Kenapa Kasus Perceraian Semakin Meningkat
- account_circle Tama
- calendar_month Selasa, 27 Feb 2024
- print Cetak

Gambar ilustrasi tentang retak nya hubungan antar pasangan (s/p)
Bersyukur dan Berserah Diri Hanya Kepada Allah
Jika masih percaya adanya Tuhan, yang mengatur segalanya. Hendaknya tidak perlu cemas dan takut lagi, akan ujian yang diberikan. Bersyukur dan berserah diri kepada Allah, bukan hanya sekedar ucapan dan tindakan tubuh, namun benar – benar terbit dari dalam hati nurani.
Agama telah mengatur, bagaimana agar kita dapat mendapatkan rahmat serta kasih sayang Nya. Membaca Al-quran dan hadist wajib bagi umat beragama, supaya tidak terpengaruh oleh tipu daya dunia ini.
Dalam keadaan tidak terkendali pun, hendaknya kita selalu berserah diri kepada Tuhan. Memohon dan meminta solusi atas permasalahan yang terjadi antara pasangan, Tuhan sangat menyukai hambanya yang mengakui kesalahan dan bertobat kepada Nya, seperti firmannya dalam Surat Al-baqarah Ayat 153 yang berbunyi ;
“Yā ayyuhal-lażīna āmanusta‘īnū biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh(ti), innallāha ma‘aṣ-ṣābirīn(a).” artinya :
“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Penutup
Demikian opini penulis tentang, kenapa kasus perceraian saat ini semakin meningkat. Secara umum sangat banyak faktor dan penyebabnya, namun bagi umat beragama mestinya memiliki keyakinan yang kokoh, bahwa kita memiliki Tuhan Yang Maha Kuasa, yang selalu bersedia memberikan ampunan bagi mereka yang bertobat.
Sebelumnya, penulis serta editor, memohon maaf kepada pembaca tulisan ini, jika ada kata, kalimat, dan nama yang tertulis, tidak pada tempatnya mohon segera memberitahukan kami. Kepada Allah dan Rasulnya kami memohon Ampun dan Tobat.***(S/p)
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Tama
Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

