Rendy Pimpin FWK DKI Jakarta, Perkuat Independensi dan Profesionalisme Pers
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 56 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Herdiana, yang akrab disapa Rendy, mengemban kepemimpinan Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) wilayah DKI Jakarta setelah memperoleh kepercayaan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FWK di Jakarta, 24–25 Oktober 2026.
Pimpinan Umum Seputarpublik.com itu menyatakan kesiapannya memperkuat profesionalisme wartawan, menjaga independensi pers, dan mendorong karya jurnalistik yang bertanggung jawab.
Rakernas tersebut mempertemukan sekitar 100 anggota dan pengurus FWK, termasuk 15 koordinator daerah dari berbagai provinsi.
Rendy memandang kepercayaan itu sebagai tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan organisasi sekaligus meningkatkan kualitas kerja jurnalistik.
“Bagi saya, amanah ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab moral. Saya akan berusaha menjalankannya dengan sepenuh hati, kemampuan, dan penuh tanggung jawab,” ujar Rendy dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).
Ia menegaskan bahwa FWK perlu menjadi ruang bersama bagi insan pers yang menjunjung profesionalisme, independensi, dan integritas.
Menurut Rendy, kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan akurasi informasi, keberimbangan pemberitaan, dan kepatuhan terhadap etika jurnalistik.
“Kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab, akurasi pemberitaan, keberimbangan, serta kepatuhan terhadap etika jurnalistik,” tegasnya.
Selain memimpin FWK DKI Jakarta, Rendy juga menjabat Kepala Humas Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat.
Kepengurusan Baru Dorong Kompetensi Wartawan
Rendy akan menjalankan tugas organisasi bersama Elwan Charisma sebagai sekretaris dan Asen sebagai bendahara.
Ia berharap kepengurusan tersebut mampu membangun kolaborasi yang mendorong peningkatan kompetensi wartawan di Jakarta.
Menurutnya, organisasi kewartawanan perlu membuka ruang pertukaran pengalaman, penguatan keterampilan, dan pembahasan persoalan etika jurnalistik.
Upaya tersebut penting karena perkembangan media digital menuntut wartawan menyampaikan informasi dengan cepat sekaligus menjaga akurasi.
Wartawan perlu memeriksa fakta, menguji sumber, meminta konfirmasi kepada pihak terkait, serta memberi ruang bagi berbagai perspektif.
Dengan langkah itu, media dapat menyajikan informasi yang lebih utuh dan membantu masyarakat memahami persoalan publik.
Rendy juga menekankan bahwa pengabdian kepada bangsa harus tetap hidup di tengah perubahan zaman.
“Pengabdian kepada Indonesia tidak pernah mengenal kata usai. Zaman boleh berubah, tetapi semangat membela bangsa tidak boleh mati,” katanya.
Ia berharap semangat tersebut mendorong wartawan menghasilkan karya yang bermanfaat tanpa meninggalkan tanggung jawab profesional.
Namun, semangat kebangsaan tidak boleh menggeser independensi pers atau membatasi kritik yang berlandaskan fakta.
Pers memiliki peran penting untuk mengawasi kebijakan publik, mengungkap persoalan masyarakat, dan meminta pertanggungjawaban pihak yang menjalankan kekuasaan.
Karena itu, penguatan organisasi kewartawanan perlu berjalan bersama perlindungan terhadap kebebasan pers dan hak publik memperoleh informasi.
Aktivis PMI Harapkan Kerja Sama Kemanusiaan
Ilham Dharmawan, aktivis Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara yang menghadiri Rakernas FWK, turut menyampaikan ucapan selamat kepada Rendy.
Ia berharap Rendy dapat menjalankan amanah organisasi sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam kegiatan sosial.
“Selamat Bang Rendy, semoga dapat menjalankan amanah tersebut dengan baik, ke depan kita bisa bersinergi untuk menjalankan aksi kemanusiaan berupa donor darah,” ujar Ilham.
Ia mengusulkan kerja sama dalam kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan kemanusiaan.
Kolaborasi tersebut dapat mempertemukan jejaring wartawan dengan komunitas sosial untuk mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Meski demikian, kegiatan sosial dan kerja jurnalistik perlu tetap memiliki batas yang jelas.
Dengan menjaga batas tersebut, wartawan dapat berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan sekaligus mempertahankan independensi saat meliput berbagai persoalan.
FWK Hubungkan Profesionalisme dengan Nilai Kebangsaan
Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane menjelaskan bahwa sejumlah wartawan senior mendirikan organisasi itu pada Oktober 2025.
Menurut Raja, para pendiri memiliki pengalaman panjang dalam jurnalistik dan perhatian terhadap persoalan kebangsaan.
Ia menyebut para pendiri FWK memiliki pengalaman profesional sedikitnya 20 tahun, sertifikat wartawan utama, serta komitmen memperkuat nilai kebangsaan.
Sementara itu, Hendry Ch Bangun, salah satu penggagas FWK, menilai kehadiran Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily dalam Rakernas sejalan dengan visi organisasi.
“FWK berupaya menyatukan profesionalisme kewartawanan dengan etika kebangsaan,” ujar Hendry, yang pernah menjabat Wakil Ketua Dewan Pers periode 2019–2022.
Hendry menempatkan profesionalisme jurnalistik dan etika kebangsaan sebagai dua prinsip yang perlu berjalan beriringan.
Namun, penerapan nilai kebangsaan harus tetap menghormati independensi pers dan hak wartawan untuk menyampaikan kritik.
Wartawan perlu menguji informasi, mengawasi kekuasaan, serta menyampaikan fakta tanpa tunduk pada tekanan kepentingan tertentu.
Dengan demikian, jurnalisme kebangsaan tidak berhenti pada slogan, tetapi tercermin melalui praktik jurnalistik yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Lemhannas Tekankan Pers Kritis dan Independen
Dalam Rakernas FWK, Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menyoroti peran pers dalam memperkuat ketahanan nasional.
Ia menekankan pentingnya sikap kritis, independensi, profesionalisme, dan integritas ketika wartawan menghadapi tantangan geopolitik serta disrupsi informasi.
Ace juga menyinggung penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang dapat memperkeruh ruang informasi publik.
“Kita perlu membangun jurnalisme kebangsaan yang kritis karena cinta kepada bangsa, independen, profesional, dan berintegritas,” kata Ace.
Ia menegaskan bahwa semangat kebangsaan tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi kritik terhadap pemerintah ataupun persoalan publik.
Menurut Ace, wartawan dapat menunjukkan kepedulian terhadap bangsa melalui pemberitaan yang kritis, berbasis fakta, dan mematuhi etika jurnalistik.
Ia juga menyampaikan rencana perluasan program kursus singkat Lemhannas yang dapat diikuti wartawan secara gratis.
Program tersebut membuka peluang bagi wartawan untuk memperluas pemahaman mengenai persoalan strategis dan ketahanan nasional.
Rakernas FWK turut menghadirkan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pusat Teguh Santosa dan Ketua Umum AMKI Pusat Dadang Rachmat.
Perwakilan organisasi perusahaan pers, pemimpin redaksi, pemilik media, serta mahasiswa juga menghadiri kegiatan tersebut.
Melalui kepemimpinan Rendy, FWK DKI Jakarta diharapkan memperkuat kolaborasi, meningkatkan kompetensi wartawan, dan menjaga integritas jurnalistik.
Pada akhirnya, profesionalisme pers memerlukan komitmen nyata terhadap akurasi, keberimbangan, independensi, dan tanggung jawab kepada masyarakat.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

