Buka Puasa dan Santunan Yatim, Ketua MPC PP Bekasi Timur Larang Anggota Minta THR
"Aries menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada anggota maupun pengurus yang melanggar ketentuan tersebut"

BEKASI – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Bekasi Timur menggelar kegiatan buka puasa bersama, pembagian takjil, serta santunan kepada anak yatim di Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu (15/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ketua MPC Pemuda Pancasila Bekasi Timur Aries Budiman sekaligus menegaskan larangan kepada seluruh anggota untuk meminta tunjangan hari raya (THR) kepada masyarakat maupun pelaku usaha.
Kegiatan sosial yang berlangsung di tengah bulan Ramadan itu dihadiri jajaran pengurus Pemuda Pancasila, Srikandi Pemuda Pancasila, serta masyarakat sekitar.
Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi penutup rangkaian aksi sosial serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di 12 kecamatan di Kota Bekasi.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Bekasi Timur Aries Budiman mengatakan, kegiatan buka puasa bersama dan santunan yatim merupakan bagian dari upaya organisasi untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus menunjukkan kepedulian sosial di bulan Ramadan.
“Agenda hari ini, 15 Maret 2026, kami mengadakan buka puasa bersama, membagikan takjil, serta memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu. Kegiatan ini menjadi penutup setelah sebelumnya dilaksanakan di 12 kecamatan di Kota Bekasi,” ujar Aries kepada wartawan.
Menurut Aries, kegiatan tersebut juga melibatkan unsur Srikandi Pemuda Pancasila Kota Bekasi yang turut aktif dalam berbagai kegiatan sosial selama Ramadan.
Ia menjelaskan, aksi berbagi tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara organisasi masyarakat dengan warga sekitar, sekaligus menunjukkan bahwa Pemuda Pancasila memiliki komitmen dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 20 anak yatim menerima santunan dari pengurus dan anggota Pemuda Pancasila.
Anak-anak tersebut berasal dari sejumlah wilayah di Kota Bekasi dan sebagian diantar oleh pengurus maupun masyarakat setempat.
“Anak yatim yang menerima santunan sekitar 20 orang. Mereka berasal dari berbagai wilayah, ada yang dibawa oleh pengurus dan ada juga yang diantar oleh masyarakat,” katanya.
Aries menilai kegiatan sosial seperti ini penting dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat kehadiran organisasi di tengah masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya berupaya membangun citra positif di tengah masyarakat.
Menurutnya, masih terdapat stigma negatif yang kerap dilekatkan kepada Pemuda Pancasila.
“Tujuan dari pembagian takjil dan santunan ini agar Pemuda Pancasila semakin dekat dengan masyarakat. Jangan sampai ada anggapan bahwa Pemuda Pancasila itu preman. Sebenarnya bukan preman, tapi ‘priman’, yaitu pribadi yang beriman,” ujarnya.
Aries menyebutkan, jumlah anggota Pemuda Pancasila di Kota Bekasi saat ini mencapai sekitar 10 ribu orang yang tersebar di 12 kecamatan.
Dengan jumlah tersebut, ia menilai pembinaan organisasi menjadi hal penting agar seluruh anggota dapat berkontribusi secara positif bagi masyarakat.
“Saya tahu betul anggota saya. Setiap hari saya berada di kantor Pemuda Pancasila sejak pagi sampai sore, bahkan kadang sampai malam. Karena itu saya tahu bagaimana keseharian mereka,” katanya.
Tegaskan Larangan Meminta THR
Dalam kesempatan yang sama, Aries juga menegaskan kepada seluruh anggota Pemuda Pancasila agar tidak meminta tunjangan hari raya (THR) kepada masyarakat maupun pelaku usaha.
Ia mengatakan, larangan tersebut telah disampaikan kepada seluruh jajaran pengurus di tingkat kecamatan dan kelurahan di Kota Bekasi.
“Saya sebagai Ketua MPC sudah menyampaikan kepada 12 kecamatan dan 56 kelurahan bahwa anggota Pemuda Pancasila tidak boleh meminta THR kepada siapa pun. Kalau memang ada yang memberi, silakan diterima. Tetapi tidak boleh meminta,” tegasnya.
Menurut Aries, imbauan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk mendukung kebijakan pemerintah yang melarang organisasi masyarakat meminta THR kepada masyarakat.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah mengedarkan instruksi tersebut kepada seluruh anggota agar tidak terjadi praktik permintaan THR yang dapat meresahkan masyarakat.
“Imbauan itu sudah saya edarkan kepada seluruh anggota. Kami juga mengikuti program pemerintah provinsi bahwa tidak dibenarkan ada anggota organisasi yang meminta THR kepada siapa pun,” ujarnya.
Aries menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada anggota maupun pengurus yang melanggar ketentuan tersebut.
Ia menyebutkan sanksi pertama berupa skorsing selama tiga bulan, dan jika pelanggaran tetap dilakukan dapat berujung pada pemecatan dari organisasi.
“Kalau masih ada yang membandel, baik anggota maupun ketuanya, akan kami beri sanksi. Pertama didiskors selama tiga bulan. Jika masih melanggar, bisa berujung pada pemecatan melalui keputusan organisasi,” katanya.
Aries berharap Pemuda Pancasila dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi wadah pembinaan bagi anggotanya agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Ia mengakui bahwa anggota organisasi berasal dari berbagai latar belakang sosial.
Namun menurutnya, seluruh anggota memiliki kesempatan untuk dibina agar dapat berkontribusi secara positif.
“Anggota kami berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang bertato, ada yang dulu anak jalanan, bahkan anak punk. Tapi semuanya siap dibina. Harapan saya Pemuda Pancasila benar-benar bisa berguna bagi masyarakat,” pungkasnya.**/frm










