TNI dan BMKG Semai 2,4 Ton NaCl untuk Tangani Karhutla di Sumsel
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Palembang – TNI bersama BMKG dan tim gabungan menyemai 2,4 ton natrium klorida (NaCl) melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (3/11/2026).
Satgas Udara Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) menjalankan operasi tersebut menggunakan pesawat Cassa NC-212 milik TNI Angkatan Udara.
Penyemaian garam itu menjadi bagian dari upaya terpadu untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengurangi dampak kabut asap.
Melalui pengerahan armada udara, TNI bersama BMKG dan tim gabungan mengoptimalkan dukungan operasi modifikasi cuaca di wilayah Sumatera Selatan.
Pesawat Cassa NC-212 Sebarkan 2,4 Ton NaCl
Satgas Udara Lanud Sri Mulyono Herlambang mengerahkan pesawat Cassa NC-212 untuk menyebarkan bahan semai di kawasan sasaran.
Dalam penerbangan tersebut, pesawat membawa dan menyebarkan total 2,4 ton garam semai atau natrium klorida.
Penggunaan pesawat TNI AU mendukung pelaksanaan penyemaian melalui jalur udara sebagai bagian dari operasi penanganan karhutla.
Selain itu, keterlibatan BMKG dan tim gabungan memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan OMC.
Operasi tersebut menyasar upaya penanganan karhutla sekaligus penanggulangan kabut asap yang mengancam kualitas udara.
Namun, keterangan Pusat Penerangan TNI belum merinci koordinat kawasan penyemaian, waktu penerbangan, maupun durasi operasi.
BMKG Laporkan Hujan di Sejumlah Kabupaten
Berdasarkan informasi Puspen TNI, data pemantauan BMKG melalui radar dan penakar hujan menunjukkan hujan turun hampir di seluruh kabupaten di Sumatera Selatan.
Laporan tersebut menjadi bagian dari pemantauan kondisi cuaca selama pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
Meski demikian, sumber belum menyebutkan kabupaten yang mengalami hujan secara terperinci maupun besaran curah hujannya.
Puspen TNI juga tidak mencantumkan data pembanding untuk mengukur perubahan curah hujan sebelum dan sesudah penyemaian.
Karena itu, informasi mengenai hujan tersebut perlu merujuk pada data pemantauan BMKG, tanpa menyimpulkan seluruh hujan terjadi semata-mata akibat penyemaian NaCl.
TNI Lanjutkan Dukungan Penanganan Karhutla
TNI menyatakan pengerahan armada udara secara berkelanjutan menjadi bentuk dukungan langsung dalam penanganan karhutla.
Selain itu, operasi terpadu bersama BMKG dan tim gabungan bertujuan mendukung upaya menjaga kualitas udara di wilayah Sumatera Selatan.
Penanganan karhutla dan kabut asap membutuhkan koordinasi antarlembaga serta pemantauan kondisi cuaca secara berkelanjutan.
Melalui OMC, TNI bersama unsur terkait terus mendukung langkah penanggulangan karhutla di wilayah sasaran.
Sumber: Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI)
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

