Minggu, 8 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Hukum » Kuasa Hukum Kritik Bidpropam PMJ Soal Dugaan Lambannya Penanganan Perkara

Kuasa Hukum Kritik Bidpropam PMJ Soal Dugaan Lambannya Penanganan Perkara

  • account_circle Kontributor
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hukum – Kuasa hukum pelapor Fitria, Agus Albert Togu Pandapotan, S.H., mengkritik respons Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Metro Jaya yang menyatakan tidak ditemukan pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi Polri dalam penanganan laporan kliennya.

Menurut Agus, jawaban tersebut dinilai terlalu normatif dan belum menjawab substansi keluhan pelapor terkait lambannya penanganan perkara serta belum adanya kepastian hukum atas laporan yang diajukan sejak 2024.

Pernyataan itu disampaikan Agus menyusul diterbitkannya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) Propam Nomor B/3913/III/WAS.2.4./2026/Bidpropam tertanggal 9 Maret 2026.

Dalam surat tersebut, Bidpropam Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa pengaduan yang diajukan oleh kuasa hukum Fitria tidak menemukan adanya pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi Polri oleh penyidik yang menangani perkara.

Agus menilai kesimpulan tersebut belum menjawab persoalan utama yang dipersoalkan pelapor, yakni lambannya proses penanganan perkara yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan.

“Kalau jawabannya hanya ‘tidak ditemukan pelanggaran etik’ dan ‘sudah sesuai SOP’, lalu di mana letak keadilan untuk pelapor? Jangan jadikan kalimat normatif sebagai tameng untuk menutup pertanyaan publik atas mandeknya sebuah perkara. Pelapor ini mencari kepastian hukum, bukan sekadar jawaban administratif,” ujar Agus kepada awak media, Senin (16/3/2026).

Menurut Agus, pengaduan yang disampaikan pihaknya melalui Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Persatuan Wartawan Indonesia (LKBH PWI) bertujuan untuk meminta klarifikasi atas dugaan tindakan tidak profesional dalam penanganan perkara yang dilaporkan kliennya.

Aduan tersebut berkaitan dengan penanganan laporan polisi yang tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/4515/XII/2024/SPKT/Restro Bekasi/PMJ tertanggal 12 Desember 2024.

Laporan itu ditangani oleh penyidik pembantu Unit 3 Jatanras Satreskrim Polres Metro Bekasi.

Dalam surat SP2HP Propam disebutkan bahwa pada 26 Desember 2025, Bagwassidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah melakukan klarifikasi serta asistensi terhadap penyidik Satreskrim Polres Metro Bekasi.

Baca juga :  Camat Keramat Jati Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penggunaan Dua NIK untuk Transaksi Tanah

Berdasarkan hasil klarifikasi tersebut, proses penyelidikan yang dilakukan penyidik dinilai telah berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Namun demikian, Agus menilai pernyataan bahwa proses telah berjalan sesuai prosedur tidak serta-merta menjawab kekhawatiran pelapor mengenai perkembangan perkara yang dinilai berjalan lambat.

Menurutnya, hingga kini pelapor masih mempertanyakan sejumlah hal mendasar terkait perkembangan penanganan perkara tersebut, termasuk sejauh mana proses penyelidikan dilakukan dan kapan ada kepastian hukum.

“Perkara ini sudah dilaporkan sejak 2024. Tetapi sampai 2026 pelapor masih bertanya-tanya sejauh mana penanganannya, siapa saja yang sudah diperiksa, apa hambatannya, dan kapan ada kepastian hukum,” kata Agus.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat apabila sebuah laporan yang telah masuk ke kepolisian tidak menunjukkan perkembangan yang jelas dalam waktu yang relatif lama.

Menurut Agus, kepastian hukum merupakan bagian penting dalam sistem peradilan pidana, baik bagi pelapor maupun pihak yang dilaporkan.

Oleh karena itu, transparansi dalam perkembangan penanganan perkara dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

“Jika proses dibiarkan terlalu lama tanpa kejelasan, yang terluka bukan hanya hak pelapor, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum,” ujarnya.

Pelapor Harap Ada Kepastian Hukum

Fitria sebagai pelapor mengaku kecewa terhadap proses yang telah berjalan selama ini.

Ia merasa laporan yang disampaikan kepada pihak kepolisian belum mendapatkan kepastian hukum yang jelas.

“Sebagai pelapor, saya merasa hak-hak hukum saya diabaikan. Saya sudah menempuh jalur hukum karena merasa dirugikan, tetapi sampai hari ini perkara yang saya laporkan justru tidak kunjung jelas,” ujar Fitria.

Ia mengatakan bahwa keputusan untuk melapor ke kepolisian dilakukan karena berharap mendapatkan perlindungan hukum serta keadilan atas persoalan yang dialaminya.

Baca juga :  Mahasiswa Aniaya Dua Korban Gara-Gara Utang, Enam Pelaku Ditangkap

“Saya melapor ke kepolisian untuk mencari keadilan, bukan untuk dibiarkan dalam ketidakpastian,” katanya.

Dalam surat Bidpropam Polda Metro Jaya juga disebutkan bahwa dokumen tersebut tidak dapat digunakan dalam proses peradilan dan hanya berfungsi sebagai informasi pelayanan kepada masyarakat terkait perkembangan penanganan pengaduan.

Agus menilai keterangan tersebut menunjukkan bahwa surat tersebut bukan merupakan keputusan final terhadap substansi persoalan yang dipersoalkan pelapor.

Menurutnya, karena sifatnya hanya sebagai informasi pelayanan, maka keberatan pelapor terhadap lambannya perkembangan perkara tetap sah untuk disampaikan.

“Surat itu bukan vonis bahwa semua sudah selesai. Itu hanya informasi internal pelayanan. Karena tidak menjawab substansi keterlambatan dan ketidakjelasan penanganan perkara, maka keberatan pelapor tetap sah dan patut diperjuangkan,” kata Agus.

Sementara itu, Fitria berharap aparat kepolisian dapat melakukan evaluasi terhadap penanganan laporan yang diajukannya, sehingga masyarakat yang mencari keadilan tidak berada dalam situasi ketidakpastian hukum.

Ia menegaskan bahwa yang dibutuhkan pelapor bukan sekadar jawaban administratif, melainkan kepastian hukum yang transparan dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Yang saya butuhkan bukan sekadar jawaban administratif, melainkan kepastian hukum yang nyata. Jika perkara ini layak dilanjutkan, lanjutkan secara serius. Jika tidak cukup bukti, sampaikan secara terbuka dan sah menurut hukum. Jangan biarkan pelapor terus menunggu tanpa kejelasan,” tegasnya.**/red

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Kontributor Gensa Media Indonesia yang berperan mendukung kerja jurnalistik melalui pengumpulan informasi dan peliputan di lapangan secara profesional, independen, dan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.

Interesting

  • Danlanud Sjamsudin Noor Pimpin Sertijab Kadispers, Tegaskan Pembinaan Personel Jadi Pilar Kekuatan Satuan

    Danlanud Sjamsudin Noor Pimpin Sertijab Kadispers, Tegaskan Pembinaan Personel Jadi Pilar Kekuatan Satuan

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Banjarbaru – Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Dinas Personel (Kadispers) di Ruang Suryadharma, Mako Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu, 1 Juli 2026. Pergantian pejabat tersebut menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan untuk memperkuat pembinaan personel dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas satuan. Jabatan Kadispers […]

  • Kodaeral IX Meriahkan Jelang HUT Armada RI 2025 dengan Olahraga Bersama Penuh Kekompakan

    Kodaeral IX Meriahkan Jelang HUT Armada RI 2025 dengan Olahraga Bersama Penuh Kekompakan

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Ambon – Suasana penuh semangat dan kekeluargaan mewarnai Mako Kodaeral IX saat Keluarga Besar Kodaeral IX melaksanakan olahraga bersama dalam rangka menyambut HUT Armada RI Tahun 2025, Kamis (04/12/2025). Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Komandan Kodaeral IX, Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, M.Si. (Han)., M.Tr. Opsla. Kegiatan yang diikuti prajurit, PNS, hingga […]

  • Brimob Polda Metro Jaya Gelar TRE untuk Pemulihan Psikologis Warga Asrama Kwitang

    Brimob Polda Metro Jaya Gelar TRE untuk Pemulihan Psikologis Warga Asrama Kwitang

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Brimob Polda Metro Jaya berkomitmen untuk terus mendukung setiap langkah pemulihan pasca-kerusuhan dengan mengedepankan

  • Warga Agimuga Didorong Manfaatkan Potensi Alam untuk Tingkatkan Ekonomi

    Warga Agimuga Didorong Manfaatkan Potensi Alam untuk Tingkatkan Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika — Suasana penuh semangat terlihat di Kantor Distrik Agimuga, Kabupaten Mimika, saat puluhan ibu-ibu PKK dan warga setempat berkumpul mengikuti pelatihan pengolahan pangan lokal. Kegiatan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga menjadi upaya nyata menggerakkan potensi lokal demi memperkuat ekonomi masyarakat. Hadir dalam kegiatan ini […]

  • Bakamla RI Gelar Rapat Harmonisasi Strategi Patroli Laut dalam Jaknas KKPH

    Bakamla RI Gelar Rapat Harmonisasi Strategi Patroli Laut dalam Jaknas KKPH

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) melalui Direktorat Strategi Kamla menggelar Rapat Perencanaan Harmonisasi Strategi Keamanan Laut (Kamla) pada Kebijakan Nasional Keamanan, Keselamatan, dan Penegakan Hukum (Jaknas KKPH) bidang patroli. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Bakamla RI, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (10/9/2025). Kegiatan dipimpin oleh Direktur Strategi Kamla Bakamla RI Laksma Bakamla […]

  • Jembatan Garuda Rampung, Warga Jimbi Siap Jaga Infrastruktur

    Jembatan Garuda Rampung, Warga Jimbi Siap Jaga Infrastruktur

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Mimika – Jembatan Garuda di Kampung Jimbi, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, rampung setelah masyarakat bergotong royong bersama prajurit TNI. Koramil 1710-03/Kuala Kencana kemudian menggelar Komunikasi Sosial (Komsos) sekaligus syukuran bersama masyarakat, Jumat (11/9/2026). Danramil 1710-03/Kuala Kencana Kapten Inf Agustinus Samba Palangiran memimpin langsung kegiatan tersebut bersama masyarakat Kampung Jimbi. Syukuran tersebut menjadi momentum untuk […]

expand_less