TNI Kerahkan 1.201 Personel dan Alutsista Tangani Gempa NTT

NTT – TNI mengerahkan 1.201 personel dan sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) untuk mempercepat penanganan dampak gempa bumi di NTT. Hingga hari kedua, Minggu (16/8/2026), personel TNI terus bergerak...

-AA+

NTT – TNI mengerahkan 1.201 personel dan sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) untuk mempercepat penanganan dampak gempa bumi di NTT.

Hingga hari kedua, Minggu (16/8/2026), personel TNI terus bergerak mendukung evakuasi, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan, dan mobilitas di wilayah terdampak.

TNI mengoptimalkan dukungan melalui jalur udara dan laut untuk menjangkau daerah yang membutuhkan bantuan secara cepat.

TNI AU mengirimkan satu pesawat Airbus A400M dan satu Hercules dengan total muatan 33.795 kilogram menuju Labuan Bajo dan Maumere.

Sementara itu, TNI AL mengerahkan KRI dr. Soeharso-990, KRI Bung Hatta-370, dan KRI Hiu-634 untuk mendukung operasi kemanusiaan.

Advertisement

TNI AL juga menyiapkan helikopter Bell 412EP serta pesawat NC-212 Cassa guna memperkuat mobilitas dan penanganan di wilayah terdampak.

Di sisi lain, TNI AD mengerahkan dua helikopter Bell 412EP untuk mendukung distribusi bantuan serta mobilitas personel di lapangan.

Perkuat Pelayanan Kesehatan dan Dukungan Lapangan

Selain mengerahkan personel dan alutsista, TNI memperkuat fasilitas penanganan langsung bagi masyarakat yang terdampak gempa.

TNI AD mendirikan 21 tenda lapangan untuk mendukung kebutuhan operasional serta pelayanan masyarakat di lokasi terdampak.

Kemudian, TNI AL menyiapkan satu rumah sakit lapangan dan satu rumah sakit lapangan mobile untuk memberikan pelayanan kesehatan.

Fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam respons kemanusiaan, terutama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan medis pascagempa.

Hingga hari kedua, total bantuan TNI mencapai 60.885 kilogram yang dikirim melalui lima sortie penerbangan.

Penerbangan tersebut menggunakan satu pesawat Boeing, satu Airbus A400M, dan tiga pesawat Hercules.

Pilihan Editor :  Kodim 0505/Jakarta Timur Gelar Bakti Kesehatan Teritorial, Warga Matraman Antusias Ikuti Pemeriksaan Gratis

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya dukungan logistik yang TNI mobilisasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Selain bantuan logistik, TNI terus mengatur pengerahan personel dan sarana agar dukungan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan.

Bantuan Berlanjut pada Hari Kemerdekaan

TNI juga menyiapkan dukungan lanjutan pada Senin (17/8/2026) melalui tiga penerbangan pesawat Hercules.

Penerbangan tersebut membawa rumah sakit lapangan, paket sembako, makanan kaleng, serta tambahan personel untuk memperkuat penanganan bencana.

Dengan tambahan dukungan tersebut, TNI berupaya menjaga kesinambungan operasi kemanusiaan sekaligus mempercepat proses pemulihan masyarakat.

Pengerahan melalui berbagai matra juga memungkinkan TNI menyesuaikan dukungan dengan kondisi geografis dan kebutuhan wilayah terdampak.

Jalur udara membantu mempercepat distribusi menuju lokasi yang sulit dijangkau, sedangkan unsur laut memperkuat kapasitas pengiriman dalam jumlah besar.

Pada saat yang sama, personel di lapangan terus mendukung kebutuhan masyarakat melalui pelayanan dan koordinasi dengan unsur terkait.

Puspen TNI menyebut pengerahan personel, alutsista, dan bantuan tersebut mencerminkan respons cepat TNI terhadap kondisi masyarakat pascabencana.

Pengerahan ini merupakan bentuk respons cepat dan komitmen TNI dalam membantu masyarakat terdampak bencana serta mempercepat penanganan dan pemulihan di wilayah NTT,” demikian keterangan Puspen TNI.

Operasi kemanusiaan tersebut akan terus berkembang mengikuti kebutuhan lapangan dan hasil pemantauan kondisi wilayah terdampak.

Melalui dukungan lintas matra, TNI berupaya memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan, pelayanan kesehatan, serta dukungan pemulihan secara berkelanjutan.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti