HUT ke-11 JMTO, Kapolsek Jatiasih Tekankan Keselamatan dan Pelayanan Humanis
BEKASI – Kapolsek Jatiasih AKP Marganda Siahaan, S.H., M.H., menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) di Gedung JMTC Jatiasih, Kota Bekasi. Dalam momentum tersebut,...

BEKASI – Kapolsek Jatiasih AKP Marganda Siahaan, S.H., M.H., menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) di Gedung JMTC Jatiasih, Kota Bekasi.
Dalam momentum tersebut, Marganda menekankan pentingnya keselamatan, pelayanan humanis, serta penguatan sinergi antara pengelola jalan tol, kepolisian, dan pemerintah daerah.
Kehadiran Kapolsek Jatiasih menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi antarlembaga yang selama ini terlibat dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Jatiasih dan sekitarnya.
Menurut Marganda, jalan tol tidak semata-mata merupakan infrastruktur transportasi.
Keberadaannya memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi.
“Keberadaan jalan tol bukan sekadar infrastruktur, melainkan jembatan mobilitas warga dan pendorong ekonomi. Karena itu, humanisme dan kepedulian para petugas di lapangan adalah kunci agar masyarakat merasa aman dan dilayani dengan hati,” ujar Marganda dalam acara tersebut.
Ia menilai tingginya mobilitas kendaraan di jalan tol menuntut kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jalan.
Selain kemampuan teknis, petugas juga dituntut mampu berkomunikasi secara baik ketika menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Marganda berharap pertambahan usia JMTO dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya keselamatan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut dia, petugas yang mampu memberikan pelayanan secara sigap, profesional, dan ramah merupakan salah satu bentuk kehadiran pelayanan publik yang dirasakan langsung masyarakat.
Sinergi Pengelola Tol dan Kepolisian
Dalam kesempatan tersebut, Marganda juga menyampaikan apresiasi atas komunikasi dan sinergi yang telah terjalin antara JMTO, kepolisian, serta pemerintah daerah.
Koordinasi lintas sektor dinilai penting mengingat persoalan di jalan tol tidak hanya berkaitan dengan kelancaran lalu lintas, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan dan respons terhadap berbagai kejadian di lapangan.
Sinergi tersebut, kata dia, perlu terus dipertahankan dan diperkuat agar setiap potensi gangguan keamanan maupun lalu lintas dapat ditangani secara cepat dan terkoordinasi.
Marganda juga mengingatkan agar peringatan HUT tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Momentum tersebut seharusnya menjadi kesempatan bagi organisasi untuk melakukan evaluasi terhadap pelayanan sekaligus menyusun langkah perbaikan ke depan.
“Semoga momentum bertambahnya usia ini menjadi ruang evaluasi dan perenungan bersama untuk terus bertumbuh lebih profesional, solid, dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya.
Ia berharap seluruh personel JMTO senantiasa mengutamakan keselamatan dalam menjalankan tugas.
Hal tersebut dinilai penting karena petugas jalan tol bekerja di lingkungan dengan tingkat mobilitas kendaraan yang tinggi dan menghadapi berbagai risiko di lapangan.
Doa dan harapan juga disampaikan agar seluruh personel JMTO diberikan kesehatan, keselamatan, dan keteguhan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Peringatan HUT ke-11 JMTO pada akhirnya tidak hanya menjadi perayaan perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali menegaskan pentingnya keselamatan dan kualitas pelayanan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi yang aman, lancar, dan andal.
Bagi kepolisian, pengelola jalan tol, dan pemerintah daerah, penguatan koordinasi menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan jalur bebas hambatan tetap dapat berfungsi secara optimal sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggunakannya.










