83 Personel Satgas Bakti TNI AD Diberangkatkan ke Mentawai, Tekankan Pendekatan Humanis
Kehadiran Satgas Bakti TNI AD diharapkan dapat memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat sekaligus membantu mendorong pemerataan

MENTAWAI – Sebanyak 83 personel yang tergabung dalam Operasi Satuan Tugas (Satgas) Bakti TNI AD untuk Rakyat Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2026 menerima pengarahan khusus sebelum diterjunkan menjalankan misi pengabdian dan pembangunan di wilayah Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Jumat (8/5/2026).
Pengarahan berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB di Aula Makodim 0319 Mentawai dan dipimpin langsung oleh Pasipam OPS Satgas Bakti TNI AD untuk Rakyat Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2026, Letkol Inf Bambang Budi Hartanto.
Dalam arahannya, Bambang menekankan pentingnya menjaga nama baik institusi TNI AD selama menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh personel agar mengedepankan pendekatan humanis serta menghindari tindakan yang dapat merugikan rakyat.
“TNI AD hadir untuk rakyat. Jangan sampai ada personel yang berbuat merugikan masyarakat. Perhatikan faktor keamanan pribadi selama bertugas dan jangan menyakiti hati rakyat,” tegas Bambang di hadapan seluruh personel satgas.
Sebanyak 83 personel yang mengikuti pengarahan terdiri dari 23 personel Yon Zikon 12 dan 60 personel dari Batalyon TP 951.
Mereka akan diterjunkan untuk mendukung program Bakti TNI AD yang berfokus pada kegiatan pengabdian sosial, pembangunan, serta penguatan hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah Kepulauan Mentawai.
Kegiatan pengarahan tersebut menjadi bagian dari tahapan kesiapan operasi sebelum seluruh personel menjalankan tugas di lapangan.
Selain pembekalan teknis, personel juga diberikan penekanan terkait disiplin, etika bertugas, dan pola komunikasi dengan masyarakat lokal.
Menurut Bambang, keberhasilan Satgas Bakti TNI tidak hanya diukur dari selesainya program pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan personel menjaga kepercayaan masyarakat selama bertugas di daerah penugasan.
Ia menilai pendekatan persuasif dan humanis menjadi faktor penting dalam pelaksanaan tugas di wilayah kepulauan yang memiliki karakter sosial dan geografis berbeda dengan daerah lain.
“Jaga kekompakan, disiplin, dan hubungan baik dengan masyarakat. Kehadiran TNI harus memberikan manfaat dan rasa aman bagi rakyat,” ujarnya.
Program Bakti TNI AD selama ini menjadi salah satu bentuk operasi teritorial yang bertujuan membantu percepatan pembangunan di daerah, khususnya wilayah terpencil dan kepulauan.
Di Kepulauan Mentawai, keberadaan Satgas TNI kerap difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga dukungan pelayanan bagi warga di daerah yang aksesnya masih terbatas.
Tekankan Keamanan dan Profesionalisme Personel
Selain menyoroti hubungan dengan masyarakat, Bambang juga meminta seluruh anggota satgas meningkatkan kewaspadaan dan menjaga faktor keamanan pribadi selama menjalankan tugas.
Menurutnya, kondisi geografis Mentawai yang didominasi wilayah kepulauan dan medan tertentu membutuhkan kesiapan fisik maupun mental personel.
Ia menegaskan seluruh anggota harus mematuhi aturan dan standar operasi yang telah ditetapkan selama masa penugasan berlangsung.
Profesionalisme prajurit, kata dia, menjadi hal penting agar pelaksanaan program berjalan lancar tanpa menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
Pengarahan tersebut juga menjadi momentum penguatan moral dan tanggung jawab personel sebelum memasuki wilayah penugasan.
Dengan jumlah puluhan personel yang akan disebar di sejumlah titik, koordinasi dan soliditas antarsatuan dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan operasi.
Kodim 0319 Mentawai sendiri selama ini menjadi salah satu unsur teritorial yang aktif mendukung program pembinaan masyarakat di wilayah Kepulauan Mentawai.
Kehadiran Satgas Bakti TNI AD diharapkan dapat memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat sekaligus membantu mendorong pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan tersebut.
Pelaksanaan Satgas Bakti TNI AD Tahun 2026 di Mentawai juga diharapkan mampu memperkuat citra TNI sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan negara, tetapi juga hadir membantu masyarakat melalui kegiatan sosial dan pembangunan di daerah terpencil.**/Fais










