Rabu, 28 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » INFORMASI » Limbah Dapur Jadi Pupuk Alami, Pekebun Godean Bagikan Praktiknya

Limbah Dapur Jadi Pupuk Alami, Pekebun Godean Bagikan Praktiknya

  • account_circle Kontributor
  • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jogja – Pemanfaatan limbah dapur sebagai pupuk alami menjadi praktik nyata yang diterapkan pekebun rumahan di Godean, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Seorang ibu rumah tangga, Yusnidar (62), mengaku telah lebih dari satu dekade menggunakan air cucian beras, ampas teh, cangkang telur, hingga kulit pisang untuk menyuburkan tanaman buah dan bunga di pekarangan rumahnya tanpa bergantung pada pupuk kimia pabrikan.

Dilansir dari laman Liputan6.com, yang mewawancarai Yusnidar mengenai praktik berkebun organik skala rumah tangga.

Dalam wawancara tersebut, Yusnidar menegaskan bahwa perawatan sederhana dan konsisten menjadi kunci keberhasilan tanamannya tetap produktif.

“Penyiraman saja yang cukup. Nanti bisa pakai air beras yang dicampur dengan limbah makanan, ampas teh, kulit buah, cangkang telur,” ujar Yusnidar.

Praktik Lapangan, Bukan Sekadar Tren

Apa yang dilakukan Yusnidar bukan sekadar mengikuti tren berkebun organik.

Ia telah menanam berbagai tanaman, termasuk kelengkeng hasil cangkok sejak sekitar 2015, dengan metode yang sama.

Ia menyiram tanaman tiga kali seminggu, menyesuaikan musim dan kelembapan tanah.

Menurut dia, air cucian beras menjadi bahan paling mudah dimanfaatkan karena tersedia hampir setiap hari.

Cairan tersebut mengandung sisa pati, vitamin B, serta mineral mikro yang dapat membantu pertumbuhan akar dan pembentukan daun pada fase vegetatif.

Yusnidar mengaplikasikannya satu hingga dua kali seminggu langsung ke media tanam, tanpa proses pengolahan tambahan.

Selain air beras, ia memanfaatkan ampas teh.

Limbah ini mengandung nitrogen dan bahan organik yang membantu memperbaiki struktur tanah.

Namun, ia mengingatkan agar ampas teh dikeringkan terlebih dahulu sebelum ditaburkan ke pot atau kebun untuk mencegah pertumbuhan jamur.

Cangkang telur juga menjadi andalan. Ia mencuci, menghancurkan, lalu mencampurkannya ke dalam media tanam.

Baca juga :  Disdukcapil Soroti Rendahnya Aktivasi IKD di Kota Bekasi yang Rawan Banjir

Kandungan kalsium dalam cangkang telur dinilai membantu memperkuat jaringan tanaman.

Yusnidar menerapkan metode ini pada kelengkeng dan anggrek yang ia rawat.

Ia biasanya mengaplikasikannya pada sore hari, berdasarkan pengalaman praktik yang ia jalani.

Ragam Limbah, Ragam Manfaat

Selain tiga bahan tersebut, limbah dapur lain turut dimanfaatkan.

Ampas kopi, misalnya, mengandung nitrogen dan bahan organik yang baik bagi tanaman tertentu, terutama yang menyukai tanah sedikit asam.

Namun penggunaannya harus terbatas agar tidak mengubah tingkat keasaman tanah secara drastis.

Kulit pisang dikenal sebagai sumber kalium alami. Unsur ini penting untuk merangsang pembungaan dan pembuahan.

Cara penggunaannya relatif sederhana, yakni dengan mencincang kulit pisang lalu menguburkannya di sekitar akar tanaman.

Alternatif lain, kulit pisang dapat direndam satu hingga dua hari untuk menghasilkan pupuk cair.

Air bekas rebusan sayur juga bisa dimanfaatkan, dengan syarat tidak mengandung garam atau bumbu tambahan.

Cairan tersebut masih menyimpan mineral larut air.

Sebelum digunakan, air harus didinginkan sepenuhnya untuk menghindari kerusakan akar.

Untuk jangka panjang, sisa sayur dan buah dapat diolah menjadi kompos.

Proses pengomposan membutuhkan waktu beberapa minggu hingga satu bulan, tergantung metode dan kondisi lingkungan.

Hasilnya berupa humus yang kaya nutrisi dan mampu meningkatkan kemampuan tanah menahan air serta unsur hara.

Praktik ini, menurut Yusnidar, membantu menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus mengurangi sampah dapur harian.

Ia mengaku tidak sepenuhnya bergantung pada pupuk kimia selama kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi secara seimbang.

Meski demikian, penggunaan pupuk alami tetap memerlukan kehati-hatian.

Limbah yang mengandung garam, minyak, sabun, atau bahan kimia harus dihindari karena dapat merusak struktur tanah dan mengganggu pertumbuhan tanaman.

Baca juga :  AKP Rusnawati Resmi Pimpin Polsek Jatiasih, Gantikan AKP Marganda Siahaan

Pemberian pupuk alami umumnya dilakukan satu hingga dua kali seminggu, disesuaikan dengan jenis dan kebutuhan tanaman.

Penggunaan berlebihan juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap atau gangguan keseimbangan pH tanah.

Karena itu, proporsi dan frekuensi aplikasi menjadi faktor penting dalam praktik berkebun organik rumahan.

Secara umum, pengalaman Yusnidar menunjukkan bahwa pupuk alami dapat menggantikan pupuk kimia pada skala rumah tangga, selama kebutuhan unsur hara terpenuhi.

Air cucian beras disebutnya sebagai bahan yang paling cepat menunjukkan dampak pada pertumbuhan daun.

Praktik sederhana ini memperlihatkan bahwa pengelolaan limbah rumah tangga dapat memberikan manfaat ganda: menyuburkan tanaman sekaligus mengurangi beban sampah domestik.**/red

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Kontributor Gensa Media Indonesia yang berperan mendukung kerja jurnalistik melalui pengumpulan informasi dan peliputan di lapangan secara profesional, independen, dan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.

Interesting

  • Nilai KLA Bekasi Turun, DPRD Desak Evaluasi dan Sinergi Lintas Sektor

    Nilai KLA Bekasi Turun, DPRD Desak Evaluasi dan Sinergi Lintas Sektor

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bekasi, 23 April 2026 – Penurunan nilai Kota Layak Anak di Kota Bekasi memicu sorotan DPRD, yang mendesak evaluasi menyeluruh dan penguatan komitmen lintas sektor. Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, menilai capaian tersebut mencerminkan belum optimalnya perlindungan dan pemenuhan hak anak di daerah. Ia menyampaikan keprihatinan pada Kamis, 23 April 2026, sekaligus menegaskan […]

  • Seleksi Taruna TNI Masuki Era Digital, Aspers Panglima TNI Pastikan Transparansi Lewat Sistem CAT

    Seleksi Taruna TNI Masuki Era Digital, Aspers Panglima TNI Pastikan Transparansi Lewat Sistem CAT

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Proses rekrutmen calon Taruna Akademi TNI kini memasuki babak baru yang lebih modern dan transparan. Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI, Marsda TNI Djohn Amarul, S.A.B., melakukan peninjauan langsung pelaksanaan seleksi integratif di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jl. Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur, Selasa (20/5/2025). Sebanyak 1.268 peserta mengikuti ujian menggunakan sistem Computer […]

  • TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ekor Babi Ilegal di Perairan Nias Utara

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ekor Babi Ilegal di Perairan Nias Utara

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Nias Utara — TNI Angkatan Laut kembali membuktikan komitmennya menjaga kedaulatan perairan Nusantara. Pada Kamis dini hari (15/1/2026), Tim Patroli Rigid Bouyancy Boat (RBB) Pangkalan TNI AL (Lanal) Nias secara sigap menggagalkan penyelundupan ternak ilegal di Perairan Nias Utara. Saat patroli rutin, tim Lanal Nias mendeteksi dua kapal tanpa nama yang bergerak mencurigakan. Selanjutnya, personel […]

  • Jelang HUT RI ke-81, Danyonif 14 Marinir Pimpin Pengamanan Objek Vital

    Jelang HUT RI ke-81, Danyonif 14 Marinir Pimpin Pengamanan Objek Vital

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Danyonif 14 Marinir Letkol Marinir Sugiarto memimpin SSY IV BKO Paspampres dalam kesiapsiagaan pengamanan objek vital menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026), sebagai bagian dari persiapan pengamanan rangkaian kegiatan nasional. Sebagai Komandan SSY IV BKO Paspampres, Sugiarto mengarahkan personel untuk menjaga kesiapan operasional […]

  • KRI Banda Aceh-593 Gelar Open Ship untuk Siswa SMA Negeri 1 Matauli Pandan

    KRI Banda Aceh-593 Gelar Open Ship untuk Siswa SMA Negeri 1 Matauli Pandan

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Sibolga – Suasana penuh semangat menyelimuti Pelabuhan Pelindo Sibolga, Selasa (2/9/2025), ketika ratusan siswa SMA Negeri 1 Matauli Pandan berkesempatan mengunjungi KRI Banda Aceh-593. Kegiatan Open Ship ini menjadi ajang edukasi maritim yang dirancang untuk memperkenalkan peran TNI Angkatan Laut kepada generasi muda. Setibanya di kapal, rombongan siswa beserta guru pendamping disambut hangat […]

  • Patroli Gabungan Gagalkan Balap Liar, Lima Remaja Diamankan

    Patroli Gabungan Gagalkan Balap Liar, Lima Remaja Diamankan

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Timur, 22 Juli 2026 – Tim Patroli Gabungan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Tim Patroli Perintis Presisi (TP3) Polres Metro Jakarta Timur menggagalkan aksi balap liar di Jalan Pemuda, Rawamangun, dan kawasan Taman Mini, Rabu (22/7/2026) dini hari. Petugas mengamankan lima remaja beserta enam sepeda motor dalam operasi yang menyasar lokasi […]

expand_less