Selasa, 13 Okt 2026
Beranda » BERITA » Jakarta Tak Gelar Operasi Yustisi, Hanya Lakukan Pengecekan Kependudukan

Jakarta Tak Gelar Operasi Yustisi, Hanya Lakukan Pengecekan Kependudukan

  • account_circle Tama
  • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa pemerintah provinsi tidak akan menggelar operasi yustisi kependudukan untuk menyaring pendatang baru pasca-Lebaran.

Sebagai gantinya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) akan melakukan pengecekan data kependudukan guna memastikan kepatuhan terhadap administrasi kependudukan.

“Kami tidak akan melakukan operasi yustisi, tetapi akan melakukan pengecekan kependudukan sebagai langkah preventif,” ujar Pramono Anung dalam konferensi pers di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/3/2025).

Sejak beberapa tahun terakhir, operasi yustisi kependudukan kerap dilakukan di Jakarta usai libur Lebaran.

Tujuannya adalah menertibkan administrasi kependudukan dan mengendalikan urbanisasi yang meningkat akibat arus balik dari daerah ke ibu kota.

Sebagai contoh, pada periode sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menginstruksikan Disdukcapil untuk melaksanakan operasi yustisi guna memastikan para pendatang memenuhi persyaratan administratif sesuai peraturan yang berlaku.

Namun, pada tahun ini, pemerintah Jakarta memilih pendekatan yang lebih persuasif dengan hanya melakukan pengecekan data kependudukan.

Langkah ini bertujuan untuk menjaga keterbukaan dan memudahkan pendatang dalam mengurus dokumen resmi tanpa adanya tindakan represif.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Konawe Nomor 22 Tahun 2015, operasi yustisi merupakan serangkaian tindakan hukum oleh pemerintah daerah dalam rangka menjaga ketertiban umum dan menindak dugaan pelanggaran peraturan daerah yang bersifat pidana.

Sasaran operasi yustisi terdiri dari:

  1. Potensi gangguan, yakni faktor-faktor yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.
  2. Ambang gangguan, yaitu kondisi yang berisiko menimbulkan gangguan ketertiban.
  3. Gangguan nyata, yakni pelanggaran hukum yang mengancam ketertiban umum dan membahayakan masyarakat.

Syarat dan Prinsip Operasi Yustisi

Menurut Pasal 6 Ayat 1 Peraturan Daerah Kabupaten Konawe Nomor 22 Tahun 2015, operasi yustisi dapat dilaksanakan dengan sejumlah syarat, di antaranya:

  • Adanya gangguan nyata terhadap ketertiban yang melanggar hukum dan belum ditangani aparat kepolisian.
  • Dugaan pelanggaran pidana terhadap peraturan daerah setelah tindakan preventif oleh Satpol PP.
  • Potensi gangguan yang dapat berkembang menjadi ancaman nyata terhadap ketertiban umum.
Pilihan Editor :  Danlanud Sultan Hasanuddin Tekankan Integritas dan Kesiapan Personel Hadapi Tantangan ke Depan

Pelaksanaan operasi yustisi juga harus mematuhi asas-asas berikut:

  • Koordinasi dan Legalitas, yaitu berkoordinasi dengan kepolisian dan sesuai peraturan perundang-undangan.
  • Kewajiban, yakni kewajiban pemerintah daerah dalam menegakkan ketertiban.
  • Akuntabilitas, yaitu transparansi dalam pelaksanaan operasi.
  • Profesionalisme, berdasarkan taktik penyidikan yang sah.
  • Proaktif, diinisiasi oleh instansi pemerintah terkait.
  • Menjunjung Hak Asasi Manusia, memastikan perlakuan adil terhadap semua pihak.
  • Efektif dan Efisien, mempertimbangkan keseimbangan antara upaya dan hasil.
  • Transparansi, tindakan operasi yustisi harus terbuka kecuali diatur sebaliknya dalam peraturan daerah.

Jenis dan Metode Operasi Yustisi

Operasi yustisi terbagi menjadi dua jenis utama:

  1. Operasi Terbuka, yang dipublikasikan secara luas dan berorientasi pada tindakan kuratif serta rehabilitasi.

  2. Operasi Tertutup, yang hanya dipublikasikan secara terbatas dan lebih mengedepankan upaya intelijen maupun tindakan represif.

Dari segi pelaksanaannya, operasi yustisi dapat dilakukan dalam bentuk:

  • Operasi penertiban secara paksa, yang bertujuan menertibkan kondisi yang dianggap mengganggu ketertiban umum.

  • Operasi penyidikan, yang melibatkan proses hukum seperti pemanggilan, penyitaan, penyelidikan, dan pemrosesan perkara.

Urbanisasi Pasca-Lebaran dan Antisipasi Pemprov DKI

Setiap tahun, pasca-Lebaran, Jakarta mengalami lonjakan jumlah pendatang dari berbagai daerah yang mencari peluang kerja dan kehidupan yang lebih baik.

Urbanisasi yang tidak terkendali dapat berdampak pada meningkatnya beban infrastruktur, layanan publik, serta permasalahan sosial seperti meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan.

Sebagai respons terhadap fenomena ini, pemerintah DKI Jakarta memilih pendekatan yang lebih lunak dengan melakukan pengecekan kependudukan alih-alih operasi yustisi yang bersifat represif.

Langkah ini dinilai lebih efektif dalam memastikan bahwa para pendatang baru memahami dan memenuhi kewajiban administrasi kependudukan tanpa merasa terintimidasi.

Menurut Kepala Disdukcapil DKI Jakarta, pengecekan kependudukan akan difokuskan pada pemantauan di terminal, stasiun, serta titik-titik strategis lainnya guna memberikan edukasi mengenai kependudukan dan membantu pendatang mengurus dokumen yang diperlukan.

Pilihan Editor :  Panglima TNI Resmikan Grha Wiyata Yuddha Seskoad, Simbol Langkah Maju Pendidikan Militer TNI AD

“Kami akan lebih menitikberatkan pada sosialisasi dan bantuan administrasi dibandingkan tindakan penertiban paksa,” ujar Kepala Disdukcapil.

Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk tidak melakukan operasi yustisi kependudukan pasca-Lebaran 2025, melainkan hanya pengecekan data kependudukan sebagai langkah antisipatif.

Keputusan ini sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan yang lebih terbuka bagi para pendatang, sekaligus memastikan ketertiban administrasi kependudukan.

Dengan strategi ini, diharapkan urbanisasi di Jakarta dapat dikelola dengan lebih baik tanpa menimbulkan dampak sosial yang berlebihan.**

sumber: Tempo

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Menarik Dibaca

  • Pasmar 3 dan Forkopimda Papua Barat Daya Sambut Duta Besar Uni Emirat Arab

    Pasmar 3 dan Forkopimda Papua Barat Daya Sambut Duta Besar Uni Emirat Arab

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Dispen Kormar Sorong — Dalam semangat mempererat hubungan diplomatik dan persahabatan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA), Wakil Komandan Pasmar 3 Brigjen TNI (Mar) A.S. Alimudin, M.Tr.Opsla., M.Han., bersama Forkopimda Provinsi Papua Barat Daya, menyambut kedatangan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Republik Indonesia, H.E. Abdulla Salem Obaid Salem AlDhaheri, di Bandar […]

  • PCNU Bekasi Minta Penanganan Dugaan Korupsi Gus Yaqut Objektif dan Transparan

    PCNU Bekasi Minta Penanganan Dugaan Korupsi Gus Yaqut Objektif dan Transparan

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    “Mudah-mudahan keputusan yang diambil nanti benar-benar berdasarkan hukum yang objektif dan transparan tanpa adanya intervensi pihak lain,”

  • Erick Regarded as Having the Potential to Be a Vice Presidential Candidate

    Erick Regarded as Having the Potential to Be a Vice Presidential Candidate

    • calendar_month Minggu, 9 Apr 2023
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

      Foto oleh Pixabay Indonesia is gearing up for the 2024 presidential election, and with that comes speculation about who will run for president and who their running mate will be.  One name that has been thrown around as a potential vice presidential candidate is Erick Thohir, the current Minister of State-Owned Enterprises.  With his […]

  • Danlanal Dabo Singkep Hadiri Isra Mi’raj

    Danlanal Dabo Singkep Hadiri Isra Mi’raj

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Lingga – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Dabo Singkep Letkol Laut (P) Hendro Wicaksono, M.Tr., Opsla., menghadiri Ceramah Agama Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid Az-Zulfa, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kamis (15/1/2026). Kehadiran Danlanal menegaskan peran TNI AL dalam membangun kedekatan spiritual sekaligus sosial dengan masyarakat. Sejak awal, […]

  • Rupiah Tak Boleh Absen di Ujung Negeri: Lanal Dumai dan BI Riau Perkuat Misi Ekonomi 3T

    Rupiah Tak Boleh Absen di Ujung Negeri: Lanal Dumai dan BI Riau Perkuat Misi Ekonomi 3T

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Pekanbaru – Di balik hiruk-pikuk ekonomi digital dan geliat pasar global, ada satu misi sunyi tapi vital: memastikan Rupiah tetap hadir di pulau-pulau terluar dan wilayah perbatasan Indonesia. Misi inilah yang jadi benang merah dalam kunjungan silaturahmi Komandan Pangkalan TNI AL Dumai, Kolonel Laut (P) Abdul Haris ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau, […]

  • Pj Wali Kota Bekasi Tekankan Arahan Presiden Untuk Wanti-Wanti Kebocoran Korupsi

    Pj Wali Kota Bekasi Tekankan Arahan Presiden Untuk Wanti-Wanti Kebocoran Korupsi

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    KOTA BEKASI – Sosialisasi Anti Korupsi kepada Anggota DPRD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2024 diselenggarakan di Hotel Aston Imperial Bekasi dan telah dibuka Oleh Penjabat Wali Kota Bekasi Gani Muhamad. Senin,(21/10/24). Penyelenggaraan sosialisasi anti korupsi ini untuk bekal semua dan untuk bisa menyikapi diri akan bahayanya korupsi. Presiden RI juga mengatakan untuk mewanti-wanti kebocoran akan […]

expand_less