Rehab Rumah Warga Mentawai Capai 80 Persen, Satgas TNI AD Percepat Pengerjaan
MENTAWAI – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dilaksanakan Satgas Karya Bakti Skala Besar TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai terus menunjukkan perkembangan...

MENTAWAI – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dilaksanakan Satgas Karya Bakti Skala Besar TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Salah satu rumah warga penerima manfaat milik Nina Anti di Desa Sioban, Kecamatan Sipora Selatan, kini telah mencapai progres pembangunan sekitar 80 persen.
Pengerjaan rumah tersebut dilakukan personel Satgas bersama masyarakat setempat melalui pola gotong royong yang melibatkan warga di sekitar lokasi pembangunan.
Hingga pertengahan Mei 2026, sejumlah tahapan utama telah diselesaikan, mulai dari pemasangan rangka bangunan, dinding rumah, hingga sebagian lantai bangunan.
Program rehabilitasi RTLH itu menjadi bagian dari pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar TNI AD untuk Rakyat di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang difokuskan pada peningkatan kualitas hunian masyarakat kurang mampu di daerah terpencil dan terluar.
Dansatgas Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat TA 2026 mengatakan pembangunan rumah tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat agar dapat segera ditempati oleh keluarga penerima manfaat.
“Kami berharap pembangunan rumah ini dapat segera selesai sehingga keluarga Ibu Nina Anti bisa menempati rumah yang lebih aman, sehat, dan nyaman,” ujar Dansatgas dalam keterangannya.
Menurutnya, program RTLH bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk kepedulian sosial TNI AD terhadap kondisi masyarakat di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan akses pembangunan.
Kehadiran personel Satgas di lapangan juga disebut membawa dampak positif terhadap hubungan sosial antara aparat dan masyarakat.
Selama proses pengerjaan berlangsung, warga turut terlibat membantu pekerjaan konstruksi, mulai dari pengangkutan material hingga pekerjaan teknis ringan di lokasi pembangunan.
Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian program tersebut.
Selain mempercepat pekerjaan, keterlibatan warga juga memperkuat budaya gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Mentawai.
Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan salah satu daerah kepulauan di Sumatera Barat yang masih menghadapi tantangan pembangunan, terutama pada sektor infrastruktur dasar dan hunian layak bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Kondisi geografis yang didominasi kawasan kepulauan menyebabkan distribusi material dan akses pembangunan memerlukan waktu serta biaya lebih besar dibanding wilayah daratan.
Perkuat Kemanunggalan TNI dan Masyarakat
Program Karya Bakti Skala Besar TNI AD untuk Rakyat TA 2026 tidak hanya berfokus pada pembangunan RTLH.
Di sejumlah titik di wilayah Kepulauan Mentawai, Satgas juga menjalankan berbagai kegiatan pembangunan fisik dan sosial lainnya sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut mencakup pembangunan fasilitas umum, perbaikan sarana lingkungan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyasar daerah dengan akses pembangunan terbatas.
Program itu sekaligus menjadi implementasi pembinaan teritorial TNI AD dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah terpencil.
Sejumlah warga Desa Sioban menyambut positif keberadaan Satgas di daerah mereka.
Selain membantu memperbaiki kondisi rumah warga kurang mampu, personel TNI juga dinilai aktif berinteraksi dan membangun kedekatan dengan masyarakat setempat.
Kondisi rumah yang sebelumnya dinilai tidak layak huni diharapkan dapat berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan sehat bagi keluarga penerima manfaat.
Perbaikan kualitas hunian menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah yang rawan terdampak cuaca ekstrem dan memiliki keterbatasan fasilitas dasar.
Program RTLH juga dipandang memiliki dampak sosial yang luas karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Di tengah tantangan ekonomi dan keterbatasan pembangunan di wilayah kepulauan, bantuan rehabilitasi rumah dinilai dapat meringankan beban warga sekaligus meningkatkan rasa aman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 80 persen, Satgas bersama masyarakat kini terus mempercepat tahap akhir pengerjaan agar rumah milik Nina Anti segera selesai dan dapat ditempati dalam kondisi layak.**/Fais










