Liga Mahasiswa Taekwondo Makassar Diikuti 1.400 Peserta
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 49 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makasar – Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Jenderal TNI Richard Tampubolon menyaksikan langsung pertandingan Liga Mahasiswa Taekwondo di GOR JK Arenatorium Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Makassar, Minggu (25/10/2026).
Kejuaraan yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 itu melibatkan sekitar 1.400 peserta dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Indonesia Timur.
Richard, yang juga menjabat Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, hadir untuk memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet muda melalui olahraga taekwondo.
Ia menilai kompetisi antarmahasiswa dapat membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat bela diri sekaligus mengasah kemampuan bertanding.
PBTI bersama penyelenggara berharap kejuaraan tersebut memperkuat proses pengaderan atlet dan mendorong lahirnya talenta baru untuk mendukung prestasi taekwondo Indonesia.
Kolaborasi Kampus dan Organisasi Olahraga
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Indonesia Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Liga Mahasiswa Taekwondo bersama PBTI dan Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Sulawesi Selatan.
Kolaborasi tersebut mempertemukan lingkungan perguruan tinggi dengan organisasi pembinaan taekwondo dalam satu ajang kompetisi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dari berbagai kampus memperoleh kesempatan untuk menyalurkan minat dan kemampuan mereka dalam olahraga bela diri.
Selain menjadi arena pertandingan, liga mahasiswa juga berpotensi memperkuat interaksi antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Indonesia Timur.
Keterlibatan kampus dalam penyelenggaraan kompetisi olahraga turut membuka ruang bagi pengembangan kegiatan kemahasiswaan yang berorientasi pada prestasi.
Namun, pembinaan atlet tidak cukup hanya mengandalkan antusiasme peserta dan penyelenggaraan turnamen.
Pembinaan berkelanjutan, kualitas latihan, pendampingan pelatih, serta kesempatan mengikuti kompetisi yang terstruktur juga berperan penting dalam perkembangan atlet.
Karena itu, liga mahasiswa dapat menjadi salah satu bagian dari proses pembinaan apabila penyelenggara dan organisasi olahraga menindaklanjutinya dengan program yang konsisten.
PBTI Dorong Pengaderan Atlet Muda
Richard Tampubolon menegaskan bahwa kehadiran PBTI di tengah mahasiswa merupakan bentuk dukungan terhadap proses pengaderan generasi muda melalui taekwondo.
“Kami dari Pengurus Besar Taekwondo Indonesia hadir langsung di tengah-tengah rekan-rekan mahasiswa hari ini untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengaderan generasi muda melalui taekwondo,” ungkap Richard.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan yang melibatkan peserta dalam jumlah besar.
“Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan turnamen berskala besar ini,” katanya.
Menurut Richard, liga mahasiswa dapat menyediakan ruang positif bagi mahasiswa yang memiliki minat dan bakat dalam olahraga bela diri.
Ia berharap kompetisi semacam itu membantu mahasiswa menyalurkan kemampuan mereka melalui kegiatan yang terarah.
Dukungan terhadap kegiatan olahraga di kampus juga dapat memperluas kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknis dan mental bertanding.
Dengan demikian, kompetisi tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga mendukung proses belajar dan peningkatan kemampuan atlet.
Bagi atlet muda, pengalaman menghadapi lawan dari perguruan tinggi berbeda dapat menjadi bagian penting dalam mengukur kemampuan serta mengevaluasi hasil latihan.
Pengalaman tersebut juga dapat membantu atlet mengenali aspek yang perlu mereka tingkatkan sebelum mengikuti kompetisi berikutnya.
Antusiasme Peserta Jadi Modal Pembinaan
Richard menilai partisipasi sekitar 1.400 peserta menunjukkan tingginya antusiasme terhadap olahraga bela diri di kalangan mahasiswa Indonesia Timur.
Ia memandang kompetisi antarmahasiswa memiliki peran penting dalam rangkaian pembinaan prestasi nasional.
“Bakat-bakat besar di lingkungan kampus membutuhkan panggung kompetisi yang terstruktur agar kemampuan teknis maupun mental bertanding mereka terus terasah,” katanya.
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya menyediakan ruang kompetisi bagi atlet muda yang tumbuh di lingkungan perguruan tinggi.
Melalui pertandingan yang terorganisasi, atlet dapat menguji keterampilan, mengembangkan strategi, dan membangun kesiapan mental menghadapi lawan.
Meski demikian, jumlah peserta belum dengan sendirinya menggambarkan capaian prestasi atlet maupun keberhasilan pembinaan jangka panjang.
Organisasi olahraga dan perguruan tinggi perlu menjaga kesinambungan program agar potensi peserta dapat berkembang menjadi kemampuan kompetitif.
Evaluasi hasil pertandingan, peningkatan kualitas pelatihan, serta pemantauan perkembangan atlet dapat mendukung proses tersebut.
Liga mahasiswa juga dapat menjadi sarana untuk mengenali atlet potensial yang membutuhkan pembinaan lebih lanjut.
Jika penyelenggara mempertahankan kesinambungan kompetisi, ajang seperti ini berpeluang memperkuat hubungan antara kegiatan olahraga kampus dan pembinaan prestasi nasional.
Perkuat Peran Perguruan Tinggi dalam Taekwondo
Penyelenggaraan Liga Mahasiswa Taekwondo di Universitas Hasanuddin memperlihatkan keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung perkembangan olahraga bela diri.
Kerja sama UKM Taekwondo Indonesia Universitas Hasanuddin, PBTI, dan Pengprov Taekwondo Indonesia Sulawesi Selatan menjadi bagian dari upaya mempertemukan potensi mahasiswa dengan sistem pembinaan olahraga.
Kehadiran Richard Tampubolon juga menegaskan dukungan organisasi terhadap kompetisi yang melibatkan generasi muda.
Ke depan, kesinambungan kegiatan, peningkatan kualitas pembinaan, dan perluasan kesempatan bertanding menjadi aspek penting untuk menjaga perkembangan atlet mahasiswa.
Dengan dukungan berbagai pihak, kompetisi di lingkungan kampus dapat mengambil peran dalam menyiapkan atlet yang memiliki keterampilan, disiplin, dan mental bertanding.
Liga Mahasiswa Taekwondo di Makassar pun menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa Indonesia Timur untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi mereka dalam olahraga taekwondo.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

