Panglima TNI Terima Kehormatan dari Korpasgat
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 50 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima gelar Warga Kehormatan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara dalam upacara di Markas Komando Korpasgat, Bandung, Jawa Barat, Senin (26/10/2026).
Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono memimpin langsung upacara tersebut.
Selain Panglima TNI, Korpasgat juga mengangkat Kapolri, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) sebagai warga kehormatan.
Prosesi ini menandai penghormatan Korpasgat kepada para pimpinan institusi pertahanan dan keamanan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan TNI dan Polri.
Pengangkatan tersebut berlangsung melalui rangkaian tradisi yang mencerminkan identitas, kemampuan, dan karakter pasukan khusus TNI AU.
Baret dan Brevet Tandai Pengangkatan
Panitia menandai prosesi dengan pemakaian Baret Korpasgat serta penyematan sejumlah brevet kepada para penerima kehormatan.
Brevet yang disematkan meliputi Brevet Komando, Brevet Terjun Bebas Tempur (TBT), dan Brevet Antiteror Lawan Bajak Udara (Albara).
Selain itu, Korpasgat menyerahkan Pisau Komando sebagai bagian dari rangkaian upacara kehormatan tersebut.
Setiap atribut itu merepresentasikan identitas Korpasgat sebagai pasukan yang mengembangkan kemampuan khusus untuk mendukung pelaksanaan tugas TNI AU.
Melalui tradisi tersebut, Korpasgat menegaskan nilai kehormatan, keberanian, disiplin, dan profesionalisme yang menjadi bagian penting dalam kehidupan prajurit.
Pengangkatan pimpinan TNI dan Polri juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga hubungan antarlembaga dalam menghadapi beragam tantangan keamanan nasional.
Namun, penghormatan tersebut tidak berhenti pada simbol dan seremoni.
Korpasgat juga menampilkan kemampuan operasional untuk memperlihatkan kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan koordinasi.
Panglima TNI Tekankan Profesionalisme Prajurit
Dalam pesan tertulisnya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan kebanggaan terhadap prajurit Korpasgat.
Ia sekaligus mendorong seluruh personel untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan meningkatkan kemampuan profesional.
“Pertahankan NKRI tanpa mengenal lelah, Saya bangga Kepadamu Prajurit Korpasgat. Latih terus dirimu, Agar Kalian menjadi Prajurit Profesional. Komando,” tegas Panglima TNI dalam pesan tersebut.
Pesan itu menekankan dua hal utama, yakni komitmen mempertahankan kedaulatan negara dan kesungguhan prajurit dalam mengasah kemampuan.
Dalam lingkungan militer, latihan berkelanjutan menjadi bagian penting untuk menjaga kesiapan personel menghadapi berbagai kemungkinan penugasan.
Karena itu, profesionalisme tidak hanya bergantung pada keterampilan individu, tetapi juga pada disiplin, kekompakan, dan kemampuan bekerja dalam satu kesatuan.
Prajurit juga perlu menjaga kesiapan fisik serta mental agar mampu menjalankan tugas sesuai tuntutan operasi.
Dorongan Panglima TNI tersebut sejalan dengan karakter Korpasgat yang mengandalkan kemampuan khusus untuk mendukung pelaksanaan operasi militer.
Demonstrasi Airborne Raid Perlihatkan Kemampuan Operasi Khusus
Dalam kesempatan yang sama, prajurit Korpasgat memperagakan kemampuan operasi khusus melalui demonstrasi Airborne Raid.
Demonstrasi tersebut menampilkan sejumlah metode infiltrasi, pengerahan unsur pendukung, serbuan, hingga eksfiltrasi dalam satu rangkaian aksi.
Pada tahap infiltrasi, prajurit memperlihatkan penggunaan wingsuit dan teknik terjun bebas atau free fall.
Mereka juga mendemonstrasikan penggunaan paramotor dan paratrike sebagai sarana untuk mendukung pergerakan melalui udara.
Selain kemampuan infiltrasi, prajurit memanfaatkan teknologi tanpa awak untuk mendukung pelaksanaan operasi.
Peragaan itu mencakup penggunaan drone surveillance untuk pengamatan serta drone kamikaze sebagai bagian dari skenario operasi yang ditampilkan.
Selanjutnya, personel memperagakan serbuan menggunakan kendaraan taktis untuk menunjukkan koordinasi pergerakan pasukan dalam menghadapi sasaran.
Rangkaian demonstrasi kemudian berlanjut ke tahap eksfiltrasi atau penarikan pasukan dari area operasi.
Pada bagian ini, Korpasgat menampilkan metode Airborne Tactical Extraction Platform dengan melibatkan helikopter NAS-332 Super Puma.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan pentingnya koordinasi antara personel, kendaraan, teknologi pengamatan, dan wahana udara dalam skenario operasi khusus.
Demonstrasi itu juga menjadi kesempatan bagi Korpasgat untuk menunjukkan kemampuan yang terus mereka kembangkan dalam mendukung tugas pertahanan negara.
Perkuat Soliditas TNI dan Polri
Pengangkatan Panglima TNI, Kapolri, dan para kepala staf angkatan sebagai warga kehormatan Korpasgat membawa pesan tentang pentingnya soliditas antarlembaga.
TNI dan Polri memiliki peran masing-masing dalam menjaga keamanan serta mendukung stabilitas nasional sesuai kewenangan dan tugasnya.
Oleh sebab itu, komunikasi dan koordinasi yang baik menjadi unsur penting ketika kedua institusi menghadapi tantangan yang membutuhkan kerja sama.
Penghormatan melalui tradisi Korpasgat diharapkan memperkuat hubungan tersebut sekaligus membangun semangat kebersamaan di antara para pimpinan dan prajurit.
Di sisi lain, demonstrasi Airborne Raid memperlihatkan bahwa kesiapan operasional memerlukan latihan, penguasaan teknologi, dan koordinasi yang terencana.
Seluruh unsur itu mendukung upaya membangun prajurit profesional yang mampu menjalankan tugas secara disiplin dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, Korpasgat menegaskan komitmennya untuk menjaga kehormatan satuan, mengembangkan kemampuan prajurit, serta mendukung pelaksanaan tugas TNI dalam mempertahankan keutuhan NKRI.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

