TNI dan BMKG Semai 2,8 Ton Garam untuk Tangani Karhutla di Kalimantan
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 56 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kalimantan – TNI bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyemai 2,8 ton garam untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan, Selasa (3/11/2026).
Satuan Tugas (Satgas) TNI melaksanakan penyemaian natrium klorida (NaCl) melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama BMKG, BNPB, dan instansi terkait lainnya.
Dalam operasi tersebut, Satgas TNI mengerahkan pesawat CN-295 dan Cassa 212 untuk membawa bahan semai dalam satu sortie penerbangan.
Pesawat CN-295 membawa 2 ton garam, sedangkan pesawat Cassa 212 mengangkut 800 kilogram.
Dengan demikian, total bahan semai yang digunakan dalam penerbangan tersebut mencapai 2,8 ton.
Operasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung penanggulangan karhutla sekaligus mengurangi dampak kabut asap di Kalimantan.
Kerahkan Dua Pesawat untuk Penyemaian Garam
Satgas TNI membagi muatan bahan semai ke dalam dua pesawat dengan kapasitas berbeda.
Pesawat CN-295 membawa muatan terbesar, yakni 2 ton natrium klorida atau NaCl.
Sementara itu, pesawat Cassa 212 membawa 800 kilogram bahan semai dalam sortie penerbangan yang sama.
Melalui pengerahan kedua pesawat tersebut, TNI mendukung pelaksanaan OMC bersama BMKG, BNPB, dan instansi terkait.
Sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi, terutama untuk mendukung upaya penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan.
Namun, informasi dari Pusat Penerangan TNI belum merinci wilayah penyemaian, jalur penerbangan, maupun durasi operasi pada hari tersebut.
Karena itu, cakupan lokasi dan hasil teknis penyemaian masih memerlukan keterangan lebih lanjut dari instansi pelaksana.
Laporan Hujan dan Upaya Penanganan Karhutla
Pusat Penerangan TNI menyebut laporan prajurit di lapangan dan data BMKG menunjukkan hujan telah mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan.
Informasi tersebut menjadi bagian dari laporan perkembangan kondisi cuaca selama upaya penanganan karhutla.
Meski demikian, keterangan yang tersedia tidak menyebutkan wilayah yang mengalami hujan maupun jumlah curah hujannya.
Selain itu, sumber belum menjelaskan hubungan langsung antara penyemaian 2,8 ton NaCl dengan hujan yang turun di sejumlah wilayah tersebut.
Oleh sebab itu, laporan hujan tersebut perlu dipahami sebagai informasi perkembangan cuaca, bukan sebagai bukti tunggal keberhasilan operasi.
TNI menyatakan komitmennya untuk terus mendukung penanggulangan karhutla dan dampak kabut asap melalui kerja sama dengan BMKG, BNPB, serta instansi terkait.
TNI Dorong Sinergi Perlindungan Lingkungan
Melalui operasi modifikasi cuaca, TNI turut mendukung upaya pemerintah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Selain menangani dampak lingkungan, upaya tersebut juga berkaitan dengan perlindungan kesehatan masyarakat yang terdampak kabut asap.
TNI menyatakan sinergi antarlembaga menjadi wujud kepedulian dan pengabdian dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Upaya tersebut juga bertujuan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah Kalimantan.
Dengan demikian, pelaksanaan OMC tidak hanya membutuhkan dukungan armada udara, tetapi juga koordinasi dan pemantauan kondisi cuaca dari instansi terkait.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

