PTPN IV PalmCo Bagikan Dividen Rp2,83 Triliun, Laba Melonjak 90 Persen pada 2025
Jakarta – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo menegaskan kinerja keuangannya terus menguat setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp2,83 triliun. Nilai tersebut setara...

Jakarta – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo menegaskan kinerja keuangannya terus menguat setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp2,83 triliun. Nilai tersebut setara 40 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp7,08 triliun dan mencerminkan peningkatan dividen sekitar 88,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Keputusan itu disepakati dalam RUPST yang berlangsung di Kantor Badan Pengelola BUMN, Jakarta, pada awal pekan lalu.
Peningkatan dividen menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan kontribusi kepada negara sebagai pemegang saham.
Kinerja tersebut juga memperlihatkan efektivitas strategi bisnis yang dijalankan perusahaan sepanjang 2025 melalui peningkatan produktivitas dan pengendalian biaya operasional.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan pembagian dividen menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada negara.
“RUPST telah menyetujui alokasi 40 persen dari laba bersih sebagai dividen sebesar Rp2,83 triliun. Laba bersih tahun 2025 mencapai Rp7,08 triliun atau naik 90,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Jatmiko di Jakarta.
Menurutnya, perusahaan akan terus menjaga pertumbuhan kinerja agar mampu meningkatkan kontribusi kepada pemegang saham pada tahun-tahun mendatang.
Kinerja Keuangan dan Operasional Terus Menguat
Selain mencatat lonjakan laba bersih, PTPN IV PalmCo membukukan peningkatan sejumlah indikator keuangan dan operasional sepanjang 2025.
Perusahaan mencatat EBITDA sebesar Rp13,27 triliun atau tumbuh 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp9,09 triliun.
Tingkat pengembalian aset atau Return on Assets (ROA) mencapai 9,2 persen, menunjukkan efektivitas perusahaan dalam mengelola aset produktif.
Di sektor operasional, volume penjualan Crude Palm Oil (CPO) meningkat 7,7 persen menjadi 2,74 juta ton.
Jatmiko menjelaskan pertumbuhan tersebut lahir dari kombinasi peningkatan produktivitas dan efisiensi yang diterapkan perusahaan secara konsisten.
Ia mengatakan kenaikan harga jual rata-rata CPO memang memberikan kontribusi terhadap laba perusahaan.
Namun, menurutnya, efisiensi biaya operasional menjadi faktor penting yang menjaga pertumbuhan keuntungan tetap berkelanjutan.
“Hasil tersebut tidak hanya berasal dari kenaikan harga jual rata-rata CPO, tetapi juga didukung efisiensi biaya yang kami jalankan secara terukur,” ujarnya.
Sepanjang 2025, harga jual rata-rata CPO mencapai Rp14.223 per kilogram atau meningkat sekitar 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemegang Saham Beri Apresiasi dan Sejumlah Catatan
Dalam RUPST, pemegang saham menyampaikan apresiasi terhadap pencapaian kinerja yang diraih perusahaan selama 2025.
Perwakilan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna melalui Direktur Peningkatan Nilai BUMN Ketahanan Pangan dan Industri Strategis, Rainoc, menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja seluruh jajaran perusahaan.
Meski demikian, pemegang saham meminta manajemen tidak berhenti pada pencapaian saat ini.
Pemegang saham mendorong perusahaan memperkuat mitigasi risiko agar operasional dan investasi berjalan lebih efektif pada periode berikutnya.
Arahan tersebut juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan di tengah dinamika industri perkebunan.
Jatmiko menyatakan seluruh masukan dari pemegang saham menjadi perhatian utama manajemen.
“Kami menaruh perhatian penuh pada arahan pemegang saham dan akan terus melakukan identifikasi serta perbaikan agar kinerja operasional maupun investasi semakin optimal,” katanya.
Ia menegaskan evaluasi akan mencakup penguatan manajemen risiko, peningkatan efisiensi operasional, serta percepatan realisasi investasi.
Menurutnya, langkah tersebut akan memperkuat daya saing perusahaan sekaligus membuka ruang pertumbuhan yang lebih besar pada masa mendatang.
PTPN IV PalmCo juga berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, tata kelola perusahaan, dan kontribusi terhadap negara.
Melalui peningkatan laba, penguatan indikator keuangan, serta kenaikan dividen yang signifikan, perusahaan menunjukkan kemampuan mempertahankan kinerja positif di tengah tantangan industri perkebunan nasional.
Ke depan, manajemen menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan agar perusahaan mampu memberikan manfaat lebih besar bagi pemegang saham, mendukung perekonomian nasional, serta memperkuat posisi PTPN IV PalmCo sebagai salah satu perusahaan perkebunan terdepan di Indonesia.









