PMI dan TNI Evakuasi Korban Pembakaran Honai di Puncak Jaya
Mulia, 18 April 2026 – PMI bersama RSUD dan TNI mempercepat evakuasi serta pelayanan kesehatan bagi korban pembakaran honai di Distrik Puraleme, Puncak Jaya. Tim gabungan menangani warga terdampak akibat...

Mulia, 18 April 2026 – PMI bersama RSUD dan TNI mempercepat evakuasi serta pelayanan kesehatan bagi korban pembakaran honai di Distrik Puraleme, Puncak Jaya.
Tim gabungan menangani warga terdampak akibat aksi kelompok bersenjata di Jalan Trans Papua yang mengganggu keamanan wilayah.
Insiden pembakaran terjadi pada 14 April 2026 di Kampung Kembru, Distrik Sinak, yang menyebabkan warga membutuhkan penanganan medis.
PMI segera mengerahkan tim untuk mengevakuasi korban dari lokasi terdampak menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Selain itu, tenaga medis RSUD memberikan perawatan intensif kepada warga yang mengalami luka dan trauma.
TNI turut mendukung proses evakuasi dengan memastikan keamanan jalur distribusi bantuan dan mobilisasi korban.
Evakuasi Berlanjut, Prioritaskan Penanganan Medis
PMI terus melanjutkan proses evakuasi untuk menjangkau warga yang masih berada di wilayah terdampak.
Tim menjemput korban yang membutuhkan perawatan lanjutan dan membawa mereka ke fasilitas kesehatan di Kabupaten Puncak Jaya.
Koordinasi antara PMI, tenaga medis, dan aparat TNI berjalan intensif untuk mempercepat penanganan korban.
Petugas memprioritaskan keselamatan warga dengan memastikan proses evakuasi berlangsung cepat dan terukur.
Warga yang berhasil dievakuasi langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan serta penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
Harapan Pemulihan dan Stabilitas Keamanan
Para korban menunjukkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan oleh tim gabungan di lapangan.
Mereka berharap situasi keamanan segera pulih agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
“Terima kasih atas bantuan yang diberikan, kami berharap kondisi segera aman,” ujar salah satu warga.
Selain itu, warga juga menginginkan anak-anak dapat kembali bersekolah tanpa rasa takut.
Upaya kemanusiaan ini menjadi bagian penting dalam merespons dampak konflik bersenjata di wilayah tersebut.
Tim gabungan terus berupaya memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang layak dan cepat.
Dengan demikian, PMI, RSUD, dan TNI memperkuat kolaborasi dalam memberikan perlindungan serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.









