Hari Kesebelas OMC, TNI Kerahkan Dua Hercules Bawa Bahan Semai ke Banjarmasin
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – TNI mengerahkan dua pesawat Hercules C-130 untuk mengirimkan sekitar 9,5 ton bahan semai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (26/10/2026).
Pengiriman tersebut memasuki hari kesebelas operasi yang melibatkan TNI dan tim gabungan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap di Kalimantan.
Dari Posko Terpadu OMC Halim Perdanakusuma, Jakarta, kedua pesawat membawa dry ice dan garam semai atau natrium klorida (NaCl) melalui empat sortie penerbangan.
Pusat Penerangan TNI mencatat muatan tersebut terdiri atas 4.581 kilogram dry ice dan 5.000 kilogram NaCl, dengan total mencapai 9.581 kilogram.
Jumlah itu setara sekitar 9,58 ton, mendekati angka 9,5 ton sebagaimana tercantum dalam keterangan awal kegiatan.
Dua Hercules Angkut Hampir 9,6 Ton Bahan Semai
Dalam pengiriman tersebut, Hercules A-1339 membawa 2.295 kilogram dry ice melalui dua sortie penerbangan.
Sementara itu, Hercules A-1344 mengangkut 2.286 kilogram dry ice dan 5.000 kilogram NaCl dengan jumlah penerbangan yang sama.
Berdasarkan rincian tersebut, kedua pesawat mengangkut total 4.581 kilogram dry ice serta lima ton garam semai.
Dengan demikian, muatan terbesar dalam pengiriman kali ini berupa NaCl, sedangkan sisanya merupakan dry ice untuk mendukung pelaksanaan OMC.
Penggunaan dua pesawat angkut militer memungkinkan tim membawa kedua jenis bahan semai dalam satu rangkaian dukungan logistik udara.
Namun, keterangan Puspen TNI belum menjelaskan jadwal kedatangan setiap pesawat, lokasi penyimpanan bahan setelah tiba, maupun waktu pelaksanaan penyemaian di wilayah sasaran.
Karena itu, pengiriman logistik ini perlu dibedakan dari pelaksanaan penyemaian di atmosfer yang menjadi bagian teknis operasi modifikasi cuaca.
Dukungan Udara untuk Penanganan Karhutla
TNI bersama tim gabungan melanjutkan dukungan logistik untuk memperkuat pelaksanaan OMC dalam upaya menangani karhutla dan kabut asap di Kalimantan.
Pengiriman bahan semai menjadi salah satu unsur pendukung kegiatan tersebut, terutama dalam memastikan ketersediaan logistik bagi tim pelaksana.
Selain kesiapan pesawat, pelaksanaan OMC juga membutuhkan koordinasi antara unsur penerbangan dan pihak yang menangani aspek teknis modifikasi cuaca.
Meski demikian, informasi yang tersedia belum memuat rincian wilayah penyemaian, kondisi atmosfer saat kegiatan berlangsung, maupun hasil operasi pada hari kesebelas.
Data mengenai luas kebakaran, perkembangan titik panas, kualitas udara, dan perubahan curah hujan juga belum tercantum dalam laporan pengiriman tersebut.
Oleh sebab itu, jumlah bahan yang dikirim belum dapat menjadi ukuran tunggal keberhasilan penanganan karhutla.
Penilaian dampak operasi memerlukan data pelaksanaan OMC serta perkembangan kebakaran dan kondisi cuaca dari instansi yang berwenang.
TNI Lanjutkan Dukungan Logistik OMC
Puspen TNI menyatakan bahwa dukungan alutsista udara menjadi bagian dari komitmen TNI bersama instansi terkait untuk mempercepat penanganan karhutla di Kalimantan.
Pengiriman pada Senin, 26 Oktober 2026, menunjukkan kelanjutan dukungan logistik saat operasi memasuki hari kesebelas.
Selanjutnya, efektivitas dukungan tersebut perlu dilihat melalui keterkaitan antara ketersediaan bahan semai, pelaksanaan operasi di wilayah sasaran, dan perkembangan kondisi kebakaran.
Transparansi data mengenai penggunaan bahan, hasil penyemaian, serta perubahan kondisi lingkungan juga penting untuk memberikan gambaran yang utuh kepada masyarakat.
Dengan demikian, informasi pengiriman 9.581 kilogram bahan semai menjadi catatan logistik operasi, sementara dampak akhirnya terhadap penanganan karhutla tetap memerlukan pembuktian melalui data teknis dan evaluasi instansi terkait.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

