Polsek Koja Respons Cepat Dua Laporan Warga: Dugaan Sajam dan Pria Mabuk Tercebur Sungai
Jakarta Utara, 21 April 2026 -;Polsek Koja menindaklanjuti dua laporan warga terkait dugaan pria membawa senjata tajam dan insiden pria mabuk tercebur sungai di Rawabadak Utara. Petugas menerima laporan melalui...

Jakarta Utara, 21 April 2026 -;Polsek Koja menindaklanjuti dua laporan warga terkait dugaan pria membawa senjata tajam dan insiden pria mabuk tercebur sungai di Rawabadak Utara.
Petugas menerima laporan melalui call center 110 pada Selasa siang. Aparat langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan situasi keamanan di wilayah Koja tetap terkendali.
Laporan pertama menyebut dugaan pria membawa senjata tajam di RW 07, Kelurahan Tugu Selatan.
Warga melaporkan kejadian tersebut karena dinilai berpotensi mengganggu ketertiban.
Bhabinkamtibmas bersama Ketua RW 07, Sueb, memimpin pengecekan langsung ke lokasi.
Mereka menyisir area untuk memastikan keberadaan terduga pelaku.
Namun, petugas tidak menemukan pria yang dimaksud saat tiba di lokasi. Situasi di wilayah tersebut kembali dinyatakan aman dan kondusif.
“Setiap laporan masyarakat kami tindak lanjuti dengan cepat dan langsung ke lapangan,” ujar Kapolsek Koja Kompol Dr. Andry Suharto.
Selain itu, Polsek Koja juga menerima laporan kedua terkait pria dalam kondisi mabuk di kawasan Taman Melur, Rawabadak Utara.
Pria tersebut berjalan sempoyongan sebelum terjatuh ke sungai, warga sekitar sempat melempari pria tersebut dengan batu.
Tindakan ini memicu kekhawatiran akan keselamatan korban di lokasi kejadian.
Petugas segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan, mereka berupaya mengamankan situasi sekaligus memastikan kondisi pria tersebut.
Imbauan Jaga Ketertiban dan Hindari Tindakan Main Hakim Sendiri
Polsek Koja menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Polisi meminta warga segera melapor jika menemukan potensi gangguan kamtibmas.
Kapolsek juga mengingatkan warga untuk tidak melakukan tindakan yang membahayakan orang lain.
Ia menilai aksi pelemparan batu berisiko memperparah situasi.
“Kami mengimbau masyarakat tidak bertindak sendiri dan menyerahkan penanganan kepada aparat,” kata Andry.
Ia menegaskan kepolisian akan terus meningkatkan respons cepat terhadap laporan masyarakat, langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Selain itu, polisi juga mendorong sinergi antara warga dan aparat lingkungan, koordinasi ini dinilai penting untuk mencegah potensi konflik di masyarakat.
Kejadian ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan bersama, polisi berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing situasi.
Dengan respons cepat tersebut, Polsek Koja berupaya memastikan setiap laporan tertangani, aparat juga berkomitmen menjaga keamanan warga secara berkelanjutan.









