Pertamina Hentikan Sementara Penyaluran Pertalite di SPBU 34.171.46 Bekasi
"Pertamina Patra Niaga Regional JBB menegaskan bahwa produk Pertalite di SPBU lain di wilayah sekitar berada dalam kondisi aman"

Bekasi – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menghentikan sementara penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU 34.171.46, Jalan Insinyur H. Juanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu (28/2) malam.
Kebijakan itu diambil menyusul laporan sejumlah konsumen yang mengeluhkan kendala pada kendaraan mereka setelah mengisi BBM di SPBU tersebut.
Penghentian dilakukan sebagai langkah antisipatif sembari menunggu hasil investigasi dan verifikasi di lapangan.
Hingga Minggu (1/3), tercatat 25 kendaraan terdampak, terdiri atas 21 unit sepeda motor dan 4 unit mobil, yang telah mendapatkan penanganan dari pihak pengelola SPBU.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, mengatakan keputusan penghentian sementara diambil segera setelah pihaknya menerima laporan dari konsumen.
Pertamina juga menginstruksikan pengelola SPBU membuka Posko Pengaduan Konsumen untuk memastikan seluruh kendaraan terdampak memperoleh penanganan menyeluruh.
“Kami segera menginstruksikan penghentian sementara penyaluran Pertalite di SPBU 34.171.46 setelah menerima laporan dari konsumen. Fokus utama kami adalah memastikan penanganan kendaraan terdampak berjalan tuntas dengan meminta pihak SPBU membuka Posko Pengaduan,” ujar Satria dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (1/3).
Menurut dia, seluruh biaya perbaikan kendaraan menjadi tanggung jawab pihak SPBU.
Sejumlah kendaraan dilaporkan telah selesai diperbaiki dan kembali digunakan, sementara sisanya masih dalam proses perbaikan hingga dinyatakan layak jalan.
Langkah ini, kata Satria, merupakan bagian dari prosedur standar ketika muncul dugaan permasalahan kualitas produk atau distribusi.
Ia menegaskan, investigasi masih berlangsung untuk memastikan penyebab keluhan, termasuk pemeriksaan terhadap sarana penyimpanan dan distribusi BBM di lokasi tersebut.
Pertamina belum menyampaikan secara rinci dugaan awal penyebab gangguan kendaraan.
Namun, perusahaan memastikan proses verifikasi dilakukan menyeluruh dengan melibatkan pihak terkait guna memperoleh hasil yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Investigasi dan Jaminan Kualitas
Di tengah proses penelusuran, Pertamina Patra Niaga Regional JBB menegaskan bahwa produk Pertalite di SPBU lain di wilayah sekitar berada dalam kondisi aman dan tidak terdapat laporan keluhan serupa.
Pernyataan ini disampaikan untuk meredam kekhawatiran masyarakat atas kualitas BBM yang beredar.
Perusahaan juga menyatakan komitmennya menjaga kualitas BBM yang disalurkan kepada masyarakat.
Monitoring intensif dan inspeksi berkala terhadap infrastruktur SPBU di wilayah Jawa Bagian Barat terus dilakukan sebagai bagian dari peningkatan pengawasan mutu produk.
Secara terpisah, pengamat energi menilai transparansi hasil investigasi menjadi kunci menjaga kepercayaan publik.
Jika ditemukan faktor teknis atau kelalaian operasional, hasilnya perlu diumumkan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan berlapis dalam rantai distribusi BBM, mulai dari terminal penyimpanan hingga tangki pendam di SPBU.
Prosedur quality control yang ketat dan respons cepat terhadap keluhan konsumen menjadi aspek krusial dalam menjaga standar layanan.
Bagi masyarakat yang merasa terdampak atau membutuhkan informasi lebih lanjut, Pertamina membuka akses pengaduan melalui Pertamina Call Center (PCC) 135 dan surat elektronik resmi perusahaan.
Kanal tersebut diharapkan memudahkan konsumen menyampaikan keluhan sekaligus memperoleh kejelasan terkait penanganan.
Hingga berita ini terbit, proses investigasi masih berjalan.
Pertamina menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah hasil verifikasi selesai dilakukan.**/red












