Kapan Air Bersih Mengalir ke Rumah Warga Kampung Yamboi?
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manokwari Selatan – Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel memasuki tahap akhir pembangunan sarana air bersih di Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, Sabtu (24/10/2026).
Prajurit TNI bersama warga memasang dan memeriksa tandon berkapasitas 1.200 liter untuk mendukung penyaluran air bersih bagi kebutuhan rumah tangga.
Meski pengerjaan mendekati penyelesaian, warga masih menantikan kepastian kapan jaringan tersebut mulai mengalirkan air hingga ke rumah mereka.
Komandan Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel, Letkol Czi Sunandar Parius, mengatakan program tersebut bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Air bersih merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari. Melalui program TMMD ini, kami berupaya menghadirkan kemudahan bagi masyarakat agar tidak lagi kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan rumah tangga,” ungkap Sunandar.
Pembangunan sarana air bersih itu mengandalkan kerja sama personel Satgas dan masyarakat, terutama saat menghadapi tantangan geografis selama pengerjaan jaringan pipanisasi.
Namun, laporan kegiatan belum mencantumkan tanggal operasional, jumlah rumah penerima manfaat, maupun rincian sumber air yang akan mengisi tandon.
Medan Menantang Tak Menghentikan Pengerjaan
Pembangunan jaringan pipanisasi di Kampung Yamboi menghadapi tantangan medan yang menuntut ketelitian dan kerja sama selama proses pengerjaan.
Kondisi tersebut mendorong prajurit dan warga untuk saling membantu agar pemasangan instalasi berjalan sesuai kebutuhan.
Selain memasang tandon, personel Satgas memeriksa sambungan jaringan untuk mendukung fungsi sarana ketika penyaluran air dimulai.
Kapasitas tandon mencapai 1.200 liter, tetapi angka tersebut belum menggambarkan kemampuan fasilitas memenuhi kebutuhan seluruh warga.
Pasalnya, laporan dari Pendim 1808/Mansel tidak menyertakan data jumlah pengguna, kebutuhan air harian, ataupun kapasitas sumber air.
Karena itu, masyarakat masih membutuhkan informasi lebih terperinci mengenai jangkauan jaringan dan jadwal pemanfaatan fasilitas tersebut.
Sunandar mengakui pembangunan jaringan pipanisasi bukan pekerjaan mudah, terutama karena kondisi geografis dan medan yang harus dilalui personel.
Meski demikian, ia menilai semangat gotong royong antara prajurit dan masyarakat membantu pengerjaan terus berjalan hingga mendekati tahap akhir.
“Alhamdulillah, kerja keras personel bersama masyarakat mulai membuahkan hasil. Saat ini sarana penampungan air telah dipasang dan dipersiapkan untuk mendukung penyaluran air bersih ke rumah-rumah warga. Kami berharap fasilitas ini nantinya dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” kata Sunandar.
Pernyataan itu menegaskan harapan Satgas agar pembangunan tidak berhenti pada pemasangan infrastruktur, tetapi berlanjut menjadi layanan yang bermanfaat bagi warga.
Warga Menanti Manfaat Nyata Sarana Air Bersih
Bagi masyarakat Kampung Yamboi, sarana air bersih tersebut diharapkan memudahkan pemenuhan kebutuhan rumah tangga setiap hari.
Warga nantinya dapat menggunakan air untuk memasak, mandi, mencuci, serta keperluan domestik lainnya setelah jaringan siap beroperasi.
Dengan akses yang lebih mudah, masyarakat berpotensi mengurangi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Namun, laporan kegiatan belum menjelaskan kondisi akses air warga sebelum pembangunan, sehingga besarnya perubahan yang akan mereka rasakan belum dapat diukur.
Begitu pula, belum ada keterangan mengenai jumlah keluarga yang akan menikmati sambungan jaringan pipanisasi tersebut.
Informasi itu penting agar masyarakat mengetahui cakupan program sekaligus memahami sejauh mana pembangunan menjawab kebutuhan di lingkungan mereka.
Selain memastikan jaringan berfungsi, pengelola juga perlu memperhatikan pemeliharaan tandon dan instalasi agar fasilitas dapat digunakan secara berkelanjutan.
Sebab, manfaat jangka panjang tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada ketersediaan sumber air dan perawatan berkala.
Oleh karena itu, tahap akhir pengerjaan perlu diikuti pemeriksaan teknis sebelum sarana benar-benar mendukung kebutuhan rumah tangga.
Baca juga: Bagaimana PalmCo Menghadapi Karhutla? EWS, Ratusan Peralatan, dan Bantuan Warga
TMMD dan Tantangan Keberlanjutan Infrastruktur
Pembangunan sarana air bersih di Kampung Yamboi menjadi salah satu kegiatan fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Melalui kegiatan tersebut, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel bekerja bersama masyarakat untuk menghadirkan infrastruktur yang menyasar kebutuhan dasar.
Dalam pelaksanaannya, pemasangan tandon dan pemeriksaan sambungan menjadi bagian dari pekerjaan yang mendekati penyelesaian pada 24 Oktober 2026.
Akan tetapi, ukuran keberhasilan tidak cukup bertumpu pada rampungnya konstruksi atau terpasangnya tandon penampungan.
Masyarakat juga membutuhkan kepastian bahwa sumber air mampu memasok jaringan dan fasilitas dapat menjangkau rumah-rumah sesuai rencana.
Karena itu, informasi tentang jadwal pengoperasian, jumlah penerima manfaat, serta mekanisme pemeliharaan akan membantu publik menilai hasil program secara lebih utuh.
Hingga Sabtu (24/10/2026), Satgas melaporkan sarana air bersih di Kampung Yamboi memasuki tahap akhir pengerjaan.
Sunandar berharap fasilitas tersebut memberi manfaat jangka panjang bagi warga, terutama untuk menunjang aktivitas rumah tangga.
Kini, perhatian tertuju pada penyelesaian pemeriksaan teknis dan dimulainya penyaluran air, sehingga harapan masyarakat memperoleh akses yang lebih mudah dapat terwujud.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

