Richard Tampubolon Lantik Adnan, Taekwondo Sulsel Bidik Medali PON 2028
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makasar – Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Jenderal TNI Richard Tampubolon melantik Adnan Purichta Ichsan sebagai Ketua Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Sulawesi Selatan periode 2026–2030 di Hotel Unhas, Makassar, Sabtu (24/10/2026).
Pelantikan tersebut membawa target besar bagi kepengurusan baru, yakni meningkatkan prestasi atlet Sulawesi Selatan dan mengejar medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Adnan menyatakan kepengurusannya telah menyiapkan agenda jangka pendek dan jangka panjang untuk memperkuat pembinaan serta meningkatkan daya saing atlet di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Richard menilai Sulawesi Selatan memiliki potensi atlet yang dapat dikembangkan untuk bersaing pada level lebih tinggi, termasuk kompetisi internasional.
Richard, yang juga menjabat Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, menyebut sejumlah atlet junior asal Sulawesi Selatan telah masuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).
Menurutnya, keberadaan atlet junior di Pelatnas menjadi salah satu modal untuk memperkuat pembinaan taekwondo di daerah tersebut.
PON 2028 Jadi Target Utama Taekwondo Sulawesi Selatan
Adnan menempatkan PON 2028 sebagai salah satu sasaran penting dalam agenda jangka pendek kepengurusannya.
Ia ingin atlet taekwondo Sulawesi Selatan mencatat pencapaian baru dengan meraih medali pada ajang olahraga nasional tersebut.
“Kami targetkan mudah-mudahan nantinya Taekwondo Sulawesi Selatan pada PON tahun 2028 bisa meraih medali,” ungkap Adnan.
Adnan menyebut Sulawesi Selatan belum pernah meraih medali pada cabang olahraga taekwondo di PON.
Karena itu, target tersebut menjadi tantangan bagi pengurus baru untuk menyiapkan atlet secara lebih terarah menjelang kompetisi 2028.
Selain memperkuat kemampuan teknik, pembinaan juga membutuhkan konsistensi latihan, pengalaman bertanding, kesiapan mental, serta evaluasi performa atlet.
Namun, keterangan pelantikan belum memuat rincian program latihan, daftar atlet yang diproyeksikan tampil, maupun target jumlah medali yang ingin diraih.
Pengurus juga belum memaparkan tahapan persiapan dan indikator evaluasi untuk mengukur perkembangan atlet menuju PON 2028.
Dengan demikian, target medali yang disampaikan Adnan masih memerlukan tindak lanjut melalui program kerja yang terukur dan berkelanjutan.
PBTI Optimistis Potensi Atlet Muda Bisa Berkembang
Richard menilai Sulawesi Selatan memiliki modal untuk melahirkan atlet taekwondo berprestasi, terutama melalui pengembangan atlet junior.
Ia menyebut beberapa atlet muda dari provinsi tersebut telah bergabung dengan Pelatnas, meski tidak merinci nama maupun jumlah atlet yang dimaksud.
Richard juga menyoroti sejarah, karakter, dan semangat bertanding atlet Sulawesi Selatan sebagai faktor yang menurutnya dapat mendukung perkembangan prestasi.
“Ada beberapa atlet junior yang sudah masuk di dalam Pelatnas. Saya pikir, dari segi sejarahnya, kemudian dari segi karakternya, dari segi fighting spirit-nya, saya optimistis akan lahir satu legend taekwondo dari Provinsi Sulawesi Selatan, tidak hanya legend di dalam negeri, sampai di kelas internasional,” kata Richard.
Pernyataan tersebut menunjukkan optimisme Ketua Umum PBTI terhadap potensi atlet daerah untuk menembus persaingan yang lebih luas.
Meski demikian, peluang menuju prestasi internasional membutuhkan pembinaan jangka panjang, kompetisi berkualitas, dukungan pelatih, dan kesiapan menghadapi lawan dari berbagai negara.
Karena itu, potensi atlet muda perlu didukung sistem pembinaan yang mampu menjaga perkembangan kemampuan mereka secara konsisten.
Selain itu, pengalaman bertanding di tingkat nasional dapat menjadi bagian dari proses untuk mengukur kesiapan atlet sebelum memasuki persaingan internasional.
Baca juga: Kapan Air Bersih Mengalir ke Rumah Warga Kampung Yamboi?
Kepengurusan Baru Menghadapi Tantangan Pembinaan
Richard berharap kepemimpinan Adnan dapat memperkuat pembinaan taekwondo di Sulawesi Selatan sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi atlet daerah untuk berprestasi.
Ia mendorong pembinaan di tingkat daerah dan nasional agar berjalan seiring dengan persiapan atlet menghadapi kompetisi internasional.
Harapan tersebut menempatkan kepengurusan periode 2026–2030 pada agenda pengembangan atlet secara berkelanjutan.
Di satu sisi, target PON 2028 menjadi tolok ukur jangka pendek bagi kepengurusan baru.
Di sisi lain, upaya melahirkan atlet berprestasi internasional membutuhkan perencanaan lebih panjang dan kesinambungan program pembinaan.
Untuk mencapai kedua sasaran tersebut, pengurus perlu menerjemahkan target menjadi agenda latihan, kompetisi, dan evaluasi yang jelas.
Namun, rincian mengenai strategi pendanaan, fasilitas latihan, jumlah pelatih, serta program pengembangan atlet belum tersedia dalam keterangan pelantikan.
Karena itu, perkembangan program kerja dan hasil pembinaan akan menjadi aspek penting untuk melihat kemajuan Taekwondo Sulawesi Selatan selama masa kepengurusan baru.
Pelantikan Adnan di Hotel Unhas, Makassar, pada Sabtu (24/10/2026) menjadi awal kepemimpinannya untuk periode 2026–2030.
Kini, tantangan utama kepengurusan tersebut ialah mengubah potensi atlet menjadi prestasi nyata, terutama dalam mengejar medali PON 2028 sekaligus memperkuat peluang atlet Sulawesi Selatan bersaing di tingkat internasional.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

