Kontak Tembak di Maybrat, Tiga Anggota Kelompok Bersenjata Dilaporkan Tewas
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 13 menit yang lalu
- print Cetak

Maybrat, Papua Barat Daya – Kontak tembak antara Satgas Yonif 9 Marinir dan kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM Kodap IV/Sorong Raya terjadi di kawasan Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat (9/10/2026).
Berdasarkan laporan pendahuluan Penerangan Koops TNI Habema, insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 09.10 WIT saat personel menjalankan Operasi Badai Kasuari 3.10.
Dalam laporan sementara itu, tiga anggota kelompok bersenjata dilaporkan terkena tembakan, tetapi kondisi seluruhnya belum terkonfirmasi secara menyeluruh.
Petugas menemukan satu jenazah di lokasi, sedangkan dua orang lainnya dilaporkan terbawa arus sungai dan masih dalam pencarian.
Laporan tersebut menyebut identitas jenazah yang ditemukan diduga Manfred Fatem, yang disebut sebagai Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya.
Sementara itu, dua orang lainnya diduga bernama Anton Fatem dan Yesias Fatem, tetapi identitas serta kondisi mereka masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Personel Satgas juga mengamankan satu senjata api jenis AK-101 dari lokasi kejadian.
Adapun satu senjata api jenis Caracal dilaporkan terbawa arus sungai dan masih dalam pencarian.
Penerangan Koops TNI Habema menyatakan tidak ada korban dari pihak TNI berdasarkan laporan sementara tersebut.
Identitas Korban dan Pencarian Masih Berlanjut
Informasi mengenai jumlah korban, identitas, dan kondisi orang-orang yang terlibat masih merujuk pada laporan pendahuluan dari pihak militer.
Karena itu, keterangan mengenai dua orang yang dilaporkan terbawa arus sungai belum dapat diperlakukan sebagai konfirmasi bahwa keduanya meninggal dunia.
Pencarian terhadap mereka masih berlangsung menurut informasi yang disampaikan sumber.
Selain itu, identitas jenazah yang ditemukan juga masih berstatus dugaan berdasarkan identifikasi awal, sehingga memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Kepastian mengenai identitas dan kondisi setiap orang menjadi bagian penting dalam penyampaian informasi kepada publik, terutama ketika operasi keamanan masih berjalan.
Di sisi lain, informasi yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci bagaimana kontak tembak bermula, berapa lama insiden berlangsung, atau apakah terdapat warga sipil di sekitar lokasi.
Laporan pendahuluan juga belum memuat rincian mengenai jarak kontak, penggunaan perlengkapan operasi, maupun langkah evakuasi di kawasan sungai tersebut.
Dengan demikian, perkembangan berikutnya perlu mengacu pada keterangan resmi yang telah diverifikasi, bukan pada dugaan yang belum memiliki dasar memadai.
Pangkoops TNI Habema Tekankan Profesionalisme
Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T., menegaskan bahwa pelaksanaan tugas harus berlangsung secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum.
Ia juga menyatakan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas dalam pelaksanaan operasi keamanan.
“Setiap ancaman bersenjata yang membahayakan keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas dan profesional. Namun tujuan utama kami adalah menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat hidup tenang, pelayanan publik berjalan, dan kehidupan sosial kembali tumbuh. Kepada saudara-saudara yang masih berada di hutan, jalan damai tetap terbuka,” tegas Riyanto.
Pernyataan tersebut menekankan dua aspek yang disampaikan pihak TNI, yakni penanganan ancaman bersenjata dan upaya menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Namun, laporan awal belum memerinci dampak kontak tembak terhadap kegiatan warga, layanan publik, ataupun kondisi keamanan di sekitar Sungai Frambu.
Informasi mengenai dampak tersebut diperlukan untuk memberikan gambaran lebih utuh mengenai situasi setelah insiden.
Koops TNI Habema Lanjutkan Koordinasi
Koops TNI Habema menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk menjaga keamanan wilayah dan memantau perkembangan operasi.
Pihaknya juga menyampaikan bahwa informasi lanjutan akan disampaikan berdasarkan fakta yang telah terverifikasi.
Dalam perkembangan kasus seperti ini, pembaruan mengenai hasil pencarian, identifikasi jenazah, serta status senjata api yang dilaporkan terbawa arus menjadi informasi penting untuk memperjelas situasi.
Selain itu, konfirmasi mengenai kemungkinan dampak terhadap warga sipil juga diperlukan apabila tersedia dari sumber berwenang.
Hingga laporan pendahuluan tersebut disampaikan, satu jenazah telah ditemukan, sedangkan dua orang lainnya masih dalam pencarian menurut keterangan pihak militer.
Identitas jenazah dan kedua orang yang dilaporkan terbawa arus masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Karena operasi dan pencarian masih berlangsung, informasi mengenai korban serta perkembangan di lapangan perlu diperbarui berdasarkan keterangan resmi berikutnya.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

