Senin, 28 Sep 2026
Beranda » BERITA » Remaja 14 Tahun Tewas Dipukul Helm Brimob di Tual, Polisi Tetapkan Tersangka

Remaja 14 Tahun Tewas Dipukul Helm Brimob di Tual, Polisi Tetapkan Tersangka

  • account_circle Tama
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • print Cetak

Maluku – Seorang remaja berusia 14 tahun, Arianto Tawakkal, meninggal dunia setelah diduga dipukul menggunakan helm taktikal oleh anggota Brigade Mobil (Brimob) di Kota Tual, Maluku, Kamis (19/2) pagi.

Peristiwa ini kini dalam proses hukum setelah polisi menetapkan seorang anggota Brimob sebagai tersangka, di tengah sorotan keras pegiat hak asasi manusia terhadap pola kekerasan aparat yang dinilai terus berulang.

Arianto mengembuskan napas terakhir setelah sempat mendapatkan perawatan di RSUD Karel Sadsuitubun, Langgur.

Peristiwa kekerasan terjadi di Jalan RSUD Maren Ni Noho Renuat, kawasan Fiditan, Kota Tual.

Polisi menyatakan proses penyelidikan dan penindakan dilakukan secara berjenjang, mulai dari Polres Tual hingga mendapat asistensi Polda Maluku.

Kepolisian menetapkan Bripda Masias Siahaya, anggota Brimob, sebagai tersangka dalam kasus ini.

Ia ditahan di Rumah Tahanan Polres Tual dan dijerat Pasal 35 juncto Pasal 14 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 474 ayat (3) KUHP.

Selain proses pidana, kepolisian memastikan akan menjatuhkan sanksi etik melalui Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan kasus tersebut sedang didalami secara serius.

“Saat ini sedang dalam pendalaman dan penyelidikan yang ditangani Polres serta diasistensi Polda,” ujarnya.

Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen penanganan perkara secara sungguh-sungguh.

Versi Polisi dan Bantahan Keluarga

Berdasarkan keterangan resmi Polres Tual, regu patroli Brimob Kompi 1 Batalyon C bertugas sejak Rabu (18/2) malam hingga Kamis (19/2) pagi.

Sekitar pukul 02.00 WIT, anggota Brimob menuju kawasan Fiditan Atas menindaklanjuti laporan keributan dan dugaan balapan liar.

Setelah situasi dinyatakan kondusif, sebagian anggota meninggalkan lokasi, sementara Bripda Masias disebut masih berada di sekitar jalan dengan membawa helm taktikal.

Pilihan Editor :  Bakamla RI Tegaskan Jati Diri Bangsa Maritim di Kenduri Bahari 2025

Sekitar 10 menit kemudian, Arianto dan kakaknya, Nasri Karim Tawakkal, melintas dengan sepeda motor.

Polisi mengklaim sepeda motor yang dikendarai Nasri melaju dengan kecepatan tinggi.

Dalam situasi itu, helm yang diayunkan Bripda Masias mengenai Arianto, menyebabkan korban terjatuh dan mengalami luka fatal di bagian kepala.

Narasi tersebut dibantah keras keluarga korban dan saksi mata.

Rijik Tawakkal, ayah Arianto, menegaskan anaknya tidak terlibat balapan liar.

Ia menunjuk kondisi sepeda motor korban yang masih utuh sebagai bukti.

“Jangan membangun opini seolah-olah anak-anak saya balap liar. Itu yang saya tidak terima,” kata Rijik.

Keterangan Nasri juga menepis klaim polisi.

Menurutnya, mereka hanya berkendara biasa dan sempat diperingatkan warga soal keberadaan patroli Brimob.

Nasri menyebut seorang anggota Brimob tiba-tiba keluar dari balik pepohonan dan mengayunkan helm ke arah adiknya hingga mengenai wajah.

Sorotan Pelanggaran HAM

Kasus ini memantik kritik tajam dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, Andrie Yunus, menilai peristiwa di Tual menunjukkan kegagalan pembenahan internal kepolisian.

Ia menyoroti penggunaan kekuatan berlebihan, watak militeristik, serta praktik menyudutkan korban yang telah meninggal.

“Dalam perkara ini, selain kekerasan fisik, juga terjadi pemfitnahan terhadap jenazah korban dengan narasi balap liar yang tidak didukung bukti,” ujar Andrie.

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum Jentera, Asfinawati, menilai keberulangan kasus serupa menunjukkan lemahnya pengawasan internal dan eksternal.

Menurutnya, unit khusus seperti Brimob perlu evaluasi menyeluruh, mulai dari pola pelatihan hingga standar operasional prosedur.

KontraS mencatat sepanjang Juli 2024 hingga Juni 2025 terjadi 602 peristiwa kekerasan yang melibatkan aparat kepolisian.

Dari jumlah tersebut, terdapat 37 peristiwa extrajudicial killing dengan 40 korban meninggal dunia.

Pilihan Editor :  Patroli Dini Hari Brimob Polda Metro Jaya Amankan 11 Remaja

Selain itu, tercatat kasus penyiksaan, salah tangkap, hingga pembubaran paksa aksi unjuk rasa yang menelan ratusan korban luka dan puluhan korban jiwa.

Aktivis HAM juga menyoroti pola impunitas yang kerap terjadi.

Dalam sejumlah kasus, pelaku kekerasan hanya dijatuhi sanksi ringan atau etik, tanpa hukuman pidana yang setimpal.

Kondisi ini dinilai memperkuat siklus kekerasan dan menggerus kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Keluarga Arianto mendesak kepolisian membuka proses penyelidikan secara transparan dan tidak membangun opini sepihak.

“Kami ingin penyelidikan terbuka dan adil,” ujar Rijik Tawakkal.

Pernyataan senada disampaikan pegiat HAM, termasuk Usman Hamid dari Amnesty International, yang menilai upaya menyudutkan korban justru memperparah luka keluarga dan merusak kredibilitas penegakan hukum.

Kasus tewasnya Arianto Tawakkal kini menjadi ujian bagi komitmen reformasi kepolisian.

Publik menanti apakah proses hukum akan berjalan transparan dan berkeadilan, sekaligus mencegah terulangnya kekerasan aparat terhadap warga sipil, khususnya anak di bawah umur.**/red

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Menarik Dibaca

  • TNI AL Gagalkan Penyelundupan Shabu Senilai Rp2,2 Miliar di Sungai Asahan

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Shabu Senilai Rp2,2 Miliar di Sungai Asahan

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tanjungbalai – Tim Gabungan dari Pangkalan TNI AL Tanjungbalai Asahan (Lanal TBA) dan Intelijen Maritim Lantamal I berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis shabu di Perairan Muara Sungai Asahan, Kamis (22/5/2025). Dalam operasi ini, petugas mengamankan 1.506 gram shabu yang diperkirakan senilai Rp2,259 miliar. Aksi penyelundupan tersebut dilakukan menggunakan sampan jenis kaluk. Berdasarkan informasi intelijen, […]

  • TNI AL Bersinergi Gelar Latihan Penanggulangan Bencana di Bandung

    TNI AL Bersinergi Gelar Latihan Penanggulangan Bencana di Bandung

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bandung – Mengantisipasi ancaman bencana alam yang kian sering terjadi di Indonesia, Dinas Potensi Maritim TNI AL (Dispotmaral) bersama Pangkalan TNI AL Bandung menggandeng berbagai instansi seperti SAR, BPBD, BMKG, Satpol PP, PMI, hingga masyarakat setempat menggelar latihan penanggulangan bencana yang intensif di Lapangan DLH Cicabe Jatihandap, Kota Bandung, Senin (26/5/2025). Latihan tiga hari yang […]

  • Take Over Mobil Tanpa Diketahui Leasing, Aman Kah ?

    Take Over Mobil Tanpa Diketahui Leasing, Aman Kah ?

    • calendar_month Senin, 8 Apr 2024
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Keputusan pengadilan nantinya akan didasarkan pada ketentuan perjanjian yang dilanggar oleh pihak kedua. Serta ketentuan penyelesaian

  • Lanud Husein Sastranegara Bagi Sembako Door to Door di Hari Jadi Koopsud I ke-74

    Lanud Husein Sastranegara Bagi Sembako Door to Door di Hari Jadi Koopsud I ke-74

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bandung – Senin pagi yang cerah di kawasan sekitar Lanud Husein Sastranegara berubah menjadi momen haru dan penuh semangat kebersamaan. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Komando Operasi Udara I (Koopsud I), jajaran TNI Angkatan Udara dari Lanud Husein Sastranegara turun langsung ke tengah masyarakat, membagikan bantuan sembako dari rumah ke rumah. Tak sekadar […]

  • Persoalan Isu Intoleransi Selesai Dengan Damai, Jangan Diperpanjang

    Persoalan Isu Intoleransi Selesai Dengan Damai, Jangan Diperpanjang

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Pada kesempatan ini kami semua duduk bersama, Intinya bahwa kami semua ingin menyelesaikan permasalahan mengenai intoleransi yang menjadi isu

  • TMMD Ke-128 Bekasi Perkuat Edukasi Warga, Penyuluhan Bela Negara dan Pertanian Digencarkan

    TMMD Ke-128 Bekasi Perkuat Edukasi Warga, Penyuluhan Bela Negara dan Pertanian Digencarkan

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kota Bekasi, 19 Mei 2026 – Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0507/Bekasi menggelar penyuluhan bela negara dan pertanian guna meningkatkan wawasan serta keterampilan masyarakat. Kegiatan berlangsung sebagai bagian dari sasaran nonfisik TMMD yang berfokus pada penguatan kapasitas warga melalui edukasi aplikatif. Satgas TMMD memberikan materi pertanian sebagai fokus utama dengan pembahasan teknik budidaya tanaman hingga pemupukan […]

expand_less