TNI Tinjau Pembangunan Enam Jembatan di Mentawai, Dorong Akses dan Ekonomi Warga

Melalui karya bakti ini, TNI hadir untuk rakyat, membantu membuka akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat

TNI Tinjau Pembangunan Enam Jembatan di Mentawai, Dorong Akses dan Ekonomi Warga – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Kepulauan Mentawai – Satgas Operasi Karya Bakti Skala Besar “Bakti TNI untuk Rakyat” meninjau langsung progres pembangunan sejumlah jembatan di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Peninjauan dilakukan Pasipam OPS Satgas Karya Bakti, Letkol Inf Bambang Budi Hartanto bersama Dandenzibang 1/Tuanku Imam Bonjol, Letkol Czi Bambang Sulistiono, guna memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah terpencil.

Peninjauan difokuskan pada enam titik pembangunan jembatan yang menjadi sasaran fisik program karya bakti TNI.

Infrastruktur tersebut dinilai strategis karena menghubungkan sejumlah desa dan dusun yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi darat.

Salah satu proyek utama yang ditinjau berada di jalur penghubung Desa Bukit Pamewa menuju Betumonga.

Di lokasi itu, Satgas membangun jembatan beton berukuran 30 x 6 meter yang diproyeksikan menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat.

Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, memudahkan mobilitas warga, serta membuka keterisolasian wilayah.

Selain itu, rombongan juga mengecek pembangunan jembatan kedua yang berada di kawasan PDAM Desa Bukit Pamewa.

Jembatan berukuran 3 x 6 meter itu dibangun sebagai akses penghubung menuju Rusun Pamewa Indah yang selama ini menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat setempat.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Desa Bosua. Di wilayah tersebut, terdapat tiga jembatan yang masuk dalam program pembangunan Satgas Karya Bakti TNI.

Jembatan ketiga berada di Dusun Bosua dengan ukuran 13 x 6 meter.

Pilihan Editor :  Kapolda Jabar Silaturahmi dengan Forkopimda dan Tokoh Masyarakat di Cirebon

Sementara jembatan keempat dibangun di Dusun Sao dengan ukuran 3 x 6 meter, dan jembatan kelima berada di Dusun Katiek dengan ukuran 10 x 6 meter.

Seluruh pembangunan itu diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah desa dan dusun di Kepulauan Mentawai yang selama ini masih menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur dasar.

Tidak hanya itu, Satgas juga meninjau pembangunan jembatan keenam yang berlokasi di Dusun Ngaik, Desa Beriulou.

Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari program percepatan pembangunan daerah melalui kegiatan karya bakti TNI yang menyasar wilayah-wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

Letkol Inf Bambang Budi Hartanto mengatakan, program Bakti TNI untuk Rakyat merupakan bentuk keterlibatan aktif TNI dalam membantu pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal.

Menurut dia, pembangunan akses dasar seperti jembatan memiliki dampak langsung terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Melalui karya bakti ini, TNI hadir untuk rakyat, membantu membuka akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kepulauan Mentawai,” kata Bambang dalam keterangannya.

Ia menegaskan, keberadaan infrastruktur penghubung sangat penting bagi masyarakat kepulauan yang selama ini bergantung pada jalur-jalur terbatas untuk menjalankan aktivitas ekonomi maupun kebutuhan pelayanan dasar.

Infrastruktur Jadi Penopang Mobilitas dan Pembangunan Desa

Dandenzibang 1/Tuanku Imam Bonjol, Letkol Czi Bambang Sulistiono, menambahkan bahwa pembangunan jembatan bukan hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Menurut dia, akses jalan dan jembatan yang memadai akan mempercepat pergerakan barang dan jasa, sekaligus memudahkan masyarakat menjangkau fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pusat perdagangan.

“Pembangunan ini tidak hanya untuk memperlancar mobilitas warga, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.

Pilihan Editor :  SMA 1 Siberut Selatan Tembus Final Lomba Dance Nasional di Sumbar

Program karya bakti yang dijalankan TNI di Kepulauan Mentawai merupakan bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat melalui pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Selain pembangunan fisik, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kehadiran negara di wilayah terpencil.

Kabupaten Kepulauan Mentawai selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan tantangan geografis cukup berat di Sumatera Barat.

Kondisi kepulauan dan keterbatasan akses transportasi membuat sejumlah wilayah masih membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur dasar secara berkelanjutan.

Melalui pembangunan jembatan yang tengah berjalan, pemerintah bersama TNI berharap konektivitas antarwilayah dapat semakin baik sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tumbuh lebih cepat dan pelayanan publik menjadi lebih mudah dijangkau.

Program “Bakti TNI untuk Rakyat” pun diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan warga, sekaligus memperkuat sinergi antara aparat negara dan masyarakat dalam membangun daerah terpencil di Indonesia.**/Fais

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *