Sabtu, 17 Okt 2026
Beranda » OPINI » Dr. Herman Hofi Munawar Bicara “Jangan Sampai Kasus Emas Hilang Ditelan Waktu Lagi”

Dr. Herman Hofi Munawar Bicara “Jangan Sampai Kasus Emas Hilang Ditelan Waktu Lagi”

  • account_circle Sapto Handoko
  • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pontianak — Operasi narkoba yang digelar Polresta Pontianak pekan lalu tak disangka justru menyingkap skandal lain yang lebih menggiurkan: 47 batang emas murni dengan total berat mencapai 50 kilogram ditemukan tersimpan rapi dalam sebuah gudang di pinggiran kota. Nilai emas itu diperkirakan menembus lebih dari Rp50 miliar.

Bukan hanya soal nilainya yang mengejutkan. Lokasi temuan emas itu diketahui milik seorang pengusaha berinisial SB, yang saat ini sedang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus penggelapan pajak.

Namun yang lebih mengkhawatirkan, bisnis gelap tersebut disebut-sebut kini dikendalikan oleh adik kandung SB, Lisman Bahar, yang langsung menghilang setelah penggerebekan.

Lisman kini menjadi buronan. Tak ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai keberadaannya. Sementara publik mulai bertanya-tanya: apakah ini akan menjadi satu lagi dari banyak kasus emas ilegal yang tak pernah sampai ke meja hijau?

Kritik keras datang dari akademisi Universitas Panca Bhakti, Dr. Herman Hofi Munawar. Ia menyebut kasus ini sebagai “ujian kredibilitas institusi penegak hukum” di Kalbar.

“Ini bukan perkara kecil. Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi. Kepolisian harus menunjukkan kinerja yang profesional dan transparan,” ujar Dr. Herman, Senin (13/5).

Ia mengingatkan publik bahwa ini bukan pertama kalinya kasus besar emas ilegal di Kalbar menguap tanpa kejelasan. Ia mencatat tiga kasus besar sebelumnya:

  • 28 November 2014: Emas disita di Bandara Supadio, namun tak jelas kelanjutan hukumnya.
  • 10 Juli 2018: 1.240 gram emas disita, tapi diklaim “berubah bentuk” hingga tak bisa diproses.
  • 12 Maret 2022: 48 batangan emas “hilang” dari proses penyidikan tanpa jejak.

“Kalau bukan pidana, kenapa ditangkap polisi? Tapi kalau pidana, kenapa tak pernah sampai ke kejaksaan? Ini sistemik,” tegasnya.

Dr. Herman mendesak pembentukan tim investigasi lintas institusi yang melibatkan Polresta Pontianak, Polda Kalbar, KPK, serta unsur independen masyarakat sipil.

Pilihan Editor :  Pemilik Kebun Sawit di Labuhanbatu Utara Laporkan Dugaan Pencurian TBS ke Polisi

Menurutnya, hanya penyelidikan terbuka dan bebas intervensi yang bisa menyelamatkan kredibilitas aparat.

Ia juga menyinggung potensi pencucian uang dan keterlibatan jaringan lintas negara dalam bisnis emas ilegal ini.

“Kita bicara soal mafia tambang, soal pencucian uang, bukan hanya sekadar ilegal mining. Ini kejahatan serius, dan jangan sampai yang terjadi hanya penangkapan di lapangan, lalu jaringan besarnya dibiarkan hidup.” Jelasnya lagi.

Keberadaan Lisman Bahar yang belum terlacak menjadi sorotan publik. Tagar #TangkapLisman sempat trending di media sosial lokal.

Sejumlah aktivis lingkungan juga menyuarakan kekhawatiran bahwa proses hukum akan berhenti di permukaan saja.

“Kasus ini harus menjadi prioritas nasional. Jika emas sebesar ini saja bisa menguap, apa yang bisa kita harapkan dari sektor sumber daya lainnya?” pungkas Dr. Herman.

Sumber: Dr. Herman Hofi Munawar Akademisi dan Peneliti Hukum Ekonomi Universitas Panca Bhakti (UPB)

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Kodim 1710/Mimika Rampungkan 10 Jembatan Beton Garuda Merah Putih

    Kodim 1710/Mimika Rampungkan 10 Jembatan Beton Garuda Merah Putih

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Mimika – Kodim 1710/Mimika merampungkan pembangunan 10 titik Jembatan Beton Garuda Merah Putih di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yang masuk Tahap V dan Tahap VI program pembangunan Jembatan Garuda, Minggu (11/10/2026). Pembangunan tersebut menjadi bagian dari program Presiden Republik Indonesia melalui TNI Angkatan Darat (TNI AD) untuk meningkatkan konektivitas masyarakat dan mendukung mobilitas warga di […]

  • Antrean Lancar, PAD Melonjak: Bapenda Bekasi Siagakan Posko Medis di Samsat hingga 30 Juni

    Antrean Lancar, PAD Melonjak: Bapenda Bekasi Siagakan Posko Medis di Samsat hingga 30 Juni

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bekasi – Demi mengantisipasi lonjakan warga yang memanfaatkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan opsen, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan menyiagakan posko medis lengkap di Kantor Samsat Cikarang hingga 30 Juni 2025. Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Ani Gustini, menjelaskan, antusiasme masyarakat mengikuti program pemutihan sangat tinggi. “Sejak minggu […]

  • Keluhkan Kabel Semrawut Warga Komplek Sapta Taruna III Meminta DBM Turun Tangan

    Keluhkan Kabel Semrawut Warga Komplek Sapta Taruna III Meminta DBM Turun Tangan

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Sangat mengganggu banget pak, saya harap ada dinas yang datang untuk rapikan biar akses masuk ke komplek aman

  • Segera Dilantik, Tri Adhianto-Harris Bobihoe Diminta Bentuk Tim Percepatan Pembangunan Bekasi

    Segera Dilantik, Tri Adhianto-Harris Bobihoe Diminta Bentuk Tim Percepatan Pembangunan Bekasi

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Herry menegaskan bahwa pembentukan tim percepatan pembangunan bukan sekadar formalitas, tetapi juga sebagai bentuk komitmen nyata

  • Camat Rawalumbu Tinjau Pengangkutan Sampah Pascabanjir di Jaring Polder Pengasinan

    Camat Rawalumbu Tinjau Pengangkutan Sampah Pascabanjir di Jaring Polder Pengasinan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    Kami berharap kegiatan ini mampu menjaga kebersihan lingkungan dan menekan potensi banjir di kemudian hari,

  • Lanal Bintan Bersihkan Pantai Jaga Pariwisata

    Lanal Bintan Bersihkan Pantai Jaga Pariwisata

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bintan – Lanal Bintan menggelar karya bakti terpadu membersihkan Pantai Kampung Tanjung Talok di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Jumat, 06/02/2026. Kegiatan ini mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto sekaligus menjawab tantangan penanganan sampah demi menjaga citra pariwisata nasional. Prajurit TNI AL bersama warga mengangkat sampah plastik, kayu, dan limbah rumah tangga sambil menumbuhkan […]

expand_less