Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Pembasahan Lahan Gambut
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 42 menit yang lalu
- print Cetak

Banjarbaru – Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor memperkuat pembasahan dan pendinginan lahan gambut yang masih mengeluarkan asap.
Upaya tersebut berlangsung di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Banjarbaru, Minggu (27/9/2026), sebagai bagian pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Personel Satgas Darat menyisir kembali area yang masih menunjukkan indikasi panas dan kepulan asap.
Dalam penanganannya, personel mengarahkan air ke permukaan lahan sekaligus menjangkau lapisan gambut yang berpotensi menyimpan bara.
Langkah tersebut diperlukan karena sumber panas dapat bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran api telah padam.
Karena itu, proses pendinginan tidak berhenti setelah api terlihat padam dari permukaan lahan.
Satgas juga menerapkan metode undercooling atau suntik gambut menggunakan pipa untuk memasukkan air ke lapisan gambut.
Metode tersebut membantu menjangkau titik panas yang tidak terlihat dari permukaan sehingga proses pendinginan dapat berlangsung lebih optimal.
Pantau Titik Panas Secara Berkelanjutan
Selain melakukan pembasahan, personel terus memantau kondisi lahan untuk menemukan titik yang masih berpotensi mengeluarkan asap.
Setiap indikasi panas menjadi perhatian personel agar dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi titik api.
Pemantauan tersebut berlangsung bersamaan dengan proses pendinginan untuk menekan kemungkinan munculnya kembali bara di dalam gambut.
Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor juga mengoptimalkan pengerahan personel dan sarana pendukung selama penanganan di lapangan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari pengendalian Karhutla di kawasan sekitar Lanud Sjamsudin Noor dan Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Selain itu, kegiatan tersebut memperkuat sinergi TNI AU bersama unsur terkait dalam menjaga kawasan strategis dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Dengan masih terpantau asap di sejumlah lokasi, personel melanjutkan pembasahan secara intensif untuk memastikan proses pendinginan berjalan optimal.
Penanganan berkelanjutan juga dilakukan untuk menekan bara yang kemungkinan masih tersimpan di dalam lapisan gambut.
Melalui kombinasi pembasahan, pendinginan, undercooling, dan pemantauan, Satgas Darat terus menjaga kondisi lahan agar semakin aman.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mencegah munculnya kembali titik api di kawasan yang sebelumnya terdampak Karhutla.
FAQ: Seputar Pembasahan Lahan Gambut oleh Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor
P: Langkah apa yang dilakukan Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)?
J: Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor memperkuat operasi pembasahan (rewetting) pada area lahan gambut rawan terbakar guna menjaga kelembaban tanah dan mencegah timbulnya titik api (hotspot).
P: Mengapa lahan gambut menjadi fokus utama dalam penanganan dan pencegahan karhutla?
J: Lahan gambut yang mengering sangat mudah terbakar hingga ke lapisan dalam tanah dan sulit dipadamkan, sehingga pembasahan berkala krusial untuk menekan risiko kebakaran meluas dan kabut asap.
P: Bagaimana bentuk kerja sama Satgas dengan pihak terkait dalam menjaga area rawan kebakaran?
J: Satgas bersinergi dengan BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri, serta masyarakat peduli api untuk melakukan patroli rutin, pemantauan titik api, dan penyediaan sumber air di wilayah rawan.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

