Jumat, 23 Okt 2026
Beranda » BERITA » Polisi Selidiki Kasus Dosen Diduga Lecehkan 15 Mahasiswa di NTB

Polisi Selidiki Kasus Dosen Diduga Lecehkan 15 Mahasiswa di NTB

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mataram – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang dosen pria terhadap 15 mahasiswa di Nusa Tenggara Barat (NTB) kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian dan masyarakat luas.

Pelaku, yang diidentifikasi sebagai LR, diduga memiliki orientasi seksual sesama jenis dan menggunakan berbagai cara untuk mendekati serta melakukan tindakan tidak pantas terhadap para korbannya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB, Kombes Syarif Hidayat, menjelaskan bahwa penyelidikan intensif tengah dilakukan untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, LR adalah seorang dosen yang mengajar di beberapa perguruan tinggi di NTB. Ia diketahui memiliki akses langsung ke banyak mahasiswa, yang kemudian dimanfaatkan untuk mendekati korban.

Selain itu, Koalisi Stop Kekerasan Seksual NTB telah terlibat aktif dalam mendampingi korban. Perwakilan koalisi, Joko Jumadi, mengungkapkan bahwa mereka saat ini sedang memberikan pendampingan hukum dan psikologis kepada 15 korban yang telah melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

“Semua korban yang sudah teridentifikasi adalah mahasiswa. Kami pastikan bahwa nama-nama mereka dan kronologi kejadian telah disampaikan kepada penyidik untuk ditindaklanjuti,” ujar Joko.

LR diduga menggunakan berbagai modus operandi untuk melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswa.

Salah satu modus yang paling mencolok adalah mengajak korban melakukan ‘ritual mandi suci’ dan ‘transfer ilmu’, yang dikemas dengan dalih kegiatan spiritual dan bimbingan akademik. LR juga disebut-sebut mengutip ayat-ayat suci untuk membangun kepercayaan korban sebelum melakukan pelecehan.

Aksi pelecehan ini sebagian besar terjadi di lingkungan kampus, yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para mahasiswa untuk belajar.

Dengan memanfaatkan otoritasnya sebagai dosen, pelaku berhasil menciptakan situasi di mana korban merasa sulit untuk menolak atau melaporkan tindakan yang dialaminya.

Pilihan Editor :  Kodaeral IX, Pemda, dan Lintas Instansi Kompak Tanam Serentak Cabai & Kedelai di Ambon

Kasus ini mulai terungkap pada akhir Desember 2024, setelah seorang korban berani melaporkan pelecehan yang dialaminya ke Polda NTB.

Penyidik kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Selasa, 31 Desember 2024, dan menemukan indikasi kuat yang mengarah pada sistematisnya tindakan pelecehan ini.

“Saat olah TKP, kami menemukan kejanggalan berupa perkumpulan para pria yang tidur bersama di lokasi tersebut. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik pelecehan yang dilakukan secara terencana,” ungkap Kombes Syarif dilansir dari news.detik.com. Penyelidikan ini juga mengarah pada pengumpulan bukti lain yang memperkuat laporan para korban.

Menurut Joko Jumadi, kasus ini mencerminkan lemahnya perlindungan terhadap mahasiswa dari tindakan pelecehan seksual di lingkungan akademik.

Ia menegaskan pentingnya perhatian lebih terhadap keamanan dan kenyamanan mahasiswa dalam menjalani kegiatan belajar-mengajar.

“Kami berharap kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa pelecehan seksual adalah masalah serius yang tidak bisa dianggap remeh,” tambahnya.

Lebih jauh, modus operandi yang digunakan oleh LR mengindikasikan adanya penyalahgunaan otoritas untuk mengeksploitasi mahasiswa.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa mungkin ada korban lain yang belum melapor karena merasa takut atau malu.

Penyidik kepolisian kini fokus menggali lebih banyak bukti untuk memperkuat kasus ini. Salah satu langkah yang diambil adalah menelusuri isi percakapan antara pelaku dan korban melalui ponsel.

“Kami sedang mendalami data dari ponsel korban untuk melihat isi chat dan kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor,” ujar Kombes Syarif.

Selain itu, Polda NTB bekerja sama dengan berbagai organisasi, termasuk Koalisi Stop Kekerasan Seksual NTB, untuk memberikan pendampingan yang komprehensif bagi korban.

Penyelidikan juga diarahkan untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum teridentifikasi. Upaya ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para korban dan mencegah kasus serupa di masa mendatang.

Pilihan Editor :  TNI dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Kasus ini telah memicu gelombang keprihatinan di kalangan masyarakat, terutama dari kalangan akademisi dan aktivis.

Banyak pihak menyerukan perlunya reformasi sistem pengawasan di lingkungan kampus untuk memastikan tidak ada lagi celah bagi pelaku kekerasan seksual.

Selain itu, masyarakat menuntut adanya mekanisme pelaporan yang lebih ramah terhadap korban agar mereka tidak ragu untuk menyampaikan pengalaman mereka.

Reformasi ini mencakup edukasi tentang pelecehan seksual, pelatihan untuk dosen dan staf kampus, serta kebijakan yang tegas untuk menangani pelaku pelecehan.

“Kita perlu menciptakan budaya di mana korban merasa aman untuk melapor dan pelaku tahu bahwa tindakan mereka tidak akan ditoleransi,” kata seorang aktivis yang enggan disebutkan namanya.

Kasus dugaan pelecehan seksual oleh LR menyoroti tantangan besar dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual.

Diharapkan, kolaborasi antara aparat kepolisian, organisasi masyarakat, dan institusi akademik dapat menghasilkan langkah-langkah konkret untuk menyelesaikan kasus ini dengan tuntas.

Masyarakat pun memiliki peran penting untuk mendukung para korban, mendorong perubahan budaya, dan memastikan keadilan ditegakkan.

Dengan langkah yang tepat, lingkungan kampus dapat menjadi tempat yang benar-benar aman bagi semua pihak untuk belajar dan berkembang.**/red

(bang tama)

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Menarik Dibaca

  • Satgas TMMD Dampingi Posyandu di Mimika, Perkuat Layanan Kesehatan Balita dan Lansia

    Satgas TMMD Dampingi Posyandu di Mimika, Perkuat Layanan Kesehatan Balita dan Lansia

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Mimika, 6 Mei 2026 – Satgas TMMD ke-128 Kodim 1710/Mimika memperkuat layanan kesehatan masyarakat dengan mendampingi kegiatan Posyandu balita dan lansia di Kampung Keakwa. Tim kesehatan Satgas TMMD berkolaborasi dengan tenaga kesehatan Pustu Kampung Keakwa dalam kegiatan yang berlangsung di Distrik Mimika Tengah, Rabu. Kegiatan ini menargetkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar bagi balita dan […]

  • Disdik Sumedang Tegaskan Larangan Study Tour ke Luar Daerah

    Disdik Sumedang Tegaskan Larangan Study Tour ke Luar Daerah

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Sumedang- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang menegaskan bahwa seluruh satuan pendidikan di wilayahnya dilarang melaksanakan kegiatan study tour ke luar daerah, Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Kepala Disdik Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan, S.Sos., M.E., saat ditemui di kantornya, Selasa (29/07/2025). “Sudah kami buatkan dan sebarkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan, mulai dari […]

  • Laptop Bekas Masih Diminati di 2026, Ini Rekomendasi dan Tips Membelinya

    Laptop Bekas Masih Diminati di 2026, Ini Rekomendasi dan Tips Membelinya

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Kontributor
    • 0Komentar

    “Dengan pertimbangan yang matang, laptop bekas dapat menjadi solusi efektif di tengah tekanan harga perangkat baru”

  • Lanal Simeulue Bersihkan Pantai Kawasan Konservasi Penyu dalam Memperingati Hari Maritim Sedunia 2025

    Lanal Simeulue Bersihkan Pantai Kawasan Konservasi Penyu dalam Memperingati Hari Maritim Sedunia 2025

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Simeulue – Dalam rangka memperingati Hari Maritim Sedunia atau World Maritime Day 2025 yang jatuh pada 25 September, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Simeulue bersama sejumlah pemangku kepentingan maritim melaksanakan aksi bersih-bersih pantai di Desa Along, Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, Kamis (25/9/2025). Dengan mengusung tema “Our Ocean, Our Obligation, Our Opportunity”, kegiatan ini […]

  • Hangatkan Suasana Usai Lebaran, Lanal Sabang Gelar Halal Bihalal Penuh Kekeluargaan

    Hangatkan Suasana Usai Lebaran, Lanal Sabang Gelar Halal Bihalal Penuh Kekeluargaan

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Sabang – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai Halal Bihalal yang digelar Pangkalan TNI AL (Lanal) Sabang usai cuti bersama Idulfitri 1446 H/2025 M. Kegiatan yang berlangsung di Mako Lanal Sabang, Rabu (9/4), ini menjadi momentum berharga untuk mempererat tali silaturahmi antarpersonel dan keluarga besar Lanal Sabang. Komandan Lanal Sabang, Kolonel Laut (P) Gita Muharram, […]

  • Prajurit TNI AL Lanal Simeulue Selamatkan Warga yang Terseret Arus di Aceh Selatan

    Prajurit TNI AL Lanal Simeulue Selamatkan Warga yang Terseret Arus di Aceh Selatan

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Aceh Selatan — Laut tak pernah tidur, dan malam itu jadi saksi bagaimana keberanian dan solidaritas bekerja dalam senyap. Sekitar pukul 00.45 WIB, dua warga asal Pasie Raja, Wahyu dan Ahmad, sedang menembak ikan di perairan Pantai Desa Padang Bakau, Kecamatan Labuhan Haji, Aceh Selatan. Tapi suasana hening mendadak berubah jadi panik. Teriakan minta tolong […]

expand_less