Kamis, 15 Okt 2026
Beranda » BERITA » Siswa SMP di Bekasi Dianiaya Anak Kepsek Usai Unggah Kritik di Media Sosial

Siswa SMP di Bekasi Dianiaya Anak Kepsek Usai Unggah Kritik di Media Sosial

  • account_circle Tama
  • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bekasi – Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Bantargebang, Kota Bekasi, berinisial DMH (16), mengaku mengalami penganiayaan yang diduga dilakukan oleh S (15), putra Kepala Sekolah setempat, Ujang Tholib.

Dugaan penganiayaan ini terjadi setelah DMH mengunggah kritik terhadap sekolah melalui media sosial.

Insiden bermula dari unggahan Instagram Stories milik DMH yang menampilkan ilustrasi manusia berkepala tikus sedang memegang uang pecahan Rp100.000, dengan latar belakang bangunan berwarna hijau yang diduga merepresentasikan sekolah tempat ia belajar.

S yang melihat unggahan tersebut merasa gambar itu ditujukan kepada ayahnya, Ujang Tholib, yang menjabat sebagai kepala sekolah.

“Anak saya berkesimpulan seperti itu karena dia tahu bahwa DMH adalah siswa saya, walaupun tidak disebutkan secara eksplisit bahwa kritikan itu tertuju ke sekolah atau ke saya,” ujar Ujang saat ditemui di kawasan Bantargebang, Jumat (23/5/2025).

Pelaku dalam dugaan kasus ini adalah S (15), anak dari Ujang Tholib, sementara korban adalah DMH (16), siswa aktif di sekolah yang sama. Kasus ini mendapat perhatian luas setelah pengakuan korban dan klarifikasi dari kepala sekolah muncul ke publik.

Ujang Tholib secara terbuka mengakui bahwa anaknya telah melakukan kekerasan fisik terhadap DMH.

“Terkait penganiayaan terhadap DMH oleh anak saya, itu benar adanya,” kata Ujang.

Motif penganiayaan diduga karena pelaku merasa tersinggung atas unggahan DMH yang dinilai menghina ayahnya.

Meski unggahan tidak menyebut nama, ilustrasi yang digunakan dan latar belakang bangunan sekolah membuat S menganggap bahwa unggahan tersebut ditujukan langsung kepada Ujang Tholib.

Selain itu, unggahan tersebut juga dikaitkan dengan kritik DMH terhadap pengelolaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di sekolah.

DMH menyatakan bahwa dana bantuan pendidikan yang seharusnya ia terima tidak disalurkan sepenuhnya.

Pilihan Editor :  Jembatan Darurat Hidupkan Kembali Desa Wampu

“Yang pertama langsung dimasukkan ke SPP tanpa saya tahu bentuk uangnya. Yang kedua, dipotong Rp150.000,” kata DMH saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (23/5/2025).

Setelah kejadian, Ujang mengaku langsung menghubungi keluarga korban untuk menginformasikan insiden tersebut dan menyampaikan permintaan maaf.

“Saya yang menginfokan ke mamahnya. Saya mohon maaf, saya kasih tahu. Saya bilang, ‘mohon maaf, DMH dipukul oleh anak saya’,” tutur Ujang.

Menanggapi insiden ini, keluarga korban telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Laporan resmi telah diterima oleh Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor: LP/B/1095/2025/SPKT/POLRES METRO BEKASI KOTA.

Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti digital berupa tangkapan layar unggahan media sosial.

Polisi juga menyatakan akan memanggil kedua pihak terkait untuk dimintai keterangan resmi.

Dampak dan Tanggapan Publik

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua murid dan masyarakat sekitar mengenai keamanan serta transparansi pengelolaan dana bantuan di lingkungan sekolah.

Beberapa warganet turut menyuarakan dukungan kepada korban, menekankan pentingnya kebebasan berekspresi dan transparansi dalam institusi pendidikan.

Kasus dugaan penganiayaan terhadap DMH oleh anak kepala sekolah di Bekasi menyoroti pentingnya integritas dan profesionalisme di dunia pendidikan.

Selain itu, insiden ini juga memperkuat urgensi transparansi dalam pengelolaan bantuan pemerintah, serta perlunya perlindungan terhadap siswa yang menyampaikan kritik secara konstruktif.

Hingga berita ini terbit, proses hukum masih berjalan dan pihak kepolisian belum menetapkan status hukum bagi pelaku.

Masyarakat berharap agar penanganan kasus ini dilakukan secara adil dan terbuka, demi menjamin kepercayaan terhadap institusi pendidikan dan penegakan hukum di Indonesia.**/Red

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Menarik Dibaca

  • Kodaeral X Gelar Pemeriksaan Psikologi Kadet di Jayapura

    Kodaeral X Gelar Pemeriksaan Psikologi Kadet di Jayapura

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Jayapura — Dalam upaya membentuk generasi muda Papua yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa kepemimpinan, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Rikes Psikologi (Rikpsi) bagi Korp Kadet Republik Indonesia (KKRI) di SMAN 3 Jayapura, Buper Waena, Sabtu (1/11/2025). Sebanyak 30 kadet muda mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Mereka bukan sekadar […]

  • PB FERKUSHI Tekankan Pembinaan Atlet sebagai Fondasi Prestasi Nasional

    PB FERKUSHI Tekankan Pembinaan Atlet sebagai Fondasi Prestasi Nasional

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB FERKUSHI), Mayjen TNI (Purn) Teuku Abdul Hafil Fuddin, mendorong penguatan pembinaan atlet secara berkelanjutan, pemerataan kesempatan bagi cabang olahraga, dan peningkatan kualitas kompetisi internasional untuk mendukung prestasi olahraga nasional. Dalam pandangannya, keberhasilan olahraga Indonesia tidak cukup diukur melalui jumlah medali dalam kejuaraan. Sebaliknya, kualitas pembinaan, […]

  • Lanal Tual Musnahkan 13.810 Liter Sopi Ilegal, Cegah Konflik Sosial di Maluku Tenggara

    Lanal Tual Musnahkan 13.810 Liter Sopi Ilegal, Cegah Konflik Sosial di Maluku Tenggara

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Ia mendorong agar selain Kota Tual yang sudah memiliki perda larangan sopi, Kabupaten Maluku Tenggara juga segera menetapkan

  • Satgas Yonif 715/Mtl Bawa Harapan Lewat Pelayanan Kesehatan di Pedalaman Papua

    Satgas Yonif 715/Mtl Bawa Harapan Lewat Pelayanan Kesehatan di Pedalaman Papua

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Puncak Jaya – Di tengah dinginnya udara Pegunungan Papua dan beratnya akses menuju fasilitas kesehatan, secercah harapan hadir dari ujung baret hijau. Satgas Yonif 715/Motuliato (Mtl) tak henti menunjukkan kepeduliannya, kali ini lewat aksi nyata pelayanan kesehatan bagi warga di wilayah pedalaman. Rabu (25/6/2025), suasana hangat terasa di Pos Pruleme, saat Serda Ishak, personel kesehatan […]

  • Dugaan Pungutan Masuk SMPN 9 Bekasi Mencuat, Sekolah Bantah Terlibat

    Dugaan Pungutan Masuk SMPN 9 Bekasi Mencuat, Sekolah Bantah Terlibat

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    KOTA BEKASI – Dugaan pungutan uang dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMP Negeri 9 Kota Bekasi mencuat setelah sejumlah orang tua siswa mengaku diminta membayar sejumlah uang dengan iming-iming anak mereka dapat diterima di sekolah tersebut. Pihak SMP Negeri 9 Kota Bekasi membantah terlibat dalam praktik tersebut. Sekolah menyatakan tidak pernah menerima […]

  • Penyitaan Kendaraan oleh Leasing: Memahami Hak dan Solusi Hukum

    Penyitaan Kendaraan oleh Leasing: Memahami Hak dan Solusi Hukum

    • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Penyitaan kendaraan harus dilakukan dengan izin pengadilan atau melalui mekanisme yang sesuai dengan hukum yang berlaku

expand_less