HUT ke-81 RI, Wali Kota Bekasi Minta Aparatur Hadir di Tengah Warga

BEKASI – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Sabtu (22/8/2026), dimanfaatkan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto untuk menegaskan pentingnya...

HUT ke-81 RI, Wali Kota Bekasi Minta Aparatur Hadir di Tengah Warga – Foto Istimewaa
-AA+

BEKASI – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Sabtu (22/8/2026), dimanfaatkan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto untuk menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Tri mengatakan semangat warga dalam merayakan kemerdekaan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial.

Menurut dia, momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi pemerintah untuk memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kepedulian sosial, serta memastikan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Semangat masyarakat merayakan kemerdekaan menjadi motivasi bagi kita bersama. Kemerdekaan yang hari ini kita nikmati harus menjadi modal dasar untuk memberikan kesejahteraan,” ujar Tri, Sabtu (22/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Tri didampingi Camat Pondok Melati Cecep Miftah Farid dan Lurah Jatimurni Mochamad Sunaryadi.

Advertisement

Tri menilai pembangunan Kota Bekasi masih menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan laporan administratif sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Aparatur, kata dia, harus melihat secara langsung kondisi masyarakat dan memahami persoalan yang dihadapi warga.

Ia meminta jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan, termasuk puskesmas serta organisasi perangkat daerah (OPD), untuk memperkuat interaksi dengan masyarakat.

“Saya sudah minta jajaran camat, lurah, puskesmas dan OPD yang berada di jajaran paling bawah untuk terus berada di tengah-tengah warga masyarakat,” katanya.

Menurut Tri, kehadiran aparatur secara langsung diperlukan agar berbagai persoalan masyarakat dapat diketahui lebih cepat.

Dengan demikian, pemerintah dapat menentukan langkah penanganan berdasarkan kondisi nyata di lapangan, bukan semata-mata berdasarkan laporan birokrasi.

Pilihan Editor :  Defisit APBD Kota Bekasi Capai Rp227 Miliar, Pemkot Genjot Rasionalisasi

“Bahwa kami hadir adalah dalam rangka mewujudkan apa yang menjadi harapan dan cita-cita agar Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur bisa kita wujudkan bersama-sama,” ujarnya.

Pesan tersebut sejalan dengan penekanan Tri dalam sejumlah agenda HUT ke-81 RI di Kota Bekasi, yang antara lain mendorong masyarakat memperkuat kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong.

Bekasi Peduli dan Bantuan untuk Korban Bencana

Selain berbicara mengenai pelayanan publik dan pembangunan, Tri juga mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi musibah.

Pemerintah Kota Bekasi sebelumnya menerbitkan surat edaran untuk menggalang bantuan melalui program Bekasi Peduli. Hingga Sabtu (22/8/2026), dana yang terkumpul disebut telah mencapai sekitar Rp600 juta.

“Harapannya tentu akan semakin banyak warga masyarakat ikut serta,” kata Tri.

Ia mengatakan pengalaman penanganan bencana sebelumnya menunjukkan bahwa kebutuhan bantuan tidak berhenti ketika masa tanggap darurat berakhir. Tantangan yang lebih besar justru muncul pada tahap pemulihan atau recovery, terutama ketika bencana menyebabkan kerusakan fasilitas umum, bangunan pemerintah, maupun infrastruktur yang digunakan masyarakat.

Tri mencontohkan penanganan bencana sebelumnya ketika Pemkot Bekasi menghimpun bantuan hingga lebih dari Rp5 miliar. Dari jumlah tersebut, lebih dari Rp1 miliar digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk makanan, kebutuhan ibu dan bayi, serta selimut.

Sementara sekitar Rp4 miliar lainnya diarahkan untuk membantu pembangunan infrastruktur yang rusak akibat bencana.

“Yang lebih berat adalah masa recovery karena banyak bangunan pemerintah dan kebutuhan masyarakat yang rusak dan hancur. Oleh karena itu, ini memerlukan dana yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Untuk bantuan berikutnya, Pemkot Bekasi menyatakan sekitar 80 persen dana akan diarahkan bagi kebutuhan pemulihan di wilayah terdampak. Bentuk bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Pilihan Editor :  UMK Kota dan Kabupaten Bekasi 2026 Naik, Tetap Tertinggi di Jawa Barat

Tri mencontohkan bantuan untuk wilayah terdampak bencana di Aceh dapat diarahkan untuk pembangunan gedung serbaguna yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai fasilitas bersama.

“Kalau di Aceh kita buat gedung serbaguna untuk pertemuan warga masyarakat. Setelah selesai, kita akan lihat lagi kebutuhan berikutnya,” pungkasnya.

Perayaan HUT ke-81 RI di Jatimurni dengan demikian tidak hanya menjadi ruang bagi warga untuk merayakan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali hubungan pemerintah dengan masyarakat.

Bagi Pemkot Bekasi, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan melalui kerja pemerintahan yang lebih dekat dengan warga, pelayanan yang responsif, pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, serta solidaritas terhadap warga yang terdampak bencana.

Tantangannya kini bukan sekadar memastikan aparatur hadir secara fisik di tengah masyarakat, melainkan memastikan kehadiran tersebut menghasilkan pelayanan dan penyelesaian masalah yang benar-benar dirasakan warga.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti