Jumat, 6 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Lingkungan » Ikan Sapu-Sapu Mati Massal di Kali Bekasi, 700 Kilogram Bangkai Diangkat

Ikan Sapu-Sapu Mati Massal di Kali Bekasi, 700 Kilogram Bangkai Diangkat

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOTA BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengangkat sekitar 700 kilogram bangkai ikan sapu-sapu dari aliran Kali Bekasi, tepatnya di sekitar Jembatan Kemang Pratama, pada Sabtu (17/10/2026).

Kematian massal ikan yang terjadi sejak Kamis (15/10/2026) itu menimbulkan bau menyengat dan memunculkan dugaan pencemaran lingkungan.

Untuk menangani kondisi tersebut, DLH Kota Bekasi mengerahkan Tim Katak Orange guna membersihkan bangkai ikan yang mengapung di sungai.

Petugas menggunakan dua unit kapal listrik Sea Hamster untuk menyisir aliran Kali Bekasi dan mengumpulkan bangkai ikan yang terkonsentrasi di sejumlah titik.

Pengawas Lingkungan Hidup DLH Kota Bekasi, Khanif, mengatakan petugas berhasil mengangkat sekitar 700 kilogram bangkai ikan pada hari pertama penanganan.

“Pada hari pertama, kami berhasil mengangkat sekitar 700 kilogram bangkai ikan sapu-sapu,” ujar Khanif.

Kematian massal ikan tersebut menjadi perhatian karena bangkai yang mengapung menimbulkan bau tidak sedap dan dikeluhkan warga di sekitar Kali Bekasi.

Meski pembersihan telah dilakukan, penyebab kematian ikan dalam jumlah besar itu belum dapat dipastikan.

Dugaan pencemaran masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan dan pengujian laboratorium.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman, yang turut menyusuri Kali Bekasi untuk melihat kondisi sungai, mengapresiasi langkah DLH Kota Bekasi dalam menangani temuan tersebut.

“Kami mengapresiasi Tim DLH Kota Bekasi dalam menangani temuan ikan sapu-sapu yang mati massal di Kali Bekasi,” kata Puarman.

Menurut Puarman, DLH Kota Bekasi sebelumnya telah melakukan identifikasi terhadap dugaan sumber pencemaran di aliran sungai tersebut.

Berita lainnya: Realisasi PBB Jatiasih Tertahan di 72 Persen, Daya Beli Jadi Tantangan

Namun, hasil identifikasi itu masih menunggu pengujian laboratorium sebelum dapat disampaikan secara lebih pasti.

Baca juga :  Ular Masuk Rumah: 5 Pemicu, Cara Mencegah, dan Langkah Aman Mengatasinya

Hasil pengujian tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap faktor yang menyebabkan kematian ikan sekaligus menjadi dasar penentuan langkah penanganan lingkungan berikutnya.

Selain mengangkat bangkai ikan, petugas juga melakukan penanganan terhadap bangkai yang telah dikumpulkan agar tidak terus menimbulkan bau dan mengganggu aktivitas warga.

Koordinator Tim Katak Orange DLH Kota Bekasi, Mansur, mengatakan bangkai ikan yang telah diangkat dikuburkan di bantaran Kali Bekasi.

“Kami sudah mengubur bangkai ikan tersebut sedalam dua meter di bantaran Kali Bekasi,” kata Mansur.

Dalam proses penanganan, tim juga berkonsultasi dengan pegiat ikan sapu-sapu, Arief Kamarudin, mengenai pengelolaan bangkai ikan.

Ia menyarankan agar bangkai dikuburkan dengan baik sehingga material organiknya berpotensi membantu menyuburkan tanah.

Penanganan bangkai ikan menjadi langkah awal untuk mengurangi dampak langsung terhadap lingkungan dan warga.

Namun, pembersihan belum menjawab pertanyaan utama mengenai penyebab kematian massal tersebut.

Dugaan pencemaran perlu ditindaklanjuti dengan hasil pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Jika ditemukan sumber pencemaran, pihak berwenang perlu menentukan langkah penanganan sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.

Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya pengawasan kualitas air Kali Bekasi secara berkelanjutan.

Pemantauan kondisi sungai dan penelusuran sumber gangguan lingkungan diperlukan agar potensi pencemaran dapat diketahui lebih dini.

Dengan demikian, tindak lanjut terhadap kematian massal ikan sapu-sapu tidak cukup berhenti pada pengangkatan bangkai.

Kejelasan penyebab, berdasarkan hasil pemeriksaan yang terukur, menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kejadian serupa terulang.

FAQ: Kematian Massal Ikan Sapu-Sapu di Kali Bekasi

Berapa banyak bangkai ikan sapu-sapu yang diangkat dari Kali Bekasi?

DLH Kota Bekasi mengangkat sekitar 700 kilogram bangkai ikan sapu-sapu pada hari pertama penanganan, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Baca juga :  TNI Kerahkan Tiga Jenis Pesawat, Tabur 11,2 Ton Garam untuk OMC di Kalimantan
Di mana bangkai ikan sapu-sapu ditemukan?

Bangkai ikan sapu-sapu ditemukan di aliran Kali Bekasi, terutama di sekitar Jembatan Kemang Pratama, Kota Bekasi.

Kapan kematian massal ikan sapu-sapu di Kali Bekasi diketahui?

Kematian massal ikan sapu-sapu diketahui sejak Kamis, 15 Oktober 2026. Bangkai ikan yang mengapung kemudian menimbulkan bau tidak sedap di sekitar sungai.

Apa penyebab kematian massal ikan sapu-sapu di Kali Bekasi?

Penyebab kematian massal ikan sapu-sapu di Kali Bekasi belum dapat dipastikan. Dugaan pencemaran masih memerlukan pemeriksaan dan pengujian laboratorium.

Bagaimana DLH Kota Bekasi menangani bangkai ikan tersebut?

DLH Kota Bekasi mengerahkan Tim Katak Orange dan dua unit kapal listrik Sea Hamster untuk mengumpulkan bangkai ikan. Menurut Koordinator Tim Katak Orange, Mansur, bangkai yang telah dikumpulkan dikuburkan sedalam dua meter di bantaran Kali Bekasi.

Apakah hasil pemeriksaan penyebab kematian ikan sudah diketahui?

Hasil pengujian laboratorium masih dinantikan untuk membantu memastikan penyebab kematian ikan. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan menjadi dasar bagi penentuan langkah penanganan lingkungan selanjutnya.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Laskar Silat Pasmar 3 Hentak Karawang, Boyong Enam Medali di Ajang Nasional

    Laskar Silat Pasmar 3 Hentak Karawang, Boyong Enam Medali di Ajang Nasional

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Sorong, 10 November 2025 – Dentuman semangat dan tekad juang prajurit Korps Marinir kembali bergema, kali ini dari arena bela diri. Para pendekar tangguh Pasmar 3 berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan memborong enam medali dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Karawang Championship 2025 yang digelar di GOR Panatayuda, Karawang, Jawa Barat, Minggu (9/11). Ajang […]

  • Tertangkap Pelaku Yang Menyiram Air Keras Pada Dua Korban Remaja di Koja

    Tertangkap Pelaku Yang Menyiram Air Keras Pada Dua Korban Remaja di Koja

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Utara — Minggu sore yang seharusnya tenang di kawasan Jalan Sungai Bambu, Tanjung Priok, mendadak berubah menjadi momen mencekam. Dua remaja yang melintas tanpa curiga menjadi korban siraman air keras oleh sekelompok pelajar SMK yang diduga sedang mencari lawan tawuran. Akibat serangan brutal itu, keduanya mengalami luka bakar serius dan harus dirawat intensif di […]

  • Pabrik Lilin di Tambun Selatan Hangus Terbakar Si Jago Merah

    Pabrik Lilin di Tambun Selatan Hangus Terbakar Si Jago Merah

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Gensa Media Indonesia
    • 0Komentar

    Awalnya terjadi ledakan dulu sebelumnya dan sekitar pukul 13.00 WIB, Setelah sekitar lima menit baru munculnya api yang membuat satu…

  • Kemenekraf: Pemanfaatan AI Kunci Putus Kesenjangan Teknologi SDM Indonesia

    Kemenekraf: Pemanfaatan AI Kunci Putus Kesenjangan Teknologi SDM Indonesia

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Kontributor
    • 0Komentar

    “Indonesia diharapkan tidak hanya mampu mengejar ketertinggalan, tetapi juga menjadi pemain aktif dalam ekosistem digital global”

  • Lanal Bengkulu Aksi Bersih Benteng Marlborough, Dorong Kesadaran Kolektif Jaga Warisan Sejarah

    Lanal Bengkulu Aksi Bersih Benteng Marlborough, Dorong Kesadaran Kolektif Jaga Warisan Sejarah

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bengkulu – Pangkalan TNI Angkatan Laut Bengkulu menggerakkan bakti sosial pembersihan kawasan Benteng Marlborough pada Jumat, 10 April 2026, sebagai langkah nyata menjaga situs sejarah. Kegiatan tersebut melibatkan personel Lanal Bengkulu bersama unsur masyarakat dan pemerintah daerah dalam membersihkan area benteng yang menjadi ikon wisata unggulan Kota Bengkulu. Lanal Bengkulu menargetkan peningkatan kebersihan lingkungan sekaligus […]

  • Satlinlamil 3 Ajak Warga Jaga Lingkungan

    Satlinlamil 3 Ajak Warga Jaga Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Makasar – Prajurit Satlinlamil 3 bersama masyarakat menggelar karya bakti bersih lingkungan di Kecamatan Tallo, Jumat, 13/02/2026. Kegiatan berlangsung di Jalan Teuku Umar Lorong 12 Kelurahan Kaluku Bodo’a serta Lorong 14 Kelurahan Buloa. Aksi tersebut mendukung Program Indonesia ASRI yang menumbuhkan lingkungan aman, sehat, resik, dan indah bagi masyarakat. Komandan Satlinlamil 3 Kolonel Laut Sulthon […]

expand_less