TNI Tambah 8,7 Ton Bahan Modifikasi Cuaca untuk Tangani Karhutla di Kalsel
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 42 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kalimantan Selatan – TNI menambah 8,7 ton bahan pendukung operasi modifikasi cuaca untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, Kamis (22/10/2026).
Tambahan tersebut terdiri atas 3,6 ton dry ice dan 5,1 ton natrium klorida (NaCl) yang dikirim menggunakan dua pesawat Hercules TNI Angkatan Udara dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Setibanya di Lanud Sjamsudin Noor, sebagian bahan masuk ke gudang penyimpanan, sedangkan sisanya didistribusikan ke pesawat Cassa C-212 untuk mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
Pada hari yang sama, TNI melaksanakan penyemaian 3,5 ton dry ice menggunakan tiga pesawat Cassa C-212 dalam lima sortie pada ketinggian 10.000 kaki.
Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap upaya penanganan karhutla, terutama untuk membantu mengurangi dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu keselamatan dan aktivitas masyarakat.
Hercules Angkut Tambahan Bahan dari Jakarta
Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI) menyampaikan bahwa pengiriman tambahan bahan tersebut menggunakan pesawat Hercules TNI AU dengan nomor registrasi A-1344 dan A-1339.
Kedua pesawat membawa total 8,7 ton bahan pendukung operasi modifikasi cuaca menuju Lanud Sjamsudin Noor, Kalimantan Selatan.
Pengiriman ini mencakup dua jenis bahan dengan jumlah berbeda, yakni 3,6 ton dry ice dan 5,1 ton NaCl.
Setelah tiba di pangkalan udara tujuan, petugas mengatur penyimpanan dan distribusi bahan sesuai kebutuhan operasi.
Sebagian bahan masuk ke gudang, sementara sebagian lainnya langsung menuju pesawat Cassa C-212 untuk mendukung kegiatan penyemaian.
Dengan demikian, pengiriman melalui Hercules menjadi bagian dari rantai dukungan logistik sebelum pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di wilayah Kalimantan Selatan.
Meski demikian, keterangan yang tersedia belum merinci lokasi titik penyemaian, luas wilayah karhutla yang menjadi sasaran operasi, maupun jumlah titik panas yang hendak ditangani.
Tiga Pesawat Cassa Laksanakan Lima Sortie
Dalam pelaksanaan operasi, tiga pesawat Cassa C-212 mengangkut dan menyemaikan 3,5 ton dry ice dalam lima sortie atau penerbangan operasi.
Penyemaian berlangsung pada ketinggian 10.000 kaki berdasarkan keterangan Puspen TNI.
Selama kegiatan tersebut, kondisi penerbangan dilaporkan aman, sedangkan jarak pandang di wilayah Banjarmasin mencapai sekitar 10 kilometer.
Kondisi itu menjadi salah satu informasi operasional yang menyertai pelaksanaan kegiatan pada Kamis tersebut.
Namun, data yang tersedia belum menjelaskan kondisi awan, parameter atmosfer, maupun hasil pengukuran cuaca sebelum dan sesudah penyemaian.
Karena itu, dampak langsung operasi terhadap pembentukan hujan ataupun penurunan intensitas kebakaran belum dapat disimpulkan hanya dari laporan pelaksanaan penerbangan.
Operasi modifikasi cuaca merupakan salah satu upaya yang dapat mendukung penanganan karhutla melalui intervensi terhadap kondisi atmosfer yang memenuhi persyaratan teknis.
Keberhasilannya bergantung pada kondisi atmosfer, ketersediaan awan yang sesuai, serta evaluasi terhadap hasil kegiatan di lapangan.
Oleh sebab itu, informasi mengenai hasil operasi dan perubahan kondisi kebakaran tetap diperlukan untuk menilai efektivitas dukungan tersebut.
Lanud Sjamsudin Noor Tegaskan Kesiapan Dukungan
Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., menegaskan kesiapan jajarannya untuk mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dalam penanganan karhutla.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI untuk membantu penanganan bencana secara terpadu, terutama ketika kebakaran hutan dan lahan berpotensi menimbulkan kabut asap.
TNI juga menempatkan keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah terdampak sebagai bagian dari tujuan dukungan operasional tersebut.
Melalui pengiriman bahan dan pelaksanaan penyemaian, TNI melanjutkan keterlibatannya dalam upaya penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.
Meski begitu, operasi modifikasi cuaca bukan satu-satunya unsur penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Pemadaman di titik kebakaran, pemantauan wilayah rawan, pencegahan pembukaan lahan dengan cara membakar, serta koordinasi antarlembaga tetap menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla.
Dengan dukungan logistik dan penerbangan yang berkelanjutan, TNI berupaya membantu pelaksanaan operasi sesuai kebutuhan di lapangan.
Evaluasi hasil penyemaian dan perkembangan kondisi karhutla selanjutnya diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih terukur mengenai dampak operasi terhadap wilayah terdampak.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

