menjalankan skenario gabungan.
Selain itu, koordinasi intensif mendorong setiap unsur memahami keterkaitan antara satu bagian rencana dengan bagian lainnya.
Karena itu, penyusunan OPORD menjadi tahapan penting sebelum unsur peserta memasuki pelaksanaan skenario operasi gabungan.
Proses tersebut juga menguji kemampuan staf bekerja secara sistematis dalam situasi yang menuntut ketepatan, koordinasi, dan kecepatan.
Perkuat Interoperabilitas Multinasional
Keterlibatan militer negara sahabat memberikan ruang bagi setiap peserta untuk membangun pola kerja yang lebih terintegrasi.
Melalui proses penyusunan rencana bersama, unsur staf dapat memahami prosedur serta pola koordinasi yang digunakan masing-masing negara.
Selanjutnya, pengalaman tersebut memperkuat kemampuan bekerja bersama dalam kerangka operasi gabungan multinasional.
Interoperabilitas menjadi salah satu aspek penting karena setiap unsur harus mampu menyatukan kemampuan dalam satu rencana operasi.
STAFFEX SGS 2026 juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk menguji efektivitas komunikasi dan koordinasi pada tingkat staf.
Dengan demikian, tahap OPORD Development tidak sekadar menghasilkan dokumen perintah operasi, tetapi juga menguji kesiapan staf menjalankan fungsi perencanaan.
Melalui tahapan tersebut, TNI dan militer negara sahabat terus memperkuat kemampuan menyusun dan menjalankan operasi gabungan secara terkoordinasi.
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi
