Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia Raih Perak di Kejuaraan Poomsae Dunia
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia meraih satu medali perak pada World Poomsae Championship 2026 (G8) di Korea Selatan.
Kejuaraan dunia kategori Poomsae itu berlangsung pada 16–20 September 2026 di Songam Sports Town Air Dome, Chuncheon, Gangwon State.
Sebanyak 85 negara atau entitas ambil bagian dengan total delegasi sekitar 2.269 orang, termasuk 1.899 atlet yang bertanding.
Chuncheon 2026 mempertandingkan 42 nomor yang terbagi dalam dua kelompok, yakni Recognized Poomsae dan Freestyle Poomsae.
Medali perak Indonesia datang dari nomor Pair Under 30 melalui Letda Inf M. Rizal dan Kinara.
Pasangan Indonesia itu bersaing bersama peserta dari 47 negara dan melaju hingga babak final.
Pada Round 64, Indonesia mengalahkan Austria. Selanjutnya, Indonesia menundukkan Denmark pada Round 32.
Perjalanan berlanjut ketika Indonesia mengalahkan Amerika Serikat pada Round 16 dan Hong Kong pada babak perempat final.
Di semifinal, pasangan Indonesia kembali meraih kemenangan setelah mengatasi perlawanan Turki.
Namun, Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand pada final sehingga mengakhiri perjuangan dengan medali perak.
Apresiasi dan Evaluasi PBTI
Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M., mengapresiasi perjuangan tim Pelatnas.
“Hasil yang sudah diraih tersebut akan dijadikan bahan evaluasi demi untuk lebih ditingkat teknik dan taktik serta manajemen latihan para Pelatnas dan atlet,” ujarnya.
Menurut Richard, evaluasi tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk meningkatkan prestasi atlet pada berbagai ajang internasional berikutnya.
Ia juga menilai performa atlet Indonesia cukup kompetitif meski menjalani persiapan dalam waktu yang sangat singkat.
“Dengan persiapan yang sangat singkat para atlet pelatnas yang dibina oleh PBTI maupun mandiri dapat menampilkan performa yang cukup baik,” kata Richard.
Ia menambahkan, atlet Poomsae Indonesia memiliki potensi bersaing pada kejuaraan single event maupun multievent.
World Poomsae Championship G8 sendiri merupakan event internasional tertinggi untuk kategori Poomsae.
Catatan Performa Atlet Indonesia
Selain peraih perak, sejumlah atlet Indonesia juga mencatat kemenangan pada beberapa babak sebelum menghentikan perjuangan.
Pada Individual Male Under 30, Andi Sultan mengalahkan Senegal dan Finlandia sebelum kalah dari Thailand pada Round 16.
Kinara Abbabiel menang atas Belanda, kemudian kalah dari Puerto Riko pada Round 32 kategori Individual Female Under 30.
Pada Team Male Under 30, M. Rizal, M. Syarif, dan Azka mengalahkan Myanmar sebelum kalah dari Malaysia.
Andi Sultan juga menempati peringkat kedua Grup B dan peringkat ke-12 final Freestyle Individual Male Over 17.
Mahiswari Kirana menempati peringkat ke-12 Grup B pada Freestyle Individual Female Over 17.
Shegina Rahma melaju hingga Round 16 Individual Female Cadet setelah mengalahkan Great Britain dan Trinidad and Tobago.
Pada Team Female Cadet, Shegina, Ainun, dan Ratu menang atas Bosnia and Herzegovina sebelum kalah dari Amerika Serikat.
Alina Yasha mengalahkan Myanmar sebelum kalah dari Hong Kong pada Individual Female Junior.
Razief Bintang mengalahkan Rusia dan Belanda, kemudian kalah dari Amerika Serikat pada Round 16 Individual Male Junior.
Pada Pair Junior, Razief dan Talita menang atas Bulgaria serta Mongolia sebelum kalah dari Hong Kong pada perempat final.
Team Female Junior yang diperkuat Alina, Raina, dan Nabila mengalahkan Jerman sebelum kalah dari Hong Kong.
Pada Freestyle Individual Female Under 17, Nathania Ibrahim menempati peringkat ketiga Grup A dan peringkat ketujuh pada final.
Carolina menang atas India sebelum kalah dari Prancis pada Individual Female Under 50.
Soembar Wiyanto mengalahkan Argentina sebelum kalah dari Turki pada Individual Male Under 60.
Siti Rochmah kalah dari Venezuela pada Round 32 Individual Female Under 60, sedangkan Pair Under 60 Soembar dan Siti kalah dari Brasil.
Secara keseluruhan, capaian tersebut menjadi catatan bagi PBTI untuk mengevaluasi teknik, taktik, serta manajemen latihan menuju kompetisi berikutnya.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

