Panglima TNI Soroti Peran ASEAN sebagai Penopang Stabilitas Indo-Pasifik dalam Sidang ke-23 ACDFM

Jakarta, 22 Mei 2026 – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan peran strategis ASEAN sebagai jangkar stabilitas kawasan Indo-Pasifik dalam Sidang ke-23 ACDFM. Panglima TNI mengikuti sidang melalui video...

-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Jakarta, 22 Mei 2026 – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan peran strategis ASEAN sebagai jangkar stabilitas kawasan Indo-Pasifik dalam Sidang ke-23 ACDFM.

Panglima TNI mengikuti sidang melalui video conference dari Cilangkap, Jakarta Timur, bersama para Panglima Angkatan Bersenjata negara anggota ASEAN, Kamis, 21 Mei 2026.

Forum tersebut membahas dinamika keamanan kawasan yang semakin kompleks akibat perkembangan geopolitik global yang cepat dan tidak terduga.

Panglima TNI menyoroti ancaman siber, ketegangan maritim, serta dampak perubahan iklim sebagai tantangan utama yang dihadapi kawasan.

Ia menegaskan bahwa setiap negara tidak dapat mengandalkan pendekatan unilateral dalam menjaga stabilitas kawasan.

“Keamanan kawasan harus dibangun melalui kerja sama kolektif yang konkret, adaptif, dan berorientasi pada implementasi,” ujar Agus Subiyanto.

Ia kemudian menekankan pentingnya memperkuat sentralitas ASEAN sebagai fondasi utama stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Selain itu, Indonesia mendorong penguatan kerja sama keamanan maritim melalui peningkatan Maritime Domain Awareness secara terintegrasi.

Panglima TNI juga menekankan pentingnya patroli terkoordinasi antarnegara untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan perairan kawasan.

Ia menilai interoperabilitas latihan militer menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesiapan bersama menghadapi ancaman.

Perkuat Diplomasi Pertahanan dan Respons Multidimensi

Panglima TNI menegaskan pentingnya penguatan kerja sama Humanitarian Assistance and Disaster Relief dalam menghadapi bencana kawasan.

Ia juga mendorong penguatan ketahanan siber ASEAN guna merespons ancaman digital yang semakin kompleks dan dinamis.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI dalam memperkuat kerja sama pertahanan regional secara berkelanjutan.

Pilihan Editor :  Sinergi TNI-Polri di Hari Bhayangkara ke-79, Yonmarhanlan III Bawa Kue ke Polsek Kelapa Gading

Indonesia menempatkan kolaborasi sebagai strategi utama dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan keamanan kawasan.

Sidang ke-23 ACDFM mengusung tema “Securing Our Future Together” sebagai refleksi komitmen bersama negara anggota ASEAN.

Forum tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat solidaritas serta diplomasi pertahanan antarnegara ASEAN.

Panglima TNI menegaskan bahwa kekuatan ASEAN terletak pada persatuan dan kredibilitas kerja sama yang konsisten.

“Kekuatan kolektif ASEAN bergantung pada kesiapan bersama menghadapi tantangan strategis masa depan,” ujarnya.

Ia menilai kerja sama yang solid akan memperkuat posisi ASEAN sebagai aktor utama dalam menjaga stabilitas kawasan.

Selain itu, forum ini juga memperkuat kepercayaan antarnegara melalui komunikasi strategis yang terbuka dan konstruktif.

Panglima TNI mengajak seluruh negara anggota ASEAN meningkatkan sinergi dalam menghadapi ancaman multidimensional.

Ia menegaskan bahwa tantangan keamanan modern menuntut respons terpadu yang berkelanjutan dan terukur.

Dengan demikian, ASEAN dapat mempertahankan peran sebagai jangkar stabilitas kawasan yang kredibel dan adaptif.

Komitmen tersebut sekaligus menegaskan peran aktif Indonesia dalam mendorong kerja sama pertahanan kawasan yang inklusif.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *