Rabu, 4 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Hukum » Polres Sukabumi Periksa 16 Saksi Kematian Bocah 12 Tahun

Polres Sukabumi Periksa 16 Saksi Kematian Bocah 12 Tahun

  • account_circle Tama
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumi – Kepolisian Resor Sukabumi terus mengusut kematian tragis NS (12), bocah asal Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, yang diduga menjadi korban kekerasan ibu tirinya.

Hingga Sabtu (21/2/2026) malam, penyidik telah memeriksa sedikitnya 16 saksi untuk memperkuat konstruksi hukum dan memastikan penyebab pasti kematian korban.

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menegaskan bahwa jajarannya menangani perkara ini secara serius, profesional, dan mengedepankan pembuktian berbasis ilmiah.

Ia memastikan proses penyelidikan tidak dilakukan secara tergesa-gesa, meskipun kasus tersebut telah menyita perhatian publik.

“Total sudah 16 saksi kami periksa, mulai dari pihak keluarga, saksi di lokasi kejadian, hingga tenaga medis yang sempat menangani korban,” ujar Samian dalam keterangan resminya, dikutip dari laman Tribrata News Polda Jabar.

Kasus ini mencuat setelah beredar informasi dugaan kekerasan yang dialami korban sebelum meninggal dunia.

Aparat kepolisian bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan pemeriksaan medis terhadap jenazah korban.

Kapolres menegaskan, fokus utama penyidik saat ini adalah menyelaraskan fakta lapangan dengan data medis.

Polisi tidak hanya mengandalkan pengakuan atau keterangan sepihak, tetapi juga memeriksa setiap detail berdasarkan metode scientific crime investigation.

“Kami tidak ingin terburu-buru menetapkan status tersangka sebelum seluruh bukti fisik terkumpul secara komprehensif. Setiap keterangan saksi akan kami konfrontasikan dengan hasil visum dan autopsi,” tegasnya.

Dugaan awal mengarah pada tindak kekerasan dalam lingkup rumah tangga.

Namun, kepolisian belum menyimpulkan secara resmi adanya unsur pidana sebelum seluruh hasil pemeriksaan forensik diterima dan dianalisis.

Kasatreskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal terhadap jenazah, ditemukan sejumlah tanda kekerasan di berbagai bagian tubuh korban.

Baca juga :  Hina dan Usir Wartawan, Kadis LH Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke Polisi

Luka-luka tersebut menjadi salah satu fokus penting dalam proses pembuktian hukum.

Menurut data kepolisian, temuan medis awal mencatat adanya luka lecet pada wajah, leher, dan anggota gerak.

Selain itu, ditemukan luka bakar derajat 2A di beberapa titik tubuh korban.

Penyidik juga mendapati lebam berwarna merah keunguan yang mengindikasikan adanya trauma akibat hantaman benda tumpul.

Temuan tersebut memperkuat dugaan adanya kekerasan fisik sebelum korban meninggal dunia.

Meski demikian, aparat menegaskan bahwa seluruh kesimpulan tetap menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari tim forensik.

Di tengah proses penyelidikan, sempat beredar video pengakuan korban sebelum meninggal dunia yang viral di media sosial.

Namun, kepolisian menegaskan tidak menjadikan konten viral sebagai dasar penetapan hukum.

“Kami tetap bersandar pada hasil laboratorium dan pembuktian ilmiah sebagai dasar hukum yang kuat,” ujar Hartono.

Menunggu Hasil Patologi dan Toksikologi

Saat ini, penyidik menunggu dua hasil krusial dari tim forensik untuk memperjelas penyebab kematian korban.

Pertama, uji patologi anatomi guna melihat kerusakan jaringan tubuh secara mikroskopis.

Pemeriksaan ini penting untuk memastikan jenis dan tingkat cedera yang dialami korban serta kaitannya dengan penyebab kematian.

Kedua, pemeriksaan toksikologi forensik untuk memastikan ada atau tidaknya zat tertentu dalam tubuh korban yang dapat memengaruhi kondisi fisik atau menyebabkan kematian.

Langkah ini dilakukan untuk menutup seluruh kemungkinan faktor eksternal.

Polisi menegaskan bahwa semua keterangan saksi akan disinkronkan dengan hasil pemeriksaan medis dan temuan di lapangan.

Setiap perbedaan data akan dianalisis secara mendalam sebelum penyidik mengambil langkah hukum lanjutan.

Dalam penanganannya, aparat memastikan kasus ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca juga :  Pemerintah Harus Lakukan High Diplomacy untuk Lindungi Pekerja Migran

Regulasi tersebut mengatur ancaman pidana berat bagi pelaku kekerasan terhadap anak, terlebih jika mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kapolres menegaskan, apabila terbukti terdapat unsur kesengajaan atau kekerasan yang menyebabkan kematian, pelaku dapat dijerat dengan ancaman hukuman maksimal sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat karena menyangkut keselamatan anak di lingkungan keluarga.

Aparat mengimbau publik untuk tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta mempercayakan proses hukum kepada kepolisian.

Hingga berita ini ditulis, penyidik masih terus mendalami keterangan para saksi dan menunggu hasil laboratorium forensik.

Kepolisian memastikan akan menyampaikan perkembangan terbaru secara terbuka setelah seluruh alat bukti dinilai cukup dan memenuhi standar pembuktian hukum.

Proses hukum yang transparan dan berbasis ilmiah diharapkan mampu mengungkap secara terang penyebab kematian NS, sekaligus memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi keluarga korban.**/red

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Interesting

  • Dari Masjid hingga Terwujud, Ide Ketua RW 018 Bangun UMKM Warga PPI Berbuah Nyata

    Dari Masjid hingga Terwujud, Ide Ketua RW 018 Bangun UMKM Warga PPI Berbuah Nyata

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kota Bekasi – Berawal dari sebuah gagasan sederhana, Ketua RW 018 Perumahan Pondok Pekayon Indah, Sujito (67), berhasil menggerakkan ekonomi warga. Melalui keberaniannya menyampaikan ide langsung kepada Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Sujito mendorong lahirnya sentra UMKM yang kini aktif menghidupkan roda usaha masyarakat. Momen penting itu muncul ketika Tri Adhianto melaksanakan salat Jumat di […]

  • Lanud Hasanuddin Kuatkan Budaya Zero Accident

    Lanud Hasanuddin Kuatkan Budaya Zero Accident

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Makasar – Lanud Sultan Hasanuddin menggelar ceramah Lambangja bertema Road to Zero Accident di GSG Makassar, Jumat, untuk memperkuat budaya keselamatan prajurit. Komandan Lanud Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto menegaskan keselamatan terbang dan kerja harus melekat kuat dalam setiap pengabdian personel. “Tidak ada ruang bagi kelalaian karena satu kesalahan kecil berdampak besar terhadap keselamatan personel, […]

  • Polres Metro Jakarta Selatan Kembalikan Motor Curian kepada Pemilik, Warga Ucapkan Terima Kasih

    Polres Metro Jakarta Selatan Kembalikan Motor Curian kepada Pemilik, Warga Ucapkan Terima Kasih

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Jakarta Selatan, – Suasana haru dan syukur dirasakan okeh warga masyarakat di halaman Mapolres Metro Jakarta Selatan pada saat warga menemukan kembali sepeda motor yang hilang, Penyerahan dilakukan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP. Gogo Galesung, S.I.K., M.H., didampingi Kasi Humas AKP. Nurma Dewi, S.H., setelah pelaksanaan rilis ungkap kasus pelaku curanmor. […]

  • Bakti TNI AD 2026 Dimulai, Infrastruktur dan RTLH Jadi Prioritas di Mentawai

    Bakti TNI AD 2026 Dimulai, Infrastruktur dan RTLH Jadi Prioritas di Mentawai

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Faisal Ryanggie Fermana
    • 0Komentar

    Keterlibatan lintas sektor itu dapat memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan

  • NFT Adalah Mimpi Buruk Privasi Dan Keamanan

    NFT Adalah Mimpi Buruk Privasi Dan Keamanan

    • calendar_month Minggu, 10 Apr 2022
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Gensa – NFT Adalah Mimpi Buruk Privasi dan Keamanan. Blockchain tidak “anonim” seperti yang Anda bayangkan. Gensa Club – NFT Adalah Mimpi Buruk Privasi Dan Keamanan KEPUTUSAN MEMBINGUNGKAN VENMO untuk mengubah pembayaran menjadi umpan media sosial , di mana transaksi publik adalah default , telah mendapat kritik.  Tetapi paling tidak, selalu memungkinkan untuk membuat transaksi Venmo […]

  • Satgas Yonarmed 11 Kostrad Berikan Layanan Kesehatan di Perbatasan RI-Malaysia

    Satgas Yonarmed 11 Kostrad Berikan Layanan Kesehatan di Perbatasan RI-Malaysia

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Nunukan, Kalimantan Utara — Satgas Yonarmed 11 Kostrad Pos Sei Kaca bekerja sama dengan kader Posyandu Durian Kampung Pukat serta Puskesmas Nunukan menggelar kegiatan pelayanan kesehatan untuk remaja dan lansia di Kampung Pukat, Desa Nunukan Utara. Rabu (9/10/2024). Kegiatan yang dilakukan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kualitas kesehatan di kalangan masyarakat, terutama bagi para […]

expand_less