Satgas Karya Bakti TNI AD Bangun Abutmen Jembatan di Dusun Gobik

Mentawai – Personel Satgas Karya Bakti TNI AD Skala Besar Tahun Anggaran 2026 bersama masyarakat melaksanakan penggalian dan pengangkutan material batu untuk pembangunan abutmen atau kepala jembatan sepanjang 10 meter...

Satgas Karya Bakti TNI AD Bangun Abutmen Jembatan di Dusun Gobik – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Mentawai – Personel Satgas Karya Bakti TNI AD Skala Besar Tahun Anggaran 2026 bersama masyarakat melaksanakan penggalian dan pengangkutan material batu untuk pembangunan abutmen atau kepala jembatan sepanjang 10 meter di Dusun Gobik, Desa Bosua.

Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan infrastruktur pedesaan guna meningkatkan akses transportasi dan aktivitas ekonomi warga di wilayah terpencil.

Kegiatan pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel TNI AD dan masyarakat setempat.

Sejak pagi hari, personel satgas bersama warga tampak bekerja bahu membahu menggali pondasi serta mengangkut material batu secara manual menuju titik pembangunan jembatan.

Abutmen merupakan bagian penting dalam konstruksi jembatan karena berfungsi sebagai penahan beban struktur sekaligus penopang utama agar jembatan tetap kokoh dan aman digunakan masyarakat.

Dalam proses pengerjaan tersebut, penggalian dilakukan untuk memastikan pondasi memiliki kekuatan yang memadai sebelum pemasangan material utama dilakukan.

Kegiatan itu merupakan bagian dari Program Karya Bakti TNI AD Skala Besar TA 2026 yang difokuskan pada percepatan pembangunan infrastruktur di daerah pedesaan dan wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses transportasi.

Kehadiran Satgas Karya Bakti TNI AD di tengah masyarakat mendapat respons positif dari warga Dusun Gobik dan Desa Bosua.

Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan langsung warga dalam setiap tahapan pekerjaan, mulai dari penggalian tanah hingga pengangkutan batu secara bertahap ke lokasi pembangunan.

Warga menilai pembangunan jembatan tersebut menjadi kebutuhan mendesak karena akses transportasi selama ini masih terbatas, terutama saat musim hujan yang menyebabkan jalur penghubung antardesa sulit dilalui.

Kondisi itu turut memengaruhi mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga aktivitas ekonomi sehari-hari.

Pilihan Editor :  Cahaya Obor Fajar Paskah Terangi Tembagapura, Babinsa Kawal Perayaan Penuh Damai

Melalui pembangunan abutmen jembatan tersebut, akses penghubung diharapkan menjadi lebih aman dan mempermudah masyarakat dalam menjalankan aktivitas sosial maupun ekonomi.

Infrastruktur yang memadai juga diyakini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan warga karena distribusi hasil bumi dan kebutuhan pokok dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Selain fokus pada pembangunan fisik, keterlibatan TNI AD dalam program karya bakti juga dinilai memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.

Pola kerja gotong royong yang diterapkan selama pembangunan berlangsung menjadi bentuk sinergi nyata dalam mendukung pemerataan pembangunan di daerah.

Gotong Royong Percepat Pembangunan Desa

Semangat kebersamaan antara personel TNI dan warga menjadi salah satu faktor penting dalam percepatan pembangunan abutmen jembatan di Dusun Gobik.

Di tengah keterbatasan sarana dan medan pekerjaan yang cukup menantang, proses pembangunan tetap berjalan dengan mengedepankan kerja sama dan solidaritas.

Personel Satgas Karya Bakti TNI AD terlihat terlibat langsung dalam seluruh tahapan pekerjaan tanpa membedakan peran dengan masyarakat.

Warga secara sukarela membantu pengangkutan material batu dan pembersihan area pembangunan agar proses pengerjaan berjalan lebih efektif.

Program Karya Bakti TNI AD sendiri selama ini menjadi salah satu bentuk operasi teritorial yang bertujuan membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah yang membutuhkan perhatian infrastruktur dasar.

Sasaran program tidak hanya pembangunan jalan dan jembatan, tetapi juga fasilitas umum lain yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan dinilai memiliki peran strategis dalam membuka keterisolasian daerah serta meningkatkan konektivitas antarkawasan.

Dengan akses yang lebih baik, masyarakat dapat lebih mudah menjangkau pusat pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pasar untuk mendukung aktivitas perekonomian.

Pilihan Editor :  GPFI Sulsel dan BBPOM Makassar Sepakat Kawal Distribusi Obat yang Aman dan Bermutu

Melalui program tersebut, TNI AD menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat melalui kerja nyata di lapangan.

Kehadiran Satgas Karya Bakti di Dusun Gobik dan Desa Bosua diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik semata, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan serta memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Pembangunan abutmen jembatan itu ditargetkan dapat segera rampung sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan warga.

Dengan infrastruktur yang lebih memadai, masyarakat Dusun Gobik dan Desa Bosua diharapkan memiliki akses transportasi yang lebih aman, lancar, dan mendukung pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.**/Fais

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *