Satgas Bakti TNI AD Percepat Pembangunan Mushola Al Huda Bersama Warga
Warga menilai kehadiran personel TNI membantu mempercepat pembangunan fasilitas ibadah yang sebelumnya belum dapat diselesaikan

Mentawai – Satgas Karya Bakti Skala Besar Bakti TNI AD terus mempercepat pembangunan Mushola Al Huda melalui pengerjaan pemasangan kerangka bangunan sebagai tahapan utama konstruksi fasilitas ibadah tersebut.
Kegiatan yang melibatkan personel TNI bersama masyarakat setempat itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus membantu penyediaan sarana ibadah yang layak bagi warga.
Pemasangan kerangka mushola dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel Satgas Bakti TNI AD dan warga sekitar.
Proses pengerjaan berlangsung dengan semangat kebersamaan di tengah target percepatan pembangunan agar mushola dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Komandan Satgas Bakti TNI AD Skala Besar, Farouk, mengatakan pembangunan Mushola Al Huda merupakan bagian dari program karya bakti TNI AD yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antara prajurit dan masyarakat.
Menurut dia, keberadaan rumah ibadah memiliki fungsi penting sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
Karena itu, percepatan pembangunan dilakukan agar warga dapat segera menggunakan fasilitas tersebut dengan nyaman dan aman.
“Melalui kegiatan karya bakti ini, kami berharap pembangunan Mushola Al Huda dapat segera selesai sehingga masyarakat dapat beribadah dengan nyaman. Kehadiran TNI harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Brigjen TNI Farouk dalam keterangannya.
Setelah tahapan pemasangan kerangka selesai, pengerjaan akan dilanjutkan pada tahap pemasangan dinding bangunan serta penyelesaian lantai mushola.
Seluruh proses pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan kualitas konstruksi dan keselamatan kerja di lapangan.
Kegiatan karya bakti tersebut juga mendapat respons positif dari masyarakat sekitar.
Warga menilai kehadiran personel TNI membantu mempercepat pembangunan fasilitas ibadah yang sebelumnya belum dapat diselesaikan secara mandiri oleh masyarakat.
Sejumlah warga turut terlibat langsung dalam proses pengerjaan dengan membantu pengangkutan material dan pekerjaan teknis ringan.
Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi bentuk nyata budaya gotong royong yang masih terjaga di lingkungan setempat.
Gotong Royong Jadi Penguat Hubungan TNI dan Masyarakat
Program karya bakti yang dijalankan Satgas Bakti TNI AD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi sarana memperkuat komunikasi sosial antara aparat dan masyarakat.
Melalui kerja bersama di lapangan, hubungan emosional antara prajurit dan warga dinilai semakin erat.
Kegiatan pembangunan Mushola Al Huda menjadi salah satu contoh kolaborasi yang mengedepankan kepentingan masyarakat secara langsung.
Selain membantu menyediakan sarana ibadah, program tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Pihak Satgas Bakti TNI AD memastikan pembangunan mushola akan terus dipacu hingga seluruh tahapan selesai.
Personel di lapangan tetap melaksanakan pekerjaan secara terukur dengan memperhatikan kondisi bangunan agar hasil pembangunan dapat bertahan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, masyarakat berharap pembangunan Mushola Al Huda dapat segera rampung sehingga aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan warga dapat berjalan lebih optimal.
Kehadiran mushola baru itu juga diharapkan menjadi pusat pembinaan sosial dan keagamaan masyarakat sekitar.
Karya bakti pembangunan rumah ibadah tersebut menjadi bagian dari implementasi pengabdian TNI AD kepada masyarakat melalui program teritorial yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Sinergi yang terbangun antara TNI dan masyarakat dalam proses pembangunan dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, aman, dan saling mendukung.
Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, pembangunan Mushola Al Huda diharapkan dapat selesai sesuai target dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.**/Fais










