Jumat, 11 Sep 2026
Beranda » INFORMASI » Limbah Dapur Jadi Pupuk Alami, Pekebun Godean Bagikan Praktiknya

Limbah Dapur Jadi Pupuk Alami, Pekebun Godean Bagikan Praktiknya

  • account_circle Kontributor
  • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
  • print Cetak

Jogja – Pemanfaatan limbah dapur sebagai pupuk alami menjadi praktik nyata yang diterapkan pekebun rumahan di Godean, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Seorang ibu rumah tangga, Yusnidar (62), mengaku telah lebih dari satu dekade menggunakan air cucian beras, ampas teh, cangkang telur, hingga kulit pisang untuk menyuburkan tanaman buah dan bunga di pekarangan rumahnya tanpa bergantung pada pupuk kimia pabrikan.

Dilansir dari laman Liputan6.com, yang mewawancarai Yusnidar mengenai praktik berkebun organik skala rumah tangga.

Dalam wawancara tersebut, Yusnidar menegaskan bahwa perawatan sederhana dan konsisten menjadi kunci keberhasilan tanamannya tetap produktif.

“Penyiraman saja yang cukup. Nanti bisa pakai air beras yang dicampur dengan limbah makanan, ampas teh, kulit buah, cangkang telur,” ujar Yusnidar.

Praktik Lapangan, Bukan Sekadar Tren

Apa yang dilakukan Yusnidar bukan sekadar mengikuti tren berkebun organik.

Ia telah menanam berbagai tanaman, termasuk kelengkeng hasil cangkok sejak sekitar 2015, dengan metode yang sama.

Ia menyiram tanaman tiga kali seminggu, menyesuaikan musim dan kelembapan tanah.

Menurut dia, air cucian beras menjadi bahan paling mudah dimanfaatkan karena tersedia hampir setiap hari.

Cairan tersebut mengandung sisa pati, vitamin B, serta mineral mikro yang dapat membantu pertumbuhan akar dan pembentukan daun pada fase vegetatif.

Yusnidar mengaplikasikannya satu hingga dua kali seminggu langsung ke media tanam, tanpa proses pengolahan tambahan.

Selain air beras, ia memanfaatkan ampas teh.

Limbah ini mengandung nitrogen dan bahan organik yang membantu memperbaiki struktur tanah.

Namun, ia mengingatkan agar ampas teh dikeringkan terlebih dahulu sebelum ditaburkan ke pot atau kebun untuk mencegah pertumbuhan jamur.

Cangkang telur juga menjadi andalan. Ia mencuci, menghancurkan, lalu mencampurkannya ke dalam media tanam.

Pilihan Editor :  Jalan Kramat Senen Dipadati Pemburu Takjil Khas Minang

Kandungan kalsium dalam cangkang telur dinilai membantu memperkuat jaringan tanaman.

Yusnidar menerapkan metode ini pada kelengkeng dan anggrek yang ia rawat.

Ia biasanya mengaplikasikannya pada sore hari, berdasarkan pengalaman praktik yang ia jalani.

Ragam Limbah, Ragam Manfaat

Selain tiga bahan tersebut, limbah dapur lain turut dimanfaatkan.

Ampas kopi, misalnya, mengandung nitrogen dan bahan organik yang baik bagi tanaman tertentu, terutama yang menyukai tanah sedikit asam.

Namun penggunaannya harus terbatas agar tidak mengubah tingkat keasaman tanah secara drastis.

Kulit pisang dikenal sebagai sumber kalium alami. Unsur ini penting untuk merangsang pembungaan dan pembuahan.

Cara penggunaannya relatif sederhana, yakni dengan mencincang kulit pisang lalu menguburkannya di sekitar akar tanaman.

Alternatif lain, kulit pisang dapat direndam satu hingga dua hari untuk menghasilkan pupuk cair.

Air bekas rebusan sayur juga bisa dimanfaatkan, dengan syarat tidak mengandung garam atau bumbu tambahan.

Cairan tersebut masih menyimpan mineral larut air.

Sebelum digunakan, air harus didinginkan sepenuhnya untuk menghindari kerusakan akar.

Untuk jangka panjang, sisa sayur dan buah dapat diolah menjadi kompos.

Proses pengomposan membutuhkan waktu beberapa minggu hingga satu bulan, tergantung metode dan kondisi lingkungan.

Hasilnya berupa humus yang kaya nutrisi dan mampu meningkatkan kemampuan tanah menahan air serta unsur hara.

Praktik ini, menurut Yusnidar, membantu menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus mengurangi sampah dapur harian.

Ia mengaku tidak sepenuhnya bergantung pada pupuk kimia selama kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi secara seimbang.

Meski demikian, penggunaan pupuk alami tetap memerlukan kehati-hatian.

Limbah yang mengandung garam, minyak, sabun, atau bahan kimia harus dihindari karena dapat merusak struktur tanah dan mengganggu pertumbuhan tanaman.

Pilihan Editor :  Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Dibuka, Calon Mahasiswa Berpeluang Kuliah Gratis

Pemberian pupuk alami umumnya dilakukan satu hingga dua kali seminggu, disesuaikan dengan jenis dan kebutuhan tanaman.

Penggunaan berlebihan juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap atau gangguan keseimbangan pH tanah.

Karena itu, proporsi dan frekuensi aplikasi menjadi faktor penting dalam praktik berkebun organik rumahan.

Secara umum, pengalaman Yusnidar menunjukkan bahwa pupuk alami dapat menggantikan pupuk kimia pada skala rumah tangga, selama kebutuhan unsur hara terpenuhi.

Air cucian beras disebutnya sebagai bahan yang paling cepat menunjukkan dampak pada pertumbuhan daun.

Praktik sederhana ini memperlihatkan bahwa pengelolaan limbah rumah tangga dapat memberikan manfaat ganda: menyuburkan tanaman sekaligus mengurangi beban sampah domestik.**/red

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Avatar photo

Ditulis oleh:

Kontributor Gensa Media Indonesia yang berperan mendukung kerja jurnalistik melalui pengumpulan informasi dan peliputan di lapangan secara profesional, independen, dan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.

Berita Untuk Anda

  • Ikan Tak Masuk Freezer 12 Jam, BGN Ungkap Kelalaian di Balik Keracunan MBG Karo

    Ikan Tak Masuk Freezer 12 Jam, BGN Ungkap Kelalaian di Balik Keracunan MBG Karo

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Kontributor
    • 0Komentar

    MEDAN – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap adanya kelalaian dalam penanganan bahan baku ikan yang diduga berkaitan dengan insiden keracunan massal yang dialami ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kepala BGN Sudaryono mengatakan, hasil investigasi internal menemukan sekitar 200 hingga 300 ekor ikan tidak disimpan di dalam lemari […]

  • Dankodaeral IX dan Jalasenastri Ramaikan Fun Bike di Ambon

    Dankodaeral IX dan Jalasenastri Ramaikan Fun Bike di Ambon

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Ambon — Ratusan pesepeda memenuhi halaman Makodam XV/Pattimura, Sabtu (20/9/2025), dalam kegiatan Fun Bike yang digelar untuk menyongsong HUT ke-80 TNI. Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) IX Ambon, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., bersama Ketua Daerah Kodaeral IX Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Ny. Inca Hanarko Djodi […]

  • Satgas TMMD Kodim 1501/Ternate Penghijauan di Jarakore

    Satgas TMMD Kodim 1501/Ternate Penghijauan di Jarakore

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Halmahera Barat – Di balik deru alat berat dan suara cangkul yang membelah tanah Desa Jarakore, Kecamatan Sahu, Satgas TMMD ke-124 Kodim 1501/Ternate menyisipkan misi yang tak kalah penting: menanam masa depan lewat penghijauan. Minggu pagi (25/5/2025), suasana di sekitar lokasi TMMD berbeda dari biasanya. Puluhan prajurit TNI bersama warga desa tampak menyatu dalam semangat […]

  • Brimob PMJ Salurkan Bakti Sosial untuk Warga Kebon Sirih

    Brimob PMJ Salurkan Bakti Sosial untuk Warga Kebon Sirih

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Satbrimob Polda Metro Jaya terus menunjukkan kepedulian sosialnya. Kali ini, personel Brimob melaksanakan bakti sosial di Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/12/2025). Kabagops Satbrimob Polda Metro Jaya langsung memimpin kegiatan tersebut, sementara Polwan Satbrimob PMJ ikut mendampingi warga sebagai wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat. Di tengah kesibukan menjaga stabilitas […]

  • Panen Raya Jagung di Dumai: Lanal Dumai Optimalkan Lahan Tidur untuk Ketahanan Pangan

    Panen Raya Jagung di Dumai: Lanal Dumai Optimalkan Lahan Tidur untuk Ketahanan Pangan

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian adalah langkah strategis yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan

  • Komandan Pasmar 3 Hadiri Apel Riksiaplat dan Kesiapan HUT ke-80 TNI di Sidoarjo

    Komandan Pasmar 3 Hadiri Apel Riksiaplat dan Kesiapan HUT ke-80 TNI di Sidoarjo

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Sidoarjo – Lapangan Apel Brigif 2 Marinir, Gedangan, Jawa Timur, menjadi saksi kesiapan prajurit Korps Marinir dalam menyongsong HUT ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Senin (15/9/2025). Dalam suasana khidmat, Komandan Pasmar 3 Brigjen TNI (Mar) Andi Rahmat M. turut hadir pada Apel Gelar Pemeriksaan Kesiapan Latihan (Riksiaplat) sekaligus Apel Kesiapan Korps Marinir. Apel gelar pasukan […]

expand_less