Satgas Udara TNI Semai 7,2 Ton NaCl untuk Tangani Karhutla di Sumsel
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Palembang – Satuan Tugas (Satgas) Udara TNI mengerahkan pesawat Cassa NC-212 dan Hercules C-130 untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta mengurangi ancaman kabut asap di Sumatera Selatan.
Dalam operasi yang berlangsung Minggu (1/11/2026), Satgas Udara Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) menyebarkan 7,2 ton garam semai atau natrium klorida (NaCl) melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terpadu bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta tim gabungan.
Penyemaian tersebut menyasar kawasan yang menjadi perhatian dalam penanganan Karhutla di wilayah Palembang dan sejumlah daerah lainnya di Sumatera Selatan.
Melalui pengerahan armada udara tersebut, TNI berupaya mendukung upaya penanggulangan Karhutla sekaligus membantu mengatasi dampak kabut asap yang mengancam kualitas udara.
Operasi ini juga memanfaatkan pemantauan kondisi atmosfer dan perkembangan cuaca sebagai bagian dari pelaksanaan modifikasi cuaca.
Dua Jenis Pesawat TNI AU Dukung Operasi Modifikasi Cuaca
Dalam pelaksanaannya, Satgas Udara Lanud Sri Mulyono Herlambang menggunakan dua jenis pesawat TNI Angkatan Udara, yakni Cassa NC-212 dan Hercules C-130.
Kedua armada tersebut mendukung penyebaran total 7,2 ton NaCl di kawasan sasaran melalui kegiatan penyemaian dari udara.
Penggunaan pesawat tersebut menjadi bagian dari dukungan kemampuan udara TNI dalam operasi penanganan Karhutla yang melibatkan sejumlah instansi.
Selain pengerahan armada, koordinasi dengan BMKG juga memegang peranan penting dalam menentukan pelaksanaan penyemaian berdasarkan perkembangan kondisi atmosfer.
Sebab, Operasi Modifikasi Cuaca memerlukan pemantauan terhadap awan dan potensi hujan agar penyemaian dapat mendukung proses pembentukan presipitasi.
Karena itu, pelaksanaan OMC tidak hanya mengandalkan pengerahan pesawat, tetapi juga membutuhkan data meteorologi sebagai dasar pertimbangan operasional.
Dalam kegiatan tersebut, BMKG memanfaatkan radar cuaca, penakar hujan, serta laporan lapangan untuk memantau perkembangan kondisi cuaca setelah penyemaian.
Hujan Tercatat di Sembilan Wilayah Sumatera Selatan
Berdasarkan data pemantauan BMKG melalui radar, penakar hujan, dan laporan lapangan, operasi penyemaian tersebut berdampak pada terjadinya hujan di sejumlah wilayah.
Wilayah yang tercatat mengalami hujan meliputi Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin, dan Banyuasin.
Selain itu, hujan juga tercatat di wilayah Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Muara Enim, Kota Prabumulih, serta Musi Rawas Utara.
Dengan demikian, pemantauan BMKG mencakup sembilan wilayah di Sumatera Selatan yang mengalami hujan setelah pelaksanaan operasi penyemaian.
Data tersebut menjadi bagian dari laporan perkembangan kegiatan modifikasi cuaca dalam mendukung penanganan Karhutla.
Namun, informasi mengenai terjadinya hujan belum dengan sendirinya menunjukkan bahwa seluruh titik kebakaran telah padam atau ancaman kabut asap telah berakhir.
Penanganan Karhutla tetap membutuhkan pemantauan kondisi lapangan dan perkembangan cuaca secara berkelanjutan.
TNI dan BMKG Lanjutkan Dukungan Penanganan Karhutla
Pengerahan armada udara dalam Operasi Modifikasi Cuaca menunjukkan keterlibatan TNI bersama BMKG dan tim gabungan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.
Melalui operasi tersebut, Satgas Udara Lanud SMH mendukung upaya penanganan Karhutla sekaligus membantu mengurangi potensi dampak kabut asap terhadap masyarakat.
Di sisi lain, pemantauan cuaca menjadi unsur penting untuk melihat perkembangan hujan dan mendukung langkah penanganan di wilayah terdampak.
TNI menyatakan pengerahan armada udara secara berkelanjutan merupakan bagian dari upaya menghadapi ancaman Karhutla melalui koordinasi terpadu.
Meski demikian, keberhasilan penanganan Karhutla juga memerlukan langkah berkelanjutan di lapangan agar titik kebakaran tidak terus berkembang.
Melalui sinergi TNI, BMKG, dan tim gabungan, operasi modifikasi cuaca di Sumatera Selatan diharapkan terus mendukung penanggulangan Karhutla serta menjaga kualitas udara bagi masyarakat.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

